KAMI TENTARA REPUBLIK INDONESIA AKAN TIMBUL & TENGGELAM BERSAMA NEGARA

KAMI TENTARA REPUBLIK INDONESIA AKAN TIMBUL & TENGGELAM BERSAMA NEGARA
Home » » Puluhan KK di Lereng Bukit Relakan Tanah untuk TMMD Reguler

Puluhan KK di Lereng Bukit Relakan Tanah untuk TMMD Reguler

Written By portal komando on 15 Jul 2017 | 2:09 PM

BANTUL,.Puluhan kepala keluarga yang tinggal di lereng perbukitan Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul merelakan tanah mereka untuk dipakai dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-99. Tanah-tanah milik warga di Dusun Kajor dan Dusun Nawungan tersebut direlakan untuk dipakai dalam pembukaan akses jalan di lereng perbukitan.

Salah satu warga Slamet (55), mengikhlaskan 100 meter tanahnya dikeruk backhoe demi pelebaran jalan. Warga Kajor Wetan ini mengaku tanah 100 meter yang dilepas tidak ada artinya dibanding kemudahan-kemudahan yang akan didapat anak cucunya kelak.

“Biar memudahkan pekerjaan. Tadinya jalan setapak hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Biar nanti anak cucu lebih muda ke ladang, atau mengangkut hasil panen,” kata Slamet saat ditemui disela-sela pelaksanaan PraTMMD, Sabtu (15/7).

Pria dengan lima cucu ini menjelaskan, sejak awal tidak ada pembicaraan ganti rugi untuk pelepasan tanahnya yang digunakan program TMMD Reguler ke-99 Kodim 0729/Bantul. Namun, dia memastikan sepenuhnya sadar saat memutuskan merelakan tanah untuk kepentingan orang banyak. Apalagi, kata dia, warga lain di daerahnya juga sependapat. Mereka sepakat mengikhlaskan beberapa bagian tanahnya untuk program TMMD Reguler.

“Warga malah senang karena jalan semakin lebar, nanti semakin mudah dilewati. Tidak repot lagi seperti sekarang,” kata dia.

Menurut Slamet, bagi warga yang merelakan tanahnya akan dibantu proses sertifikasi tanah melalui program prona. Menurutnya, failitasi itu sangat membantu karena tanah yang dimilikinya belum bersertifikat. Demikian pula dengan tanah warga lain yang sebagian besar belum bersertifikat.

“Katanya dibantu difasilitasi desa untuk sertifikasinya. Tidak masalah,” ungkapnya.

Tak jauh beda disampaikan warga lain, Muji Wiyono (80). Seperti Slamet, 100 meter tanahnya terkena dampak program TMMD. Namun dia juga ikhlas meski tanpa ada ganti rugi. “Tidak apa-apa, saya ikhlas,” sambung dia.

Progam fisik TMMD menggarap akses jalan sepanjang 2,1 kilometer dengan lebar enam meter. Dahulunya jalan penghubung dua dusun di perbukitan itu hanya jalan setepak yang sulit diakses. Saat ini, akses jalan sudah terbuka dan sudah dapat dilalui roda empat seiring dengan sudah didahuluinya kegiatan dalam bentuk Pra TMMD.

“Warga Dusun Kajor dan Nawungan sadar betul pentingnya akses jalan bagi perubahan perekonomian mereka. Kesadaran itu pula yang mendorong mereka merelakan tanahnya digunakan untuk melebarkan akses jalan setapak yang ada di kawasan tersebut,” tandas Dandim 0729/Bantul, Letkol Inf Agus Widianto.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando