PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Tim EFQR Lantamal XIII Tarakan Gagalkan Penyeludupan Kepiting Betina Yang Akan Dikirim Ke Tawau Malaysia

Tim EFQR Lantamal XIII Tarakan Gagalkan Penyeludupan Kepiting Betina Yang Akan Dikirim Ke Tawau Malaysia

Written By portal komando on 11 Agt 2017 | 2:10 PM



PK,.TARAKAN. Perintah Komandan Lantamal XIII (Danlantamal XIII) Tarakan Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni kepada tim Eastern Fleet Quick Response (EFQR) Lantamal XIII untuk lebih meningkatkan lagi intensitas patroli di laut, perintah tersebut langsung dilaksanakan dengan maksimal dan berkesinambungan. Koordinasi antara Tim EFQR, unsur (KAL dan Patkamla) dan intelejen terus dilakukan guna kelancaran pelaksanaan patroli di laut agar lebih tepat sasaran. Hal tersebut dibuktikan dengan ditangkapnya penyelundupan kepiting batina yang akan dibawa dari Tarakan ke Tawau Malaysia.

Dalam konferensi pers sore tadi, Kamis (10/08) Danlantamal XIII menjelaskan bahwa pada hari Rabu (09/08) Tim EFQR Lantamal XIII melaksanakan patroli rutin dalam rangka Operasi Keamanan Laut Terbatas (Kamlatas), menindak lanjuti adanya informasi intelejen bahwa akan ada penyelundupan kepiting betina di wilayah perairan Tarakan dan Juwata. Pada pukul 22.00 Wita Tim EFQR (Kal Bunyu) menemukan 2 speed boat yang sedang melaksanakan bongkar muat di tengah laut (di Perairan Sadau) pada saat didekati 1 speed boat berwarna putih melarikan diri sehingga Tim EFQR hanya bisa memeriksa 1 speed boat yang berwarna biru yang masih terapung.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan awal terhadap 1 speed boat yang berwarna biru, didapat keterangan bahwa speed boat tersebut bermesin tunggal 200 PK (tanpa nama), dokumen kapal nihil dan muatan berisi 25 koli kepiting betina ( +750 Kg), dengan barang bukti tersebut Tim EFQR Lantamal XIII melaksanakan pengawalan terhadap speed boat berwarna biru ke Mako Lantamal XIII. Dalam perjalanan pengawalan Tim EFQR Lantamal XIII berpapasan dengan speed boat berwarna putih dengan kecepatan tinggi dan tampak mencurigakan sehingga Tim EFQR Lantamal XIII (Kal Bunyu) berkoordinasi dengan Tim EFQR Lantamal XIII (Patkamla Sebatik) untuk melaksanakan penyekatan dan pengejaran, dan tepat pada pukul 23.30 Wita Tim EFQR Lantamal XIII (Patkamla Sebatik) berhasil menangkap speed boat berwarna putih tersebut di perairan Pulau Sadau. Dari hasil pemeriksaan awal, diperoleh keterangan bahwa 1 buah speed boat berwarna putih bermesin double 200 PK bernama Express, Motoris a.n. Darsono dan ABK a.n. Ridwan, dokumen kapal nihil sedangkan muatan berisi 20 koli kepiting betina ( +600 Kg)

Komandan Satuan Keamanan Laut (Dansatkamla) Lantamal XIII Mayor Laut (P) Martha Novalianto, SH. Menambahkan, bahwa dari hasil pemeriksaan awal telah dapat cukup bukti bahwa pelaku (pemilik barang) diduga telah melanggar pasal 6 huruf (a,b,c) dan pasal 31 (huruf a. Dengan sengaja melakukan pelanggaran sesuai ketentuan pasal 6, dipidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak 150 juta) UU No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Semua barang bukti dalam kondisi masih hidup sehingga dapat dikenakan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 56/Permen-KP/2016 pasal 7 ayat 2 huruf a. melepaskan lobster, kepiting dan rajungan yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagai mana dimaksud dalam pasal 2, 3 dan 4 jika masih dalam keadaan hidup.

Selesai pelaksaan pemeriksaan awal di kantor Satkamla Lantamal XIII, Pihak Lantamal XIII langsung berkoordinasi dengan PSDKP Kota Tarakan dan BKP Kelas II Tarakan, selanjutnya menyerahkan pelaku dan barang bukti kepiting betina yang masih dalam kondisi hidup untuk dilaksanakan penyelidikan dan penyidikan lanjutan oleh penyidik PSDKP. Guna mencegah terjadinya kematian pada seluruh kepiting betina tersebut, dari hasil koordinasi dengan PSDKP dan BKP Kelas II Tarakan maka seluruh kepiting segera dilepaskan ke laut, yaitu di dermaga Lantamal XIII Mamburungan.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando