Home » » KIPRAH BABINSA DALAM MENCIPTAKAN SITUASI KAMTIBMAS DI WILAYAH BINAANYA

KIPRAH BABINSA DALAM MENCIPTAKAN SITUASI KAMTIBMAS DI WILAYAH BINAANYA

Written By portal komando on 14 Jun 2017 | 6:34 PM


OLEH : MAYOR ARH PARLAN (Kasimedtak Pendam XVII/Cenderwasih)

Di tengah kehidupan yang sangat beragam dewasa ini, setiap prajurit Babinsa dituntut kepekaan, kepedulian dan kewaspadaan untuk secara dini mampu mendeteksi setiap indikasi dan menemukan setiap sumber kerawanan serta secara cepat dapat mengambil tindakan sebelum menjadi kekuatan riil yang bisa mengganggu jalannya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Prajurit Babinsa harus memiliki kepedulian untuk membina dan mengarahkan desa yang menjadi tanggung jawabnya, dengan berbagai kelebihan, melalui pengetahuan, akhlak, kepribadian, kehidupan keluarga yang harmonis dan hidup sederhana. 
 
Setiap prajurit Babinsa dalam melakukan segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pengembangan, pengerahan dan pengendalian potensi nasional dengan segenap aspeknya menjadi kekuatan yang dapat digunakan sebagai ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara di darat.

Keberadaan Babinsa sebagai pembina di desa harus mampu membantu masyarakat sebagai kecintaannya kepada masyarakat guna mewujudkan pribadi yang dicintai, dihormati dan disegani melalui aktifitasnya yang langsung dapat menyentuh kepentingan masyarakat. Setiap perkembangan situasi yang ada di wilayah harus dapat terpantau, terutama perkembangan situasi yang mengarah kepada konflik sosial serta mampu untuk mengkoordinasikan penyelesaian dengan baik bersama seluruh komponen masyarakat lainnya. Sehingga keberadaan Babinsa sebagai figur Satuan Komando Kewilayahan kehadirannya akan selalu diharapkan dan didambakan oleh rakyat. 
 
Upaya pencegahan dan penanggulangan secara terprogram penyebaran paham Radikalisme dan Terorisme menjadi tantangan berat bagi kita bangsa Indonesia untuk memperkuat sendi-sendi kebangsaan dari rongrongan paham tersebut, selanjutnya untuk menangkal paham-paham Radikalisme dan Terorisme kepada masyarakat khususnya generasi muda kita agar tetap mencintai bangsanya (NKRI) perlu dilakukan dengan perlawanan Ideologi dilawan dengan Ideologi, oleh karena itu upaya untuk memerangi terorisme lebih efektif dilakukan melalui kontra radikalisme, deradikalisasi dan De-ideologi. 
 
Kontra-radikalisasi adalah usaha untuk membarikade masuknya faham radikal kepada warga masyarkat dan de-ideologisasi mendorong adanya de-radikalisasi para teroris dan simpatisannya namun implementasinya tetap belum maksimal karena belum menyentuh langsung kepada kelompok radikal yang ada di masyarakat desa/kelurahan. 2 Penanganan terorisme pada dasarnya berangkat dari asumsi yang sama, yakni adanya keterkaitan antara terorisme yang berawal dari radikalisme. Esensinya adalah mengubah pemahaman atau pola pikir yang dianggap salah menjadi pemahaman maupun cara berpikir yang normal.

Peranan Babinsa bersama-sama bersatu padu dan bersinergi dengan Bhabinkamtibmas, Lurah/ Kepala Desa/ Kepala Linkungan/RT/RW dan Ormas serta Organisasi Pemuda untuk bisa melaksanakan upaya cegah dini dan deteksi dini setiap potensi ancaman teroris yang terjadi di wilayahnya. Peran serta aktif masyarakat khususnya tokoh agama seperti ulama, kiai, ustadz, pastor dan sebagainya sangat penting dalam upaya cegah dini dan deteksi dini, karena mereka adalah para pemimpin informal yang sering kali lebih disegani, lebih dipatuhi dan lebih dicintai daripada para pemimpin yang formal, menjadi tempat bertanya bagi masyarakat dalam berbagai hal. 
 
Radikalisme adalah merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan dan aksi-aksi yang ekstrem sedangkan Terorisme adalah suatu tindakan yang memiliki tujuan politik, hukum, sosial maupun ekonomi dengan menggunakan tekanan, ancaman, intimidasi atau kekerasan terhadap masyarakat suatu wilayah atau suatu negara tertentu sebagai pembenaran untuk mencapai tujuannya. 
 
Memiliki sikap dan pemahaman radikal saja tidak mesti menjadikan seseorang terjerumus dalam paham dan aksi terorisme, namun sikap dan pemahaman yang radikal dan dimotivasi oleh berbagai faktor seringkali menjadikan seseorang memilih untuk bergabung dalam aksi dan jaringan terorisme. Babinsa bersama-sama dengan Bhabinkamtibmas, Lurah/ Kepala Desa/ Kepala Linkungan/RT/RW diharapkan perlu membuat kesepakatan bersama tentang hal-hal seperti :

1. Kewajiban tamu dari luar desa/kelurahan untuk melapor apabila menginap dalam waktu 1 x 24 jam dengan menghadirkan tamu yang bersangkutan kepada Ketua RT/RW untuk dilakukan pendataan.

2. Kewajiban lapor bagi penceramah luar desa/kelurahan apabila akan melaksanakan ceramah keagamaan dan lainnya wajib melaporkan kepada Ketua RT/RW setempat. 3. Setiap kegiatan keagamaan tertutup maupun terbuka, wajib melaporkan pelaksanaanya kepada Kepala Desa/Lurah.

4. Melakukan pendataan dan pengawasan terhadap orang-orang yang pernah terlibat dalam kegiatan teroris, kelompok teroris, simpatisan, pendukung, napi/eks napi.

5. Melakukan penjagaan dan pengamanan lintas agama pada kegiatan kegiatan keagamaan (kontra radikalisme), melaksanakan patroli tempat tempat vital yang ada di desa/kelurahan.

Untuk meningkatkan peran Babinsa dan aparat pemerintah desa/kelurahan yang optimal maka diperlukan tingkat kesadaran masyarakat dalam mendukungnya, karena bagaimanapun baiknya program yang dilakukan oleh Babinsa dan aparat pemerintah desa/kelurahan tanpa didukung dengan tingkat kesadaran masyarakat, maka pelaksanaan tugas tersebut akan mengalami hambatan. 
 
Oleh karena itu desa-desa maupun kelurahan yang ada baik di kepulauan (desa nelayan), desa pesisir (desa nelayan dan petani), desa daratan dan dataran, pegunungan, perkotaan, pinggiran kota, maupun didesa-desa perbatasan, harus perlu dioptimalkan dengan peran Babinsa dan aparat pemerintah desa/kelurahan yang terkait dengan pembinaan pada masyarakat dalam menciptakan sistem keamanan lingkungan yang nyaman, serta aman dari berbagai gangguan.

Kita dapat fahami bahwa dalam menciptakan suatu kondisi lingkungan yang aman dan terkendali merupakan tugas kepolisian, seringkali tidak mampu mengendalikan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat karena luasnya wilayah yang dijangkau apalagi terdapat didaerah-daerah terpencil, kondisi-kondisi ini juga tentunya akan melibatkan aparat terkait antaranya adalah peran Babinsa dan aparat pemerintah desa. Karena Babinsa dari segi strategi maupun kekuatan dalam menangkal lawan lebih baik ketimbang perangkat lainnya. Keandalannya dalam menangkal musuh maupun lawan telah didukung dengan persediaan alat tempur yang memadai serta kelebihan kemampuan yang dimiliki oleh prajurit TNI.

Dengan berfungsinya peran Babinsa secara optimal maka diharapkan akan mampu menciptakan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat secara terkendali yang bebas dari gangguan. Kenyataannya tugas Babinsa belum optimal, belum optimalnya tugas Babinsa karena belum mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat, buktinya dalam mengatasi gangguan keamanan Babinsa bergerak sendiri tanpa adanya dukungan masyarakat. 
 
Lemahnya dukungan masyarakat akan mempengaruhi pelaksanaan tugas Babinsa dalam menjaga keamanan dan ketertiban dimasyarakat. 
 
Peningkatan keamanan, ketertiban dan penanggulangan paham radikalisme dan terorisme diupayakan untuk menciptakan rasa aman masyarakat, meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat terhadap hukum. Sasaran tersebut dapat tercapai apabila diperlukan kerjasama dan peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah gangguan keamanan dalam rangka terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, serta terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. 
 
Bahwa kehadiran Babinsa didesa cukup membantu dan mengatasi serta meredam masalah kejahatan. Kehadiran Babinsa di desa sangat memberikan arti dan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat desa. Manfaatnya bahwa masyarakat terhindar dari gangguan keamanan.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando