PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Danlanud SIM Hadiri Peringatan 12 Tahun Damai Aceh

Danlanud SIM Hadiri Peringatan 12 Tahun Damai Aceh

Written By portal komando on 16 Agt 2017 | 8:37 AM


Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Suliono, S.Sos., menghadiri peringatan 12 tahun Perdamaian Aceh.
Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Suliono, S.Sos., melihat pameran foto proses perdamaian Aceh. (Foto Pen Lanud SIM)

PK,.ACEH,.Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Suliono, S.Sos., menghadiri acara peringatan 12 Tahun Damai Aceh yang diselenggarakan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Selasa (15/8). Bertemakan “Merawat Damai Menuju Aceh Hebat”, acara dibuka dengan Tarian Ranup Lampuan yang dimainkan beberapa pemuda pemudi Aceh sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ucapan selamat datang kepada tamu undangan serta masyarakat Aceh yang hadir, kemudian dilanjutkan pemutaran film kilas balik berjudul "Merajut Damai Aceh" yang menceritakan sejarah peperangan dan konflik yang terjadi di Aceh hingga perdamaian terwujud.

Alur cerita dimulai dari pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan Daud Beureueh hingga pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terhadap Pemerintah Republik Indonesia dan diakhiri dalam tahapan proses perdamaian yang disepakati di Helsinki, Finlandia atau yang dikenal dengan perjanjian Helsinki pada 15 Agustus 2005 silam.

Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al Haythar selaku saksi sejarah perdamaian mengatakan perdamaian yang terjadi di Aceh menjadi contoh dunia internasional untuk mempelajari bagaimana menciptakan perdamaian di Negara-negara konflik bersenjata. “Seperti Kolombia, Myanmar, Thailand dan Filipina datang ke Aceh beberapa waktu lalu untuk belajar menyelesaikan konflik,” ujarnya seraya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan komitmen yang kuat untuk membangun, menjaga dan melestarikan perdamaian di Aceh. Kedamaian merupakan kebutuhan seluruh umat manusia tanpa memandang latar belakang agama dan etnis, katanya, namun meraih perdamaian bukanlah proses yang mudah karena butuh perjuangan keras, penuh berbagai tantangan dan semangat berkonsisten mengisi, merawat serta mempertahankan perdamaian tersebut.

Mewakili Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan perdamaian Aceh menciptakan banyak perubahan positif yang dirasakan masyarakat Aceh, situasi dan kondisi sangat kondusif dimana penghormatan terhadap hak sipil dan politik rakyat semakin meningkat serta berkualitas. “Terciptanya suasana seperti ini, janganlah membuat cepat puas sebab tantangan untuk merawat, melestarikan dan mengisi perdamaian masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya. Salah satu tantangan kedepan, menurutnya, menunjukan kepada dunia bahwa Aceh menjadi salah satu tempat yang indah, nyaman, aman untuk dikunjungi, dihuni dan berinvestasi.

Disela-sela acara, Danlanud Sultan Iskandar Muda mengatakan peringatan ini sangat penting bagi masyarakat Aceh untuk diselenggarakan setiap tahun agar segenap masyarakat Aceh mengetahui sejarah lahirnya sebuah proses lahirnya di Aceh sehingga mampu bahu-membahu, bekerja sama, kompak dan solid untuk mewujudkan Aceh Hebat.

Turut Hadir Deputy Chief Minister Penang Malaysia Prof. Ramasamy, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Moch. Fachrudin, Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S. Djambak, Kepala PPTP Kemhan Provinsi Aceh Marsma TNI Eris Widodo, para pelaku sejarah perdamaian Aceh, Forkopimda Aceh, tokoh agama, tokoh pemuda pemudi serta masyarakat Aceh.



Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando