PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Danlantamal XI Koordinasi Dengan Kabasarnas Merauke Terkait Perkembangan SAR Korban Speedboat

Danlantamal XI Koordinasi Dengan Kabasarnas Merauke Terkait Perkembangan SAR Korban Speedboat

Written By portal komando on 17 Jul 2017 | 5:57 PM


PK,.MERAUKE,.Komandan Lantamal XI Brigjen TNI (Mar) Bambang Sutrisno, S.H., M.Tr(Han) berkunjung ke Kantor Basarnas Kabupaten Merauke untuk berkoordinasi dengan Kepala Basarnas Merauke terkait perkembangan pelaksanaan SAR korban kecelakaan laut speedboat lima gading yang tenggelam di Perairan Laut Kondo. (Senin, 17/07/2017).

Menurut Komandan Lantamal XI Brigjen TNI (Mar) Bambang Sutrisno, S.H., M.Tr(Han) mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Kantor Basarnas Kabupaten Merauke dalam rangka untuk koordinasi terkait perkembangan pelaksanaan SAR terhadap korban tenggelamnya speedboat lima gading yang menimpa pekerja proyek Posal Torasi di Perairan Laut Kondo yang terjadi pada hari Kamis (13/07) lalu.

Dari hasil koordinasi tersebut, Kepala Basarnas Kelas B Merauke Heri Ari Purnomo mengatakan bahwa sampai saat ini pencarian korban masih terus dilakukan baik melalui jalur laut maupun jalur darat. Tim SAR sudah berhasil menemukan 4 orang dari 11 korban, 3 orang ditemukan dalam keadaan meninggal yaitu Wendi Torted (Motoris), Eko Hari Prasetyo dan Arfan (Tukang), sedangkan 1 orang ditemukan dengan selamat atas nama Mulyadi (Kepala Tukang) masih menjalani perawatan di UGD RSAL Merauke. Sementara 7 orang lainnya David, Yusak, Slamet, Bagio, Tukijan, Heri, dan Alvian masih belum diketahui nasibnya.

Dalam proses pencarian terhadap korban terkendala dengan cuaca yang tidak bersahabat, dimana ketinggian ombak mencapai 3 sampai 4 meter sehingga Tim SAR tidak bisa bekerja secara maksimal, ditambah lagi kapal satu kapal rescue Kantor SAR Merauke mengalami kebocoran pada bagian depan akibat dihantam ombak ketika melakukan pencarian terhadap korban speedboat yang tenggelam di sekitar Torasi Merauke dan saat ini sedang perbaikan di Lampu Satu Merauke. Sedangkan pencarian lewat jalur darat dengan menyusuri bibir pantai terkendala medan yang cukup sulit karena ketebalan lumpur sehingga menghambat pergerakan Tim SAR dalam melakukan penyisiran di sekitar pantai. (Dispen11).

Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando