Home » » Malam Sambung Rasa Sesepuh TNI AU Disuguhi Theatrikal Perjuangan TNI AU

Malam Sambung Rasa Sesepuh TNI AU Disuguhi Theatrikal Perjuangan TNI AU

Written By portal komando on 29 Jul 2017 | 2:11 PM


Gambar :kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Ny. Hadi Tjahjanto menyambut Mantan Kasau Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna dan Ny Briyantira Agus Supriatna di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala pada acara Malam Sambung Rasa pejabat TNI AU dengan para sesepuh dan senior, Yogyakarta (29/7)
PK,. Yogyakarta, 28/7., Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., Wakasau Marsdya Hadiyan Sumintaatmadja beserta para pejabat TNI AU didampingi para Istri mengadakan sambung rasa bersama para sesepuh TNI AU yang diadakan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta. Jumat (28/7).

Sambung rasa yang pertama kalinya diadakan didalam museum tersebut dihadiri para sesepuh TNI AU dan mantan Kasau diantaranya Marsekal TNI (Purn) Rilo Pambudi, Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan, Marsekal TNI (Purn) Joko Suyanto, Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, Marsekal TNI (Purn) IB Putu Dunia, dan Marsekal TNI Agus Supriatna, serta para mantan Wakasau, disuguhi treatrikal perjuangan TNI AU, serta kesenian dan hiburan lainnya yang diperankan oleh Siswa Sekolah Penerbang TNI AU dan para Taruna.

Kasau dalam sambutannya mengatakan, sambung rasa yang diadakan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala ini bertujuan agar nilai-nilai kejuangan yang telah ditanamkan oleh sesepuh dan para pendahulu dapat dirasakan oleh generasi penerus yang saat ini sedang diberi amanah untuk membangun TNI Angkatan Udara.

Dengan dipindahkannya pesawat yang memiliki nilai sejarah dalam perjuangan kemerdekaan RI yaitu Yokosuka K5Y1 atau Curen (Chukan Renssuki) dari Museum ABRI Satria Mandala ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, memiliki sejarah panjang, mulai perang China-Jepang sampai dengan berakhirnya perang Fasifik termasuk dalam mempertahankan Kemerdekaan RI. Kiprah pesawat Curen besar jasanya dan menjadi tonggak sejarah dalam perjuangan RI khususnya TNI Angkatan Udara.

Dengan pertimbangan itulah pesawat tersebut untuk memindahkan kembali ke TNI Angkatan Udara, agar para generasi penerus mengetahui makna sebuah perjuangan yang tidak mudah, seperti yang dilakukan para pahlawan pendahulu dengan memiliki jiwa ksatria, militan, loyal, dan profesional, jelas Kasau.

“Pesawat ini hanya alat, tanpa ada yang menggerakkan, dan mengawaki tentu bukanlan apa-apa”. Dengan demikian patut diberikan penghargaan kepada para penerbang, teknisi dan para personel dibelakang Cureng yang teleh membuatnya menjadi hidup, khususnya dalam melaksanakan operasi pengeboman ke tangsi-tangsi Belanda di Salatiga, Ambarawa, Semarang dan operasi udara lainnya, ungkap Kasau.







Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando