PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Rodrigo Duterte : "Seandainya diperbolehkan, saya cuma inginkan bantuan dari TNI. Karena mereka ahlinya perang gerilya"

Rodrigo Duterte : "Seandainya diperbolehkan, saya cuma inginkan bantuan dari TNI. Karena mereka ahlinya perang gerilya"

Written By portal komando on 14 Jun 2017 | 7:32 AM

Jakarta,.PK,.(14/6),.Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan dirinya tidak pernah meminta bantuan Amerika Serikat atau AS untuk mengakhiri perang melawan kelompok pemberontak berafiliasi dengan ISIS, Maute di Marawi, Filipina selatan. "Saya tidak pernah mendekati Amerika untuk meminta bantuan. Saya tidak mengetahuinya sampai mereka tiba," kata Duterte kepada wartawan di Cagayan de Oro City, sekitar 100 kilometer dari kota Marawi, Minggu, 11 Juni 2017 seperti di lansir Rueters.  
 
Penjelasan Duterte tersebut disampaikan sehari setelah AS mengeluarkan pernyataan tentang pengiriman pasukan operasi khusus untuk membantu Angkatan Bersenjata Filipina dalam memerangi Maute di Marawi.
 
Lalu  bagaimana Pasukan Khusus AS mendapatkan otorisasi untuk bergabung dalam pertempuran tersebut, kemungkinan pihak militer Filipina yang meminta bantuan dan melakukannya tanpa sepengetahuan Presiden Duterte. Juru bicara militer Filipina menegaskan bahwa pada hari Sabtu bahwa pasukan AS memberi dukungan logistik dan pengintaian, namun mereka tidak ikut berperang disana, jelas Reuters mengkonfirmasi pernyataan Pentagon mengenai keterlibatan pasukan AS dalam peperangan tersebut berdasar informasi pejabat yang minta tak disebutkan namanya.
 
"Seandainya diperbolehkan, saya cuma inginkan bantuan dari TNI. Karena mereka ahlinya perang gerilya. Pasukan AS hanya akan merepotkan pasukan kami," lanjut Duterte. Pentagon yang selama bertahun-tahun menempatkan sekitar 50 hingga 10 pasukan khususnya di selatan Filipina untuk latihan bersama, membenarkan telah membantu militer Filipina di Marawi. Pasukan AS di Marawi memberikan bantuan keamanan dan pelatihan intelijen, pemantauan, dan pengintaian. 
 
Pentagon juga mengirimkan pasukan tambahan sebanyak 300 hingga 500 Personel untuk mendukung pelatihan dan aktivitas lainnya Presiden Duterte mengumumkan darurat militer di Mindanao setelah milisi yang bersekutu dengan ISIS merebut kota Marawi. Presiden Filipina mengklaim bahwa dengan menerapkan darurat militer dia dapat mengendalikan militer negara tersebut.(AD)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando