PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Senjata Mau Direbut Massa, Terpaksa Keluarkan Tembakan

Senjata Mau Direbut Massa, Terpaksa Keluarkan Tembakan

Written By portal komando on 10 Agt 2017 | 6:04 PM



PK,.MIMIKA,.Aksi bentrok Dua kelompok Nelayan di Pelabuhan Nusantara Pomako, terjadi di halaman kantor Polsek KP3 Laut Pomako Mimika, Rabu (9/8) kemarin. Akibat dari kejadian tersebut menyebabkan 1 orang warga a.n Theo Cikatem , umur 20 th. Suku Asmat terkena tembakan di bagian perut dan 1 orang lagi a. n Rudi, suku asmat, umur 31 th terkena tembakan di bagian tangan sebelah kanan. Sedangkan dari aparat dua orang anggota TNI terkena bacokan di bagian kepala saat ikut membantu polisi untuk melerai dan menenangkan warga yang sedang beringas dan anarkis.

Bentrok ini bermula saat Ketua RT 08 Pomako dan Ketua Nelayan mendatangi Polsek KP3 Laut untuk membicarakan masalah perijinan mencari ikan nelayan non pribumi yang disepakati oleh kepala kampung dan Dinas Perikanan Mimika.

Namun, saat itu ada nelayan yang membuat keonaran, sehingga dibawa ke luar Polsek. Saat dibawa ke luar, nelayan tersebut ditarik dan dipukul oleh masyarakat nelayan pendatang. Mengetahui rekan nelayannya dianiaya. Masa gabungan dari suku kamoro/Asmat berkumpul dan menyerang nelayan pendatang, merusak fasilitas umum, menjarah perahu dan isi pemukiman nelayan pendatang serta melakukan pengrusakan fasilitas umum termasuk kantor KP3L Pomako. Meski aparat kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan keudara. Namun massa tetap melakukan penyerangan kantor Polsek KP3 Pelabuhan Pomako.

Saat bersamaan ada anggota TNI yang berada di dalam kantor Polsek KP3L sedang bertugas untuk memonitor situasi wilayah. Melihat terjadi kekacauan, anggota tersebut berusaha membantu aparat kepolisian menenangkan massa, namun masyarakat semakin beringas dan anarkis, bahkan menyerang anggota TNI tersebut dengan menggunakan parang. Dalam situasi terpojok, anggota TNI tersebut kemudian mengeluarkan Senjata pistol Index milik nya, tiba-tiba ada seseorang yang memeluk dari belakang dan mencoba merampas senjata hingga mengakibatkan Yang bersangkutan terjatuh dan terjadi pergumulan serta terkena sabetan parang. Dalam keadaan terdesak dan nyawa terancam, anggota tersebut terpaksa mengeluarkan tembakan untuk membela diri, selanjutnya Ybs lari masuk kedalam Polsek KP3L.

Tidak berhenti sampai disitu, warga mengejar anggota tersebut ke dalam kantor Polsek, bahkan ada yang sampai naik ke atas plafon untuk mengejar, namun anggota tersebut sembunyi, sehingga warga tidak menemukannya.

Untuk meredakan situasi, satu peleton Dalmas Polres Mimika disiagakan melakukan pengamanan di sekitar Mapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako. Informasi yang dihimpun, kondisi di area Pelabuhan Pomako saat ini berangsur kondusif. 
 
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat setempat masih melakukan pemalangan jalan menuju Pelabuhan Pomako bersenjatakan kapak parang dan tombak. Pengendara yang hendak menuju pelabuhan terpaksa berbalik ke kota Timika. “Tidak ada lagi yang pakai batu, semua senjata tajam. Di dalam mobil kita hanya bisa menunduk,” cerita seorang sopir yang sempat mobilnya dirusak massa yang melakukan pemalangan.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando