PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Asisten Deputi Kementerian Polhukam Bidang Pertahanan Negara, Kunjungi Satuan Radar 215 Congot.

Asisten Deputi Kementerian Polhukam Bidang Pertahanan Negara, Kunjungi Satuan Radar 215 Congot.

Written By portal komando on 6 Sep 2017 | 7:44 PM

PK,.Yogya Barat. Tim monitoring dari Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan mulai tanggal 5 September - 8 September melakukan kunjungan kerja lapangan.

Salah satu tujuan dari kunjungan kerja selama 3 (tiga) hari ini, mengunjungi Markas Satuan Radar 215 Congot dan lokasi pembangunan bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengumpulkan data, informasi serta mengkaji bila masih ada di temukan permasalahan yang dapat mengganggu percepatan pembangunan bandara tersebut.

Marsma TNI Ahmad Sajili selaku Ketua Tim yang sehari hari menjabat sebagai Asisten Deputi I/IV Pertahanan Negara Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), mengatakan dirinya dan rombongan dari Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan ditugaskan untuk melihat secara langsung sampai dimana kesiapan dan tahapan tahapan yang telah dicapai pada pembangunan Bandara Baru NYIA. Apa yang menjadi kendala dan hambatan percepatan pembangunan bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA).

"Untuk mengumpulkan data tersebut, kami mendatangi Lanud Adisutjipto, Korem 072/Pamungkas, Angkas Pura I, Polda DIY dan Satradar 215 Congot ini" jelas Marsma TNI Ahmad Sajili.

Dari paparan yang di sampaikan AP I, pihaknya mendapat informasi bahwa NYIA ditargetkan dapat beroperasi pada April 2019. Dari hasil tinjauan lapangan ini ada yang sudah dicapai dan ada beberapa proses yang perlu adanya kerja sama diantara Kementerian, dan unsur Forkompinda plus di Kabupaten Kulon Progo.

"Saat ini sudah berjalan baik, namun para pihak yang menjadi objek dan subjek dari proses pembangunan ini, perlu adanya kesadaran menyesuaikan, khusunya waktu, termasuk aturan-aturan yang dijalankan seperti konsinyiasi dengan sisi lain pada Oktober 2017 ditargetkan harus sudah selesai. Harapanya, proses pembangunan bisa dilaksanakan tepat waktu.

Seperti bagaimana tanah warga yang dulu menolak dan belum diukur namun sekarang berbalik mendukung, perlu diselesaikan secepat mungkin sehingga ada persamaan visi dan persepsi. Bila salah satu contoh hal tersebut menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan bandara NYIA, kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mencarikan solusinya," tegas Asisiten Deputi 1/IV Pertahanan Negara.

Selain permasalahan penghambat, dari hasil tinjauan lapangan, langkah-langkah yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) di wilayah Kabupaten Kulon Progo ini bisa menjadi contoh pembebasan tanah secara nasional, karena minim konflik. Namun, dilihat dan ditelaah lebih lanjut lagi, supaya target beroperasi Bandara NYIA tetap waktu sesuai harapan Presiden Jokowi, membutuhkan keseriusan semua pihak. Sehingga AP I bekerja mudah, tidak terbebani dengan masalah-masalah adanya kendala pembebasan lahan di pengadilan.

"Pelaksanaan di lapangan dan perlunya sinergitas semua pihak ini yang perlu kami carikan solusinya. Bandara ini merupakan salah satu sarana objek vital. Untuk itu seluruh unsur dan komponen harus terlibat dan memiliki tanggung jawab mensuskseskan pembangunan bandara NYIA," tambah Marsma TNI Ahmad Sajili.

Sementara itu, Sujiastono selaku Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, menjelaskan. AP I sudah menyampaikan persoalan dan hambatan dalam percepatan pembangunan bandara NYIA, dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh AP I di lapangan kepada Tim Monitoring Kemenko Polhukam.
"Tahapan saat ini, kami sedang melakukan pembersihan lahan yang diharapkan segera selesai.

Kemudian dalam perencanaan, kami mengadopsi semua masukan positif apa yang menjadi perhatian masyarakat, seperti bagaimana pembangunan tetap berjalan namun konstruksi dari Bandara ini dapat meminimalisir bila terjadi bencana alam seperti potensi tsunami, masukan positif ini penting. Pada prinsipnya, pembangunan jalan terus, namun tetap memperhitungkan dari segala aspek mitigasi bencana dalam penyusunan bangunan di bandara," kata Sujiastono.

Ditempat yang sama, Komandan Satuan Radar 215 Congot, Mayor Lek Joko Dwi Maryanto ST. MM. Menjelaskan sebagai Satuan TNI AU, baik sebelum ataupun sesudah dimulainya pembagunan bandara baru ini selalu siap membackup di wilayah ini.

Terlebih dengan dukungan Radar Wiebel yang terbaru, sangat siap mengamankan wilayah udara, dan membackup keberadaan Bandara baru NYIA tersebut.

"Diminta atau tidak pengawasan dan pengamanan wilayah udara itu tugas kami. Hanya saja untuk pihak yang ditunjuk, pada proses awal pembersihan lahan ini, seyogyanya bisa berkomunikasi yang baik dan benar dengan kami. Karena posisi Radar yang baru masih dibawah. Saya berharap ada koordinasi yang baiklah. Sehingga kami sebagai Pemangku wilayah operasi radar, yang mempunyai tanggung jawab besar tetap bisa menjalankan tugas, dan proses awal pembangunan bandara juga tetap bisa berjalan,saya tekan kan ini. " tegas Mayor Lek Joko Dwi Maryanto ST.MM. (NSR/bang natsir)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando