KAMI TENTARA REPUBLIK INDONESIA AKAN TIMBUL & TENGGELAM BERSAMA NEGARA

KAMI TENTARA REPUBLIK INDONESIA AKAN TIMBUL & TENGGELAM BERSAMA NEGARA
Home » » Waspada ISIS dan Penggunaan Media Sosial

Waspada ISIS dan Penggunaan Media Sosial

Written By portal komando on 17 Jul 2017 | 6:10 PM


PK,.JAKARTA,.Jangan mudah percaya terhadap berita bohong, dan percayalah kepada para komandan satuan, Prajurit dan ASN (Aparatur Sipil Negara) TNI harus cerdas, dan cermat serta pandai memilah dalm memilih berita yang positif dan bermanfaat. Demikian kutipan Amanat tertulis Panglima TNI, Jendral TNI Gatot Nurmantyo pada Upacara Bendera 17an yang dilaksanakan di Makoopsau I dan diikuti oleh seluruh Personel Makoopsau I, dengan bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Asisten Perencana Koopsau I, Kolonel Pnb Fahrizet .

Dejelaskan pula, Berkaitan dengan pelaksanaan tugas TNI, terkait dengan bahaya terorisme yang telah menghantui dunia.Jangan dianggap main-main, karena bahaya terorisme itu sungguh-sungguh nyata, bahkan Indonesia juga menjadi sasaran aksi-aksi terorisme.Beberapa aksi-aksi teror sekelampok orang yang terkait jaringan ISIS.Oleh karena itu TNI harus lebih serius menghadapi terorisme, salah satu caranya, aparat keamanan harus diberikan peralatan maupun perlengkapan yang lebih baik, dari segi peralatan fisik maupun kelengkapan peraturan perundangan.Dengan demikian, aparat intelijen, aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan di negara ini bisa secara bersama-sama memberantas terorisme.

Hal lain yang tidak kalah penting, Panglima TNI mengingatkan kembali tentang penggunaan media sosial, dengan munculnya kelompok baru yang menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk menyebarkan informasi yang sesat, untuk itu kepada seluruh Prajurit dan ASN serta keluarga besar TNI Panglima TNI meminta kesadaran yang tinggi dalam menggunakan media sosial baik pribadi maupun kedinasan, Saya perintahkan batasi penggunaan handphone, smartphone dan media elektronik lainnya dari hal-hal yang tidak penting, hindari penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial karena hal itu dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan.

Diakui bahwa kelompok Cyber Narcoterorism menggunakan beragam situs terkemuka seperti youtube, twitter dan facebook untuk tujuan merebut pangsa pasar, penyebaran pemikiran, dorongan untuk mengikuti ajaran sesat tersebut, perekrutan dan berbagai informasi. Hal ini menjadi sebuah cara yang paling efektif dalam melakukan aksi yang diinginkannya. Gerakan Cyber Narcoterorism menjadi musuh utama Bangsa Indonesia saat ini, bahkan menjadi musuh bangsa-bangsa di dunia, imbuhnya.





Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando