Home » » “Jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda”

“Jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda”

Written By portal komando on 29 Okt 2017 | 3:27 PM


Keterangan gambar: Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI Irwan Is. Dunggio, S.Sos., sebagai Irup pada upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89 tahun 2017, sekaligus membacakan pidato Mentri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Sabtu (28/10).

Lanud Atang Sendjaja, Sabtu (28/10)Sabtu (28/10), Lanud Atang Sendjaja melaksanakan upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89 tahun 2017, bertempat di Main Appron Lanud Atang Sendjaja yang diikuti oleh seluruh seluruh anggota Lanud Ats dan Wing Pendidikan Umum (Wingdikum), baik yang militer maupun Pegawai Negeri Sipil, dengan Inspektur Upacara (Irup) Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI Irwan Is. Dunggio, S.Sos.

Dalam pidatonya yang dibacakan oleh Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI Irwan Is. Dunggio, S.Sos., Mentri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi mengatakan bahwa kita patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan sumpah pemuda. “Sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya. Hari ini, sarana transportasi umum sangat mudah, untuk menjangkau ujung timur dan barat indonesia hanya dibutuhkan waktu beberapa jam saja”, ungkap Menpora. Lanjutnya, untuk dapat berkomunikasi dengan pemuda di pelosok-pelosok negeri ini, cukup dengan menggunakan alat komunikasi, tidak perlu menunggu datangnya tukang pos hingga berbulan-bulan lamanya, interaksi sosial dapat dilakukan 24 jam, kapanpun dan di manapun.

“Namun anehnya, justru dengan berbagai macam kemudahan yang kita miliki hari ini, kita justru lebih sering berselisih paham, mudah sekali menvonis orang, mudah sekali berpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian. seolah-olah kita ini dipisahkan oleh jarak yang tak terjangkau, atau berada di ruang isolasi yang tidak terjamah, atau terhalang oleh tembok raksasa yang tinggi dan tebal hingga tidak dapat ditembus oieh siapapun”, jelas Menpora dalam pidatonya.

Mengutip ungkapan Bung Karno: "Jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air, tapi ini bukan tujuan akhir," Dari kutipan tersebut, Menpora, Imam Nahrawi berpesan agar api sumpah pemuda harus diambil dan terus nyalakan. “Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaaan dan kedaerahan kita” terang Menpora. “Ego ini, tambahnya, yang kadangkala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa. Kita harus berani mengatakan bahwa persatuan indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan”.

“Mari kita cukupkan persatuan dan kesatuan indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Sudah saatnya kita melangkah ke tujuan lain yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia”, seruannya diakhir pidatonya.

Hadir dalam upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89 tahun 2017, Komandan Wingdikum, Kolonel Nav I Nyoman Suadnyana, S.T., M.M., Kepala Dinas Logistik Lanud Ats, Kolonel Tek Amin Rahardjo, S.T., Kepala Dinas Personel Lanud Ats, Kolonel Pnb Andi F. Picaulima, S.Sos., para Komandan satuan Lanud Ats dan Wingdikum, serta seluruh perwira staf Lanud Ats dan Wingdikum.

Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando