PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Gerakan "Cyber Narcoterorism" Menjadi Musuh Utama Bangsa Indonesia Saat Ini

Gerakan "Cyber Narcoterorism" Menjadi Musuh Utama Bangsa Indonesia Saat Ini

Written By portal komando on 17 Jul 2017 | 11:07 AM

Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, MM saat melaksanakan penghormatan kepada bendera sang merah putih, pada upacara bendera 17-an di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Senin, 17/7.
Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, MM saat membacakan sambutan Panglima TNI, pada upacara bendera 17-an di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Senin, 17/7.
Yogyakarta,PK-Upacara bendera tanggal 17-an setiap bulan, kali ini sambutan disampaikan oleh Panglima TNI  Jendral TNI Gatot Nurmantyo. Jalanya Upacara Bendera di Lanud Adisutjipto dipimpin langsung Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, MM, Senin 17/7, bertempat di Lapangan Jupiter.

Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, MM dengan penuh semangat membacakan sambutan Panglima TNI  tentang ancaman Terorisme di Indonesia dan penggunaan media social terkait Bahaya “Cyber Narcoterorism”.

Panglima TNI menyampaikan bahwa penggunaan media sosial, seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, komunikasi dan informasi, saat ini telah muncul kelompok baru yaitu “Cyber Narcoterorism”. Kelompok ini menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk menyebarkan informasi yang sesat, mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika yang hasilnya digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme. Kejahatan lintas negara ini akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya bagi peradapan suatu bangsa termasuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

Diakui bahwa kelompok Cyber Narcoterorism menggunakan beragam situs terkemuka seperti youtube, twitter dan facebook untuk tujuan merebut pangsa pasar, penyebaran pemikiran, dorongan untuk mengikuti ajaran sesat tersebut, perekrutan dan berbagai informasi. Hal ini menjadi sebuah cara yang paling efektif dalam melakukan aksi yang diinginkannya. Gerakan Cyber Narcoterorism menjadi musuh utama Bangsa Indonesia saat ini, bahkan menjadi musuh bangsa-bangsa di dunia, imbuhnya.

Panglima TNI berpesan kepada seluruh Prajurit, ASN dan keluarga besar TNI, saya minta kesadaran yang tinggi dalam menggunakan media sosial baik pribadi maupun kedinasan. Saya perintahkan, batasi penggunakan handpone, smartpone dan media elektronik lainnya dari hal-hal yang tidak penting. Hindari penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial karena hal itu dapat menyebabkan perpecahan dan kesatuan bangsa. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong dan percayalah kepada para Komandan satuan. Prajurit dan ASN TNI harus cerdas, dan cermat serta pandai memilah dalam memilih berita yang positif dan bermanfaat, paparnya.

 Lebih lanjut Panglima TNI menambahkan bahwa munculnya terorisme yang terus menghantui dunia, ini jangan dianggap main-main, karena bahaya terorisme itu sungguh-sungguh nyata, bahkan Indonesia juga menjadi sasaran aksi-aksi terorisme. Negara kita mengalami sendiri, betapa aksi-aksi teror sekelompok orang yang diduga terkait jaringan ISIS, belakangan ini makin sering terjadi. Aksi-aksi itu sebenarnya menunjukkan adanya upaya dan perlawanan yang serius dari para teroris, untuk melemahkan mental aparat, dalam menjaga keamanan serta keselamatan bangsa dan Negara.

Menurutnya Terorisme adalah kejahatan terhadap Negara. Apapun yang akan diundangkan bagi TNI akan mengikuti segala ketentuan yang ada di dalam Undang-undang. TNI, tidak boleh kalah dengan teroris dan TNI selalu siap dalam pemberantasan terorisme. Diperintah apapun, TNI juga siap demi menyelamatkan anak cucu bangsa Indonesia, papar Panglima TNI.(AD)


Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando