Home » » Dandim 0824 Bersama Fotkopimda Dan 10.000 Masyarakat Nobar Di Alun-alun Jember

Dandim 0824 Bersama Fotkopimda Dan 10.000 Masyarakat Nobar Di Alun-alun Jember

Written By portal komando on 1 Okt 2017 | 12:55 PM


Jember. Pernak-pernik Menyambut Hari Kesaktian Pancasila Di Kabupaten Jember dengan melaksanakan Nonton Bareng Film Penghianatan G30S/PKI mendapatkan tanggapan yang sangat antusias oleh masyarakat Jember, hal ini dapat kita lihat secara obyektif di jajaran koramil yang banyaj dimintai oleh masyarakat untuk nonton bareng (nobar) dilingkungannya.

Demikian halnya satuan-satuan TNI tetangga seperti Brigif Raider 9/2 Kostrad, Yonif Raider 509, Yon Armed 8/105 Tarik, Yonif Raider 515, Secaba Rimdam V/Brw maupun Rumkit TK III Jember yabg juga dibanjiri masyarakat saat melaksanakan nobar di markasnya masing-masing.

Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Jember sangat merindukan diputarnya kembali film yang sarat dengan pembuktian sejarah Penghiatanatan G30S/PKI terutama yang terjadi pada tahun 1965 yang melakukan pemnunuhan terhadap para ulama maupun para petinggi TNI.

Hadir pada kesempatan tersebut Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Rudianto sebagai inisiator acara Beserta Ny. Mia Rudianto, Kapolres Jember Akbp Kusworo Wibowo beserta ibu, Kajari Jember Ponco Hartanto dan Suami Bupati Jember H Abdul Rochim, Danyon Raider 509 Mayor Inf La Ode M Nurdin, serta para Dansat jajaran TNI lainnya.

Suasana Alun-alun Jember yang pada malam minggu selalu ramai pengunjung pada malam dilaksanakannya Nobar tersebut langsung terkonsentrasi ditempat nobar yang ditempatkan di sepanjang jalan Sudarman depan Pemkab Jember.

Sebelum pemutaran Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Rudianto menyampaikan sambutan singkatnya bahwa pemutaran film ini diharapkan dapat disimak dengan baik oleh kita semua, dari situ Letkol Inf Rudianto Berharap agar masyarakat tidak membenci siapa-siapa tetapi kita harus mamatikan komunis apabila akan berkembang kembali, jadi kita sepakat bahwa musuh kita adalah faham komunis yang ingin menggantikan idiologi Pancasila, sebagai satu-satunya idiologi Bangsa Indonesia Pancasila Harus Kita pertahankan.

Luar biasa pengaruhnya pada generasi bangsa salah satu pemuda yang berhasil kita wawancarai Ridho Hafit Fakih (22 tahun) dari Ds Kemiri Kec Panti Jember yqng berhasil kami wawancarai disela-sela Nobar di Alun-alun Jember saat ditanyakan apa tanggapannya terhadap acara nobar film G30S/PKI ini menyatakan bahwa dirinya sangat setuju karena mengingatkan generasi muda akan sejarah perjuangan bangsa, saat ditanyakan apa harapannya dengan setelah menonton film ini dirinya berharap generasi muda tidak terjerumus pada faham.komunis, radikal dan lain-lain dan tetap yakin bahwa Pancasila adalah idiologi yang paling coxok bagi Bangsa Indonesia yang harus selalu dipertahankan.

Demikian halnya pendapat seorang pemudi Diniatul Fitria (17 Tahun) yang ternyata salah satu pelajar SMK Analis Patrang Jember yang berhasil kami wawancarai dengan pertanyaan yang sama menyatakan bahwa film ini mengingatkan kita akan perjuangan Bangsa Indonesia, dan saya sangat terharu melihat keluarga korban, harapannya mengingatkan generasi muda lebih ingat bahwa idiologi yang pantas bagi Bangsa Indonesia adalah Pancasila dan jangan sampai tergantukan oleh faham-faham lain termasuk komunis.

Memang kesan luar biasa sangat dirasakan sekali betapa tidak, disamping penonton bertahan hingga akhir cerita film Penghianatan G30S/PKI usai nobar lokasi langsung dibersihkan oleh penonton itu sendiri karena besuk paginya tempat tersebut sudah harus bersih untuk melaksanakan Upacara Peringatan Kesaktian Pancasila.

Menyikapi sambutan antusias dan sangat positif dari pemutaran film G30S/PKI baik dijajaran Koramil maupun disatuan-satuan TNI lainnya Komandan Kodim 0824 Jember sekali lagi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Masyarakat Jember, karena hal tersebut tidak hanya isapan jempol saja tetapi nyata dilapangan. (sis24)





Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando