PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Mengintip Kekuatan Pasukan Lapis Baja Korea Selatan

Mengintip Kekuatan Pasukan Lapis Baja Korea Selatan

Written By portal komando on 15 Agt 2017 | 7:57 AM


Korea Selatan merupakan Negara yang masih berada dalam situasi perang sampai dengan saat ini, hal ini disebabkan karena pada saat perang Korea tahun 1950 s.d 1953 hanya diakhiri dengan gencatan senjata saja dan belum adanya perjanjian damai sampai saat ini. 

Sehingga hal tersebut membuat masing-masing Negara baik Korea Selatan maupun Korea Utara terus mengembangkan kekuatan militernya baik Personel maupun Alutsista yang digunakan dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya kembali Perang di Semenanjung Korea.

Sama seperti Negara-negara lain, Angkatan Darat Korea Selatan (Republic Of Korea Army/ROKA) merupakan salah satu kekuatan militer terbesar yang dimiliki Angkatan Bersenjata Korea Selatan dengan jumlah personel ± 522.000 dan jumlah Alutsista yang cukup banyak dan tentunya memiliki standar high technology. Sebagai kekuatan utama pertahanan di darat, ROK Army memiliki beberapa kecabangan tempur maupun non tempur yang bertugas mengamankan wilayah darat Korea Selatan. Dan salah satu yang cukup memiliki efek deterrent cukup besar adalah satuan lapis baja atau Armor.

Dalam satu dekade terakhir, Armor ROK Army telah mencapai kemajuan dari hanya memiliki ranpur warisan dari Amerika Serikat yang digunakan saat membantu Korea Selatan pada perang Korea yaitu M48 Patton hingga kini memiliki kendaraan Tempur Black Panther (K2) produksi sendiri yang merupakan tank generasi ketiga yang setara dengan ranpur MBT Leopard Jerman maupun Leclerc dari Perancis. Hal ini juga tidak bisa dipungkiri adanya peran dan bantuan dukungan TOT (Transfer Of Technology) dari sekutu utama Korea Selatan yaitu Amerika Serikat.

Kecabangan Armor ROKA tidak memiliki pusat Kesenjataan namun langsung dirangkap oleh Pusat Pendidikan Kavaleri yang dikepalai seorang Komandan Sekolah yang berpangkat Mayor Jenderal. Sebagai pusat kecabangan dan pusat pendidikan, ROK Armor School memiliki tugas menyelenggarakan pendidikan kecabangan bagi perwira , bintara dan tamtama ROK Army kecabangan Armor baik yang berdinas di satuan Tank, Infanteri Mekanis maupun Kavaleri Marinir. 제 생명 전차와 함께 , 번개와 같이 (My life with Tank and Together with Lightning) merupakan semboyan yang dimiliki oleh Pusat Pendidikan Lapis Baja ROK Army yang memiliki arti Hidupku bersama-sama dengan Ranpur dan menyerang secepat petir. Semboyan ini harus tertanam di setiap sanubari prajurit Lapis Baja Korea Selatan. Pusat Pendidikan Lapis Baja ROK Army sendiri berada di bawah komando Pendidikan dan Latihan ROK Army.

Setelah menempuh pendidikan di Armor School maka seorang prajurit Armor akan memasuki satuan Lapis Baja yang berada di garis depan sekitar perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. 
Hal ini untuk mengantisipasi apabila ada serangan darat mendadak dari Korea Utara yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dengan berada di garis depan menuntut kesiapan yang lebih dari pasukan Armor yang terdiri dari 5 Armor Brigade.

Adapun 5 Armor Brigade tersebut terdiri dari 1st Armor Brigade yang berada di daerah Gapyeong, 2nd Armor Brigade yang berada di daerah Paju, 3rd Armor Brigade yang berada di daerah Wonju, 5th Armor Brigade di daerah Yangju dan 102th Armor Brigade yang bermarkas di Yangyang. Brigade-Brigade tersebut merupakan Brigade Komposit yang terdiri dari satuan Batalyon Tank, Batalyon Infanteri Mekanis, Batalyon Artileri Medan serta beberapa Kompi perkuatan seperti Kompi Pengintai, Kompi Arhanud, Kompi Penerbad, Kompi Perhubungan, Kompi Zeni, Kompi Angkutan, Kompi Pemeliharaan, Kompi Kesehatan dan Kompi Markas. Dan masing-masing Brigade berada di bawah Komando dari Divisi Infanteri standard atau Divisi Infanteri Mekanis ROK Army.

Dislokasi Brigade Lapis Baja ROK Army
Kemudian Batalyon Tank merupakan satuan Tank murni yang dimiliki ROK Army sehingga tidak ada istilah Brigade Tank atau Resimen Tank. Namun yang ada adalah Brigade Lapis Baja/Armor dimana komposisinya terdiri dari satuan Batalyon Infanteri Mekanis yang menggunakan ranpur APC dan Batalyon Tank yang murni menggunakan MBT dengan senjata utama kanon.

Batalyon Tank yang berada di bawah komando Divisi Infanteri Mekanis dan Divisi Infanteri standard memiliki sedikit perbedaan organisasi yang dilihat dari jumlah tank yang dimiliki oleh peleton Tank dimana Yon Tank yang berada di bawah Divisi Infanteri Mekanis memiliki 3 ranpur dan Yon Tank yang berada di bawah Divisi Infanteri Standard 1 peleton Tank memiliki 4 ranpur.

Berikut ini adalah alutsista yang digunakan dalam sebuah Batalyon Tank :
a) MBT ( Main Battle Tank ) terdiri dari 2 type yaitu type M dan type K dimana masing-masing satuan Kavaleri saat ini masih menggunakan kedua type tank tersebut.
                                                  (1) Tank M48 – A5 buatan USA (1953).
(a) Berat 49 ton.
(b) Panjang 9,3 m.
(c) Lebar 3,65 m.
(d) Tinggi 3,1 m.
(e) Jumlah kru ranpur 4 orang.
(f) Ketebalan baja 120 mm.
(g) Kecepatan max 48,3 km/jam.
(h) Senjata utama kanon 105 mm.
(i) Jumlah munisi di ranpur 62/54 butir.
(j) Senapan mesin PSU K6 12.7 mm.
(k) Senapan mesin coaxial M60E2-1 7.62 mm.
(l) Senapan mesin M60D GPMG 7.62mm di kupola loader
(m) Aksi radius 469 km.
                                         (1) Tank K1 buatan Korea Selatan (1987).
(a) Berat 51 ton.
(b) Panjang 9,67 m.
(c) Lebar 3,59 m.
(d) Tinggi 2,24 m.
(e) Jumlah kru ranpur 4 orang.
(f) Kecepatan max 65 km/jam.
(g) Senjata utama kanon 105 mm.
(h) Jumlah munisi diranpur 47 butir.
(i) Senapan mesin PSU K6 12.7 mm.
(j) Senapan mesin coaxial M60E2-1 7.62 mm.
(k) Senapan mesin M60D GPMG 7.62mm di kupola loader
(l) Aksi radius 500 km.

                                     (1) Tank K1A1 buatan Korea Selatan (2001).
(a) Berat 54.5 ton.
(b) Panjang 9,71 m.
(c) Lebar 3,6 m.
(d) Tinggi 2,25 m.
(e) Jumlah kru ranpur 4 orang.
(f) Kecepatan max 40 km/jam.
(g) Senjata utama kanon 120 mm.
(h) Jumlah munisi di ranpur 32 butir.
(i) Senapan mesin PSU K6 12.7 mm.
(j) Senapan mesin coaxial M60E2-1 7.62 mm.
(k) Senapan mesin M60D GPMG 7.62mm di kupola loader
(l) Aksi radius 400 km. 
                                    (1) Tank K2 buatan Korea Selatan (2014).
(a) Berat 55 ton.
(b) Panjang 10,8 m.
(c) Lebar 3,6 m.
(d) Tinggi 2,4 m.
(e) Jumlah kru ranpur 3 orang.
(f) Kecepatan max 70 km/jam.
(g) Senjata utama kanon 120 mm.
(h) Jarak efektif 3000 km – 4000 km.
(i) Jumlah munisi di ranpur 40 butir.
(j) Senapan mesin PSU K6 12.7 mm
(k) Senapan mesin coaxial M60E2-1 7.62 mm.
(l) Aksi radius 450 km.

                                                            (1) Tank K1 ARV
Tank K1 Recovery buatan Korea Selatan (1993).
(a) Berat 51 ton.
(b) Panjang 8,96 m.
(c) Lebar 3,6 m.
(d) Tinggi 2,65 m.
(e) Jumlah kru ranpur 5 orang.
(f) Daya angkat 25 ton.
(g) Daya tarik 35 ton.
(h) Senjata utama K6 12.7 mm.
(i) Rintangan miring 31°.
(j) Anti Nubika (k) Memiliki pelontar granat asap dan kemampuan stabilisasi tanah.

Tank K200 KIFV
(1)          Tank K200 KIFV buatan Korea Selatan (1985).

                                   (a)       Berat 13,2 ton.

                                   (b)       Panjang 5,49 m.

                                   (c)       Lebar 2,85 m.

                                   (d)       Tinggi 2,52 m.

                                   (e)       Jumlah kru ranpur 12 orang.

                                   (f)        Kecepatan max 70 km/jam.

                                   (g)       Rintangan miring 31°.

                                   (h)      Melangkah 1.68 m.

                                   (i)        Senjata utama K6 12.7 mm.

                                   (j)        Senapan mesin M60E2-1 7.62 mm.                     

                                   (k)       Aksi radius 480 km.


                 Tank K277 Commando

(1)          Tank K277 Commando buatan Korea Selatan (1985).

                                   (a)       Berat 13,5 ton.

                                   (b)       Panjang 5,49 m.

                                   (c)       Lebar 2,85 m.

                                   (d)       Tinggi 2,52 m.

                                   (e)       Jumlah kru ranpur 6 orang.

                                   (f)        Kecepatan max 70 km/jam.

                                   (g)       Rintangan miring 31°.

                                   (h)      Melangkah 1.68 m.

                                   (i)        Senjata utama K6 12.7 mm.
                                                                          (j)        Dilengkapi dengan peralatan posko komandan. 
 

            Tank K242 Mortir 4.2”
Tank K242 Mortir 4.2” buatan Korea Selatan (1989).
                                   (a)       Berat 13,2 ton.
                                   (b)       Panjang 5,49 m.
                                   (c)       Lebar 2,85 m.
                                   (d)       Tinggi 2,52 m.
                                   (e)       Jumlah kru ranpur 12 orang.
                                   (f)        Kecepatan max 70 km/jam.
                                   (g)       Rintangan miring 31°.
                                   (h)      Melangkah 1.68 m.
                                   (i)        Senjata utama K6 12.7 mm.
                                 (j) Senapan mesin M60E2-17.62 mm.                     
                                   (k) Senjata mortir di bagian belakang ranpur.


Yang menarik dari Satuan Lapis Baja ROK Army adalah mereka tidak menggunakan sama sekali Kendaraan tempur beroda Ban sehingga tidak ada penggolongan Panser maupun Tank, namun yang ada adalah satuan Tank yang menggunakan ranpur MBT (Main Battle Tank) dan Satuan Infanteri Mekanis yang menggunakan ranpur APC (Armored Personnel Carrier) yang juga beroda rantai / track. 

Hal ini dihadapkan dengan kondisi medan Korea Selatan yang hampir 80% berupa pegunungan dan banyak terdapat sungai yang sangat cocok dan efektif apabila menggunakan Ranpur jenis Tank. Hal di atas cukup berbeda dengan penamaan di Satuan Kavaleri Angkatan Darat yang masih menggunakan istilah Panser untuk Ranpur beroda Ban dan Tank untuk Ranpur beroda Rantai.

Saat ini juga Armor ROK Army sedang mengembangkan konsep Ranpur APC masa depan, dimana Korea Selatan yang sudah memiliki industri Tank sendiri, saat ini sedang mengembangkan teknologi alutsista tank yang akan digunakan oleh kecabangan Kavaleri Korea Selatan dengan kecanggihan yang maksimal. 

Adapun kecanggihan yang akan dimiliki adalah mesin menggunakan pembangkit tenaga hybrid, menggunakan panel energi dari satelit, sistem suspensi aktif, deteksi aktif IED (Improvised Explosive Device), Kubah yang sangat kecil, kru 2 orang, menggunakan jaringan network sebagai kodal antar ranpur, memiliki sistem penghancur ranjau yang aktif, granat asap sebagai pengelabuan, memiliki sistem penghancur UAV (Unmanned Aerial Vehicle), memiliki alat monitoring depan, memiliki laser dan karbon tekanan panas, menggunakan sensoring aktif tank musuh dan memiliki Explosive Reaction Armour.  


Demikian sekilas tentang pasukan Lapis Baja Korea Selatan yang bisa penulis bagikan saat ini, semoga dapat menambah wawasan kita semua.

Penulis : Mayor Kav Ronald Tampubolon,S.H.(Pabanda Binsis Alutsista Sopsad)

Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando