PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » *Mbah Santo, Patut Dicontoh Dan Diapresiasi*

*Mbah Santo, Patut Dicontoh Dan Diapresiasi*

Written By portal komando on 28 Jul 2017 | 10:54 PM

Kehadiran seluruh prajurit TNI baik dari Yon Armed 3/105 Tarik, Zipur, Den Zibang, Kikavser 2, Lanal, dan Lanud Yogyakarta yang semuanya tergabung dalam tim Satuan Penugasan (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Regler ke-99 tahun 2017 Kodim 0729/Bantul, menjadikan Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul benar-benar hiruk pikuk.

Program TMMD Reguler ke-99 Kodim Bantul yang juga merupakan program TNI berskala nasional terbukti membawa perubahan besar dalam kehiduapan bermasyarakat, khususnya di Dusun Kajor dan Dusun Nawungan, yang menjadi fokus kegiatan TMMD Kodim Bantul kali ini.

Kegembiraan masyarakat di 2 dusun tersebut sungguh luar biasa. Sebanyak 150 prajurit Satgas TMMD reguler Kodim Bantul senang dan bangga menerima kehadiran prajurit-prajurit yang tengah melaksanakan Tugas Operasi Selain Perang (TOSP) ini.

Prajurit datang ke Selopamioro untuk membawa perubahan dalam infrastruktur di wilayah itu. Prajurit TMMD Kodim Bantul ini membangun sejumlah sasaran fisik sebagai fasilitas publik, yang selama ini tidak dimiliki oleh Desa Selopamioro. Di antaranya akses jalan yang menghubungkan Dusun Ajor dan Dusun Nawungan.

Selain itu juga membangun jembatan, membangun penampungan sarana air bersih, membangun tempat ibadah dan membantu merenovasi rumah tidak layak huni. Tak ayal, kedatangan prajurit TNI dielu-elukan bak pahlawan pulang dari medan perang. Masyarakat sangat berharap dusun dan desanya berubah total dengan dibangunnya sejumlah fasilitas oleh TNI.

Sebagai wujud kegembiraan dan rasa bangga sekaligus ucapan terimakasih, seluruh lapisan masyarakat menyatakan siap melibatkan diri membantu, bahu membahu dan bergotong royong berbaur dengan para prajurit tim Satgas TMMD Kodim Bantul untuk bekerja, mengerjakan dan menyelesaikan seluruh sasaran fisik tersebut.

Ketika seluruh warga, pria, wanita, tua dan muda turut terjun ditengah prajurit yang bekerja membangun akses jalan, jembatan dan sasaran fisik lainnya, ada pemandangan yang luar biasa. Adalah Mbah Santo (79), warga Dusun Kajor Wetan, Selopamioro, Imogiri, Bantul. Kakek yang sudah berangkat uzur ini saban hari berbaur dengan masyarakat lain membantu tim Satgas TMMD mengerjakan akses jalan.

Meski kulitnya yang keriput, kerutan di dahi serta tubuhnya yang nampak mulai kurus itu, Mbah Santo justru enggan diam di rumah dan hanya menyaksikan warga lain serta tim Satgas bekerja. Mbah Santo menyatakan tekad untuk ikut dan berbaur. Lelaki renta inipun datang sembari membawa cangkul. Lalu mencangkul tanah tebing dan meratakannya.

Sejumlah prajurit TNI yang membujuknya untuk tidak ikut serta atau memintanya agar beristirahat justru beberapakali membuat Mbah Santo merajuk. Keinginannya untuk bersama dan manunggal bersama TNI begitu kuat, sekuat tenaganya kendati sudah berumur.

''Senang dan sangat senang. Itu perasaan saya kalo ditanya bagaimana kondisi saya. Saya bisa bantu bapak-bapak tentara ini seperti warga yang lain, sangat senang. Saya masih cukup punya tenaga. aya masih mampu dan kuat. Ketika bapak-bapak tentara datang dan peduli kepada desa saya, dimana desa ini adalah tanah kelahiran saya, maka sebagai ungkapan wujud terimaksih saya kepada bapak tentara adalah berbaur menjadi satu dengan tentara yang sedang membangun desa saya ini,” terang Mbah Santo.

Terpisah, Komandan Satuan Penugasan (Dansatgas) TMMD reguler ke-99 Kodim Bantul, Letkol Inf Agus Widianto menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan Mbah Santo merupakan tekad dan keinginan yang kuat dari pribadinya. Ia bahkan merasa salut dan bangga, sekaligus merasa terhormat dengan kehadiran Mbah Santo ditengah-tengah anggota prajuritnya.

“Mbah Santo, yah Mbah Santo menjadi warna dalam kegiatan TMMD Reguler Kodim Bantul kali ini. Sejak hari pertama kami bekerja, Mbah Santo ada ditengah kami, berbaur bersama kami. Mencangkul, meratakan tanah, menata batu material. Kami berulangkali tak mampu mencegah dan membujuknya untuk tidak ambil bagian, mengingat usia dan kesehatannya. Tapi, itulah Mbah Santo. Semangat dan tekad beliau menjadi sebuah kehormatan bagi kami prajurit Satgas TMMD,” ungkap Letkol Agus.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando