PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Satgas Pamtas Yonif PR 432 Kostrad dan BPBD Jayapura Latih Penanggulangan Bencana Masyarakat Perbatasan

Satgas Pamtas Yonif PR 432 Kostrad dan BPBD Jayapura Latih Penanggulangan Bencana Masyarakat Perbatasan

Written By portal komando on 30 Agt 2017 | 1:20 PM

PK,.(Penkostrad. Rabu, 30 Agustus 2017). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura dan Satgas Yonif PR 432 Kostrad mengadakan pelatihan bongkar pasang tenda untuk peningkatan kapasitas relawan Desa tanggu bencana kepada masyarakat perbatasan kampung Skouw Mabo dan Holtekam wilayah Distrik Muaratami. Pelatihan  bersama ini diadakan di gedung serbaguna dan lapangan Adat Kampung Skouw Mabo  (24/8). 

Pelatihan dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Jayapura yang diwakili oleh Bapak Jonnie Koolang,SE.MM Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jayapura, turut hadir Danramil Muaratami Kapten Inf Sutrisno, Kapolsek Muaratami M Mukabsi, Danki D Satgas Lettu Inf Rosidi, Pasintel Satgas Lettu Inf M Tavin, Papen Satgas Lettu Ctp Joko S dan LSM RAPI wilayah Muaratami.

Kegiatan ini melibatkan relawan 3 kampung yaitu kampung Skouw Mabo, Holtekam dan Koya Timur dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat sedini mungkin agar supaya apabila menghadapi bencana masyarakat sudah siap untuk bagaimana langkah langkah penyelamatanya.

Materi yang di berikan meliputi pelatihan keterampilan bongkar pasang tenda untuk peningkatan kapasitas relawan Desa Tanggu Bencana, dimana masyarakat harus bisa menyiapkan tempat untuk hunian sementara (Huntara) apabila terjadi bencana.

Menurut Bapak Jonnie Koolang “Kampung Skouw Mabo ini letaknya berada di tepi pantai, dan secara otomatis memiliki ancaman terjadinya gelombang pasang dengan kegiatan ini kami memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman tentang cara-cara penyelamatan apabila sewaktu waktu terjadi bencana,” paparnya

Danki D Satgas Lettu Inf Rosidi mengatakan, “Kegiatan seperti ini harus selalu di berikan kepada masyarakat yang tinggal dipinggir pantai khususnya masyarakat Skouw Mabo apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan sudah siap, karena kita bisa lihat tanggul-tanggul pemecah ombak yang sudah terpasang posisinya sudah tidak sesuai pada tempatnya lagi dan masih belum bisa menahan besarnya ombak bila cuaca ekstrim”. terangnya

Bapak Yulianus Uduas sebagai ketua RT setempat mengatakan “Kami dengan masyarakat sangat berterimakasih dan bersyukur dengan adanya pelatihan ini sehingga kami masyarakat Skouw Mabo dapat memiliki keterampilan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, karena disini kami juga sangat kawatir dan resah bila badai atau hujan lebat karena ombak yang sangat besar sampai di pemukiman masyarakat kami”.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando