PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Rintisan Mediasi Komandan Satradar 215, Hantarkan Kerja Sama Perbatasan Dua Wilayah Kabupaten.

Rintisan Mediasi Komandan Satradar 215, Hantarkan Kerja Sama Perbatasan Dua Wilayah Kabupaten.

Written By portal komando on 20 Sep 2017 | 8:58 AM


PK,.Yogya Barat. Permasalahan yang pernah timbul dalam akses, pengelolaan menuju keberadaan lokasi wisata beberapa waktu yang lalu di perbatasan wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Purworejo, telah selesai. Selasa, (19/09/17) pukul 10.00 s/d 12.30 wib di lapangan Dusun Pasirmendit, Desa Jangkaran, Temon, Kulon Progo, telah dilangsungkan penandatanganan kerjasama antar daerah Pemda Kulon Progo DIY dan Pemda Purworejo Jawa Tengah. Acara kegiatan ini dihadiri sekitar 350 orang. 

Beberapa waktu yang lalu, saat suasana Liburaan Hari raya, akses jalan menuju lokasi wisata Mangrove sempat terputus. Semua berawal dari permasalahan parkir dan akses jalan. Dimana lokasi wisata masih berada di wilayah Kabupaten Kulon Progo namun akses jalan melewati Kabupaten Purworejo. 
 
Dengan adanya suasana yang tidak menguntungkan, atas inisiatif Komandan Satuan Radar 215, dimana lokasi Mako Satradar 215 tidak jauh dari Lokasi digunakanlah moment Karya Bhakti TNI untuk memperlancar akses jalan yang sempat terputus tadi. Sekaligus merangkul semua pihak, untuk duduk bersama bagaimana membuat solusi yang positip dan menguntungkan bagi masyarakat kedua Kabupaten tersebut.
 
"Iya, betul dulu akses jalan menuju lokasi wisata ini sempat terputus. Kita terpanggil untuk membantu mendinginkan suasana dan membuat akses jalan ini tersambung kembali. Dan saya sangat senang Bupati di kedua wilayah ini dapat menanggapi dan menindak lanjuti serta membuat kesepatan damai dan kerja sama, untuk kepentingan Masyarakat dua wilayah ini" jelas Mayor Lek Joko Dwi Maryanto ST. MM. 

Hadir dalam acara ini dari Kabupaten Kulon Progo :
1. Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo.
2. Gub DIY diwakili oleh Kakesbangpol Prop DIY, Agung Supriyono, 
3. Sekda Kulon Progo Ir Astungkara, M Hum. 
4. SKPD Kulon Progo 
5. Kapolres Kulon Progo AKBP Irfan Rifai
6. Dansatradar 215/Congot Mayor Lek Joko Dwi Maryanto, 
7. Wakaden Brimob Sentolo AKBP Djunaidi Hidayat. 
8. Danramil Temon diwakili Serma Hartono
9. Muspika kecamatan Temon 
10. Kades Jangkaran Murtakil Humam11. Para pengelola wisata mangrove dan tokoh masyarakat desa Jangkaran. 

Sedangkan dari Wilayah Purworejo, Jawa Tengah:
1. Bupati Purworejo Agus Bastian, SE.MM 
2. Wakapolres Purworejo, Kompol Setyoko, SH
3. Gubernur Jateng yang diwakili Asisten Kesra Setda Prop Jateng, Edi Pramono SH, M. HUM
4. Kasdim 0708/PWR Mayor Inf Sulistyo. 
5. SKPD Purworejo 
6. Danpos Lanal Cilacap Peltu Shohibi
7. Muspika purwodadi
8. Kades Jogoboyo Suyoto 
9. Kades Karanganyar Dwi
10. Tokoh masyarakat Desa Jogoboyo dan Desa Karanganyar.

Bupati Kulon Progo dalam sambutanya mengucapkan selamat datan dan terima kasih atas kedatangan para pihak, hal ini Menindak lanjuti silaturahmi dengan Bupati Purworejo, beberapa waktu yg lalu di pendopo Kabupaten purworejo, terkait permasalahan antar Desa Jogoboyo, Karanganyar ( Purworejo, Jateng ) dengan 4 kelompok wisata mangrove Jangkaran Temon, Kulon Progo ( DIY ).
 
"Maka dalam acara ini kita akan mengadakan MOU kedua belah wilayah, kita sudah mendapatkan beberapa kesepakatan, yang nantinya akan kita wujudkan dengan penandatanganan MOU dan pembentukan sekber serta kerja sama. Mudah mudahan MOU dan kerjasama yang akan kita tanda tangani nanti dapat menambah rasa persaudaraan serta silaturahmi antar kedua wilayah " kata Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo.

Sedangkan dari Bupati Purworejo,menyampaikan banyak terima kasih kepada Bupati Kulon Progo dan jajaranya atas prakarsa ini. Sesungguhnya persoalan ini adalah persoalan yang sederhana, karena dalam bingkai NKRI yang semunya pembangunan masih difasilitasi oleh negara, dan dalam bingkai NKRI ini tidak ada alasan untuk saling bermusuhan. 
 
"Dengan adanya rencana pembangunan bandara NYIA yang di Kulon Progo ini tentunya akan berdampak luas bagi kedua belah wilayah serta kerawanan sosial, untuk itu dalam acara ini kita akan menjalin kerja sama antar kedua wilayah yang akan kita tanda tangani bersama." Jelas Bupati Purworejo, Agus Bastian SE,MM.

Dari Gubernur DIY yang dibacakan oleh Kakesbangpol Prop DIY, memberikan statemen antara lain, Dalam sudut pandang pembangunan, batas wilayah daerah mempunyai arti penting, yaitu mencegah konflik yang dapat mengakibatkan tersendatnya proses pembangunan tersebut. 
 
"Masalah klasik perbatasan adalah batas wilayah, contohnya sungai, tentunya akan ada perubahan aliran sungai karena tidak ada bangunan tanggul yang paten sehingga sering menimbulkan gesekan antar wilayah, untuk itu perlu diadakan kerja sama yang ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang" Kata Agung Supriyono.

Sedangkan dari Gubernur Jateng yang diwakili asisten Kesra Setda Prop Jateng, Edi Pramono SH, M. HUM. Menyambut baik atas adanya MOU ini"Alhamdulillah PR permasalahan kedua belah wilayah dapat diselesaikan siang ini, langkah ini sangat tepat, karena dengan tercapainya kesepakatan ini akan semakin ramai pengunjung wisata yang ada di wisata mangrove. 
 
Kita harus selalu bersinergi, karena dengan bersinergi kedua belah wilayah pada akhirnya akan menghasilkan kondisi yang nyaman, sehingga proses kehidupan sosial masyarakat akan berjalan lancar, dan tentunya akan menambah PAD masing masing wilayah dan akan mensejahterakan warga sekitar." Jelas Edi Pramono SH, M. HUM.

Kesepakatan di lanjutkan dengan Pembacaan Ikrar bersama antara Kades kedua belah wilayah, 4 kelompok wisata Mangrove dan tokoh masyarakat kedua belah wilayah dengan mengambil tema "Makarti Manunggaling Karya Hangesti Mulyo".
 
Pihak yang berikrar antara lain:
- Pemdes Jangkaran, temon Kulon Progo. 
- Pemdes Jogoboyo dan Karanganyar, Purworejo. 
- Pok Mangrove pantai pasir kadilangu ( Kulon Progo) 
- Pok Mangrove jembatan Api api ( Kulon Progo) 
- Pok Mangrove Maju Lestari ( Kulon Progo) 
- Pok Mangrove Wanatirta ( Kulon Progo) 
 
Penanda tanganan perjanjian dan kerja sama dilanjutkan juga oleh masing masing Kepala Desa, kelompok pengelola wisata mangrove. Dan ditutup dengan Penanda tanganan kerja sama Bupati Kulon Progo DIY dan Bupati Purworejo, Jawa Tengah. SertaTukar menukar cindera mata. (NSR/bang natsir).
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando