PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Marsda TNI Yuyu Sutisna : Kohanudnas Tidak Ada Yang Berubah, Hanya Alutsistanya Saja Yang Berubah

Marsda TNI Yuyu Sutisna : Kohanudnas Tidak Ada Yang Berubah, Hanya Alutsistanya Saja Yang Berubah

Written By portal komando on 27 Jul 2017 | 8:22 AM

JAKARTA,.PK,.Kamis,(27/7),.Sebagai  komando utama terpenting dalam kekuatan Markas Besar TNI, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) berfungsi sebagai mata dan telinga yang mengawasi berbagai pergerakan pesawat udara yang melintasi wilayah Indonesia. 
 
Dengan tugas pokok menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan terpadu atas wilayah udara nasional secara mandiri maupun bekerjasama dengan komando utama operasional lainnya dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan keutuhan serta kepentingan lain dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kohanudnas yang  mempunyai lingkup tugas dan tanggung jawab nosional, sebutan ini tetap bertahan meskipun terjadi perubahan Struktur, Status dan Organisasinya.
 
Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna, S.E, S.Sos, M.M yang di lantik Panglima TNI sebagai Pangkohanudnas  menggantikan Marsekal Muda TNI Abdul Muis pada Februari lalu sedikit bercerita soal perubahan yang terjadi di Konanudnas kepada Portal Komando dan satu media online lain melalui wawancara di ruang kerjanya Markas Komando Kohanudnas berada di Jl. Mustang 5 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (26/7). 
 
Dikatakannya, Kohanudnas sejak awal berdiri hingga saat ini filosofinya sama yakni pertahanan udara, yang  berbeda alutsistanya. Walaupun basicnya radar  namun sejalan dengan semakin berkembangnya tugas dan tanggung jawab Kohanudnas untuk mengamankan wilayah udara nasional. "Dulu kita memakai plessey  tahun 1962 dimana 4 radar masih digunakan sampai sekarang hingga pada tahun 1980an mulai geliat lagi,  mulai dari radar thomson plessey kemudian Thalles dan Master-T" jelasnya. 
 
Perubahan laiinnya, tambah Marda TNI Yuyu Sutisna  adalah pesawat tempurnya mulai T-33 Sabre, F-5 Tiger, F-16 hingga Sukhoi. Untuk meriam Arahnudnya dulu 12,3 mm yang manual hingga   meriam 57 mm, rudal RBS-70, dan rudal Rapier yang semuanya  sudah  menggunakan radar. "Jadi alutsistanya saja yang terus berkembang dan dengan perkembangan alutsistanya akhirnya sistem K 3 nya (Komunikas Kendali Komputer) otomatis mengalami perubahan. 
 
Dahulu yang serba manual, ketika radar menangkap sasaran kemudian ditulis dipapan tulis yang dinamakan plan set sekarang  sudah online apa yang didapat radar sudah dapat ditampilkan" imbuh Alumni AAU 1986 ini.  
 
Menurutnya peralatan itutlah yang terus ditingkatkan, dari menggunakan radio yang sangat tergantung pada cuaca sekarang sudah satelit melalui video conference yang sangat membantu ketika berkomunikasi dengan Pangkosekhanudnas. "Dulu ketika berkomunikasi dengan sektor saya tidak tahu dimana orangnya, apakah pesawat sergapnya sudah jalan atau belum, bisa saja saya dibohongi padahal pesawatnya belum berangkaI. Dengan tekhnologi satelit dengan tekhnologi video conference tidak bisa lagi" ujanya yang juga mantan Pangkoops I. 
 
Dengan radar yang dimilikinya sekarang, diakui jumlahnya belum memadai untuk mencakup seluruh wilayah RI yang harus dipertahankan secara ideal. Untuk menutupnya, Kohanudnas ikut memanfaatkan radar sipil guna membantu memperluas pemantauan ruang udara. "Jadi disesuaikan dengan tekhnoligi dan ancaman saat ini. Dahulu hanya dari radar militer  saja sekarang dari radar sipil juga bisa diambil datanya, jadi mata kita semakin luas" ungkap Marsda TNI Yuyu Sutisna, Pangkohanudnas. (AD)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando