Home » » Pasi Ops Kodim 0731 hadiri Sarasehan Penanggulan Bencana Daerah.

Pasi Ops Kodim 0731 hadiri Sarasehan Penanggulan Bencana Daerah.

Written By portal komando on 11 Agt 2017 | 11:11 AM

PK,.Yogya Barat. Kamis (10/07/17) pukul 09.30 s/d 12.20 bertempat di RM Bu Hartin Jl. Raya Wates - Jogja Km. 2 Gunung Gempal, Desa Giripeni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo telah berlangsung Sarasehan Kesiapsiagaan Bagi Aparat, Masyarakat dan Dunia Usaha yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah/ BPBD DIY.
 
Dalam kegiatan ini, hadir antara lain: ; Ir. Heri Siswanto (Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD DIY. Dr. I Nyoman Sukanta. S.Si., MT (Kepala Badan Meteorogi, Klimatologi dan Geofisika/ BMKG DIY. Raditia Putra., ST (Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi/ BPPTKG DIY. Ir. Gusdi Hartono., MT (Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo),Kompol Sudarman (Polres Kulon Progo). Lettu Inf Berhen (Pasi Ops Kodim 0731)
 
Para Undangan dari berbagai instansi, serta Masyarakat yang masuk kawasan bencana.Berbagai penjelasan dan arahan serta hal tehnis di jabarkan pada kegiatan ini.Ir. Heri Siswanto selaku Kepala Bidang Kesiap siagaan BPBD DIY menjelaskan,
 
Pelaksanakan kegiatan ini, rutin dilakukan setiap tahun. Karena mayoritas 70 % DIY wilayah rawan bencana, 301 desa masuk kawasan rawan bencana. Selain itu sesuai amanat dalam UU 24 Tahun 2007, dan akan direvisi ulang oleh DPR RI. Dalam UU itu komponen pemegang kekuasaan mempunyai kewajiban untuk melindungi masyarakat yang berada dalam kawasan bencana.
 
"Sehingga kita mengundang dari berbagai instansi dan warga masyarakat. DIY mempunyai 12 potensi ancaman bencana. Untuk di Kulon Progo kawasan utara dan tengah rawan longsor dan kekeringan, dan wilayah kawasan selatan banjir dan gelombang ekstrim. Sebagai contoh kawasan pesisir selatan pantai DIY yang rawan bencana tsunami sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk meminimalisir korban bencana alam dan membentuk masyarakat yang tangguh bencana yaitu mempunyai daya antisipasi, daya proteksi, daya adaptasi dan daya lenting" jelas Heri Siswanto.
 
Upaya dari kesadaran tadi, dibentuklah Desa tangguh bencana, Sekolah tangguh bencana.
Di kesempatan yang sama Ir. Gusdi Hartono., MT selaku Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo. Menambahkan di Propinsi DIY mempunyai 12 potensi ancaman bencana, dan di wilayah Kulon Progo mempunyai 11 potensi ancaman bencana. Di BPBD sendiri mempunyai 3 (tiga) tupoksi yaitu sebelum terjadi bencana yaitu koordinasi. Saat terjadi bencana yaitu Koordinasi dan ketiga Komando sesudah terjadi bencana.

Sementara itu Dr. I Nyoman Sukanta. S.Si, MT sebagai Kepala BMKG DIY, memaparkan. Tupoksi BMKG sesuai UU no 31 th 2009 yaitu memberikan informasi terkait cuaca maupun bencana gempa yang beresiko tsunami yang harus segera direspon oleh BPBD setempat. Potensi di wilayah DIY untuk sumber gempa ada 2, yaitu pergerakan lempeng di selatan Jawa, dan patahan cesar lokal contoh gempa pada tahun 2006 di Bantul. Untuk Kulon progo sendiri sampai saat ini belum ditemukan patahan cesar lokal. Namun untuk potensi tsunami di mungkinkan ada yaitu pusat gempa dilaut jika kekuatan gempa minimal 7 SR.

Sedangkan Raditia Putra., ST dari BPPTKG DIY, menambahkan tugas dan Tupoksi BPPTKG yaitu menyelidiki masalah kegunung apian dan pergerakan tanah. Ada 6 gunung api ada di Jawa yang tergolong masih aktif. Secara ilmu Geologi, Kulon Progo ada perbukitan Menoreh yang dulu merupakan gunung api purba sehingga tanah disini tidak padat. Sehingga apabila ada hujan yang lebat akan berpotensi mudah longsor. "Tanda-tanda pergerakan tanah terdapat pada lereng yang terjal, muncul retakan yang tiba-tiba, pada tapal kuda, untuk peringatan kita sudah memasang alat peringatan dini tanah longsor/ EWS, namun baru di Magelang dan Dieng" kata Radita Putra.

Pasi Ops Kodim 0731 Lettu Inf MB Berhen. Pada Kegiatan Kesiap siagaan ini, sangat mengapresiasi. Dan berharap supaya secara rutin diselenggarakan.
 
"Agar mengetahui daerah-daerah mana yang rawan bencana di Kulon Progo sehingga dari berbagai instansi dan masyarakat dapat bekerja sama mengantisipasi bila terjadi bencana dan meminimalisir korban bencana. Yang menjadi tugas kita bersama. (Bang.M.NATSIR)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando