Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post

Posal Ketapang Bantu Evakuasi Pengangkatan Mayat Di Muara Sungai Ketapang

Written By portal komando on 23 Mei 2018 | 7:16 PM



PK,. Pontianak, Rabu 23 Mei 2018,- Pos TNI AL (Posal) Ketapang Lantamal XII Pontianak bersama Basarnas, Polsek KP3L serta Satpolair bersama sama evakuasi adanya mayat gak di kenal terapung di muara sungai perairan Sukabangun Dalam Kec.Delta Pawan Kab. Ketapang.

Kejadian perkara berawal , atas laporan masyarakat nelayan an.bpk bdm warga desa Sukabangun Dalam di dekat dermaga kepada aparat Basarnas, Posal Ketapang, Polsek KP3Lserta Satpolair.

Selanjutnya pihak aparat menerima laporan pengaduan oleh warga , langsung berkoordinasi dan bergerak menuju TKP (tempat kejadian perkara), saat aparat mendekati TKP menggunakan Speed Sar Ketapang, kondisi mayat dan keadaan posisi kaki dan tangan terikat oleh tambang dengan menggunakan pemberat batu dan kantong pasir dengan posisi tertelungkup.

Dari hasil olah TKP aparat gabungan, kondisi mayat berjenis kelamin perempuan dalam keadaan hanya mengenakan celana dalam warna coklat dengan kaki dan tangan terikat menggunakan tali tambang serta pemberat dari kantong pasir an batu.Selanjutnya mayat di bawa ke RS.Agusdjam Ketapang guna proses otopsi dan penyelidikan lebih lanjut .

Sampai berita ini diturunkan, data identitas korban masih belum di temukan, untuk para saksi masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian dan untuk kasusnya masih di laksanakan pendalaman lebih lanjut pihak kepolisian ketapang.

Danlantamal VI Terima Kunjungan kerja Tim Sesko TNI


Makassar, Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI  Dwi Sulaksono S.H, M.Tr (Han) menerima kunjungan  kerja tim Sekolah Staf dan Komando ( Sesko ) TNI  bertempat di ruang  kerja Danlantamal VI Makassar, Rabu (23/5/2018).

Dalam sambutannya Danlantamal VI menyambut baik kedatangan tim Sesko TNI yang menjadikan Lantamal VI Makassar, sebagai salah satu tempat untuk melaksanakan kuliah kerja bagi perwira TNI. 

“Selaku Danlantamal VI , dengan senang hati menyambut baik gagasan dari pihak Sesko TNI, untuk menjadikan  Lantamal VI sebagai salah satu tempat kuliah kerja dalam negeri bagi perwira TNI ,”kata Danlantamal VI

Sementara itu, Ketua tim dari Sesko TNI  yang dipimpin langsung Direktur Akademik Sesko TNI Brigjen TNI Zainal Arifin  S.Sos, M.M mengatakan tujuan kemari untuk studi kelayakan menjadikan Lantamal VI Makassar  sebagai salah satu tempat untuk kuliah kerja dalam Negeri/Pertahanan Wilayah bagi perwira siswa pendidikan reguler XLV Sesko TNI tahun 2018 pada bulan September 2018 mendatang, 

Tujuan awal  datang ke Lantamal VI adalah untuk memperoleh data awal dan informasi kelayakan wilayah Makassar khususnya komponen sumber daya nasional dan pengembangannya untuk kepentingan pertahanan negara, lanjut Ketua Tim Sesko TNI.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Wadan Lantamal VI Kolonel Marinir Rasman M.Tr (Han) ,Ketua tim dari Irjenal Kolonel Laut  (S) Ikhwan, dan para Asisten Danlantamal VI.

Sinergitas Posal / Polairud Teluk Melano Patroli Antisipasi Masuknya Narkoba Jalur Sungai


PK,.Pontianak, Rabu 09 Mei 2018,- Pos TNI AL (Posal) Melano Lantamal XII Pontianak laksanakan Patroli Antisipasi Masuknya Narkoba Jalur Sungai di Teluk Melano Kab. Ketapang Kalimantan Barat.

Patroli bersama yang di laksanakan Posal/Polairud Teluk Melano, guna menjaga keamanan dan ketentraman serta ketertiban warga desa Teluk Melano, dalam mengantisipasi beredarnya barang illegal yang masuk wilayah desa melano.

Danposal Teluk melano menyampaikan patroli bersama di jalur sungai melano ,pihaknya untuk mengecek dan mengawasi masuknya kapal membawa baràng terlarangdi wilayah Kecamatan Teluk melano Kab.Kayong utara, “Jelas Danposal Melano.

Kami antisipasi jalur tikus, sehingga patroli memang salahsatu cara mengantisipasi masuknya beredarnya Narkoba melalui jalur perahu melalui sungai melano.

Diharapkan patroli bersama di laksanakan secara periodik guna menjaga keamanan wilayah perairan sungai melano dari tindak kejahatan.

Panglima TNI : TNI Siap Antisipasi Keamanan Kawasan Asia Pasifik



PK,.JAKARTA,.(Puspen TNI). Kondisi politik dan ekonomi serta keamanan kawasan Asia Pasifik saat ini sedang menghangat. Berbagai permasalahan di tingkat global, regional dan nasional Indonesia menjadi spektrum ancaman yang berdampak terhadap keamanan nasional yang perlu diantisipasi. Untuk itu, TNI telah menyiapkan kebijakan, strategi dan upaya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kondisi keamanan tersebut.

Demikian slide paparan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., pada acara Round Table Discussion (RTD) tentang “Mengantisipasi Kondisi Keamanan Kawasan Asia Pasifik Guna Mengurangi Implikasinya Dalam Rangka Ketahanan Nasional”, yang diikuti oleh segenap pejabat terkait dari Kementerian, Lembaga Negara dan Universitas, bertempat di Ruang Kresna Gedung Astragatra Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2018).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, berbagai tren permasalahan di tingkat global, regional dan nasional yang tersebar dalam spektrum ancaman mensyaratkan perlunya pemahaman, pemikiran, mekanisme dan model baru yang adaptif untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman baru. “Sesuai amanat Undang-Undang, TNI berkewajiban melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara, harus selalu siap siaga,” tegasnya.

Dalam paparannya, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa TNI selaku Garda Terdepan dan Benteng Terakhir NKRI telah menyiapkan konsep kesiapsiagaan TNI dalam rangka melaksanakan tugas pokok yang diamanatkan Undang-Undang dalam hal menangkal segala kemungkinan ancaman. Oleh karena itu, disiapkan konsep kesiapsiagaan Komando Gabungan TNI yang didukung oleh kesiapan Alutsista, personel dan anggaran TNI.

Dijelaskan oleh Panglima TNI bahwa kesiapsiagaan Komando Gabungan (Kogab) TNI tersebut diwujudkan dalam bentuk Komando Gabungan yang menjalankan 4 (empat) Operasi Militer Perang TNI, yaitu Operasi Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI, Operasi Siaga Tempur Laut, Operasi Pengamanan Perbatasan Ambalat dan Operasi Pertahanan Udara.

“Selain itu juga digelar total 48 Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI yang terdiri dari 21 operasi di dalam negeri dan 27 lainnya operasi di luar negeri dalam misi penugasan PBB. Kedepan akan dibentuk 3 (tiga) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) TNI dan pangkalan TNI terpadu yang berlandaskan konsep Trimatra Terpadu,” jelas Panglima TNI.

Di sisi lain, Panglima TNI menerangkan bahwa saat ini TNI sedang melaksanakan pembangunan Pangkalan TNI Terpadu, yang direncanakan di 5 (lima) pulau terdepan dan daerah strategis, yaitu Natuna, Saumlaki, Morotai, Biak dan Merauke. “Pangkalan TNI Terpadu ini merupakan konsep yang ditujukan untuk mendukung kesiapsiagaan Kogab maupun Kogabwilhan. Pembangunan yang telah berjalan adalah di Natuna dan direncanakan pembangunan pangkalan terpadu di Saumlaki dan pulau atau daerah lainnya,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Panglima TNI bahwa terkait pembinaan kesiapsiagaan operasional, TNI melaksanakan latihan secara rutin, baik pada tingkat satuan, angkatan maupun tingkat gabungan TNI. Pada beberapa waktu lalu, telah dilaksanakan latihan PPRC TNI dan merupakan latihan gabungan TNI yang melibatkan 6.398 personel dan berbagai jenis Alutsista dari ketiga matra TNI yang diselenggarakan secara serentak di Timika, Morotai dan Pulau Selaru. “Latihan yang baru saja dilaksanakan tersebut diharapkan dapat memelihara tingkat kesiapsiagaan TNI dalam melaksanakan OMP dan OMSP TNI,” jelasnya.

Turut hadir sebagai narasumber dan pembahas diantaranya Kepala Staf Kepresidenan RI diwakili oleh Laksda TNI (Purn) Ir. Leonardi, M.Sc. (Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan RI), Kepala BNPT Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, Deputi II Bidang Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam M.H., Dr. (HC) Drs. Lutfi Rauf, M.A., Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Ph.d., Pengamat Militer/ Dekan Fakultas HI, Komunikasi dan Hukum dari President University Prof. Anak Agung Banyu Perwita, Ketua IM Centre untuk dialog dan perdamaian, pembina dari institut titian perdamaian di Indonesia Prof. Dr. Icksan Malik, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si.

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Kasal



PK,.JAKARTA,.(Puspen TNI). Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P. menghadiri upacara pelantikan Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, bertempat di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2018). Pergantian Kasal dari Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P. kepada Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji tersebut, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 43/TNI/2018 tanggal 22 Mei 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan Kasal.


Setelah pelantikan, Presiden RI Joko Widodo menaikkan pangkat Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji menjadi Laksamana TNI. Kenaikan pangkat ini berdasarkan Keppres Nomor 44 TNI tahun 2018 tentang kenaikan pangkat dalam golongan Perwira Tinggi TNI.
Tentara bukan merupakan suatu golongan di luar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat. Tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu.
 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando