Home » » Pangdam Pattimura : Saya Bangga Dengan Pemuda Maluku dan Maluku Utara

Pangdam Pattimura : Saya Bangga Dengan Pemuda Maluku dan Maluku Utara

Written By portal komando on 29 Okt 2017 | 3:25 PM


Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia. Delapan puluh Sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya, daerah Kwitang Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa yaitu Indonesia. Sungguh, sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Sepatutnya kita bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya.

Bandingkan dengan era sekarang, justru dengan berbagai macam kemudahan yang kita miliki hari ini, kita justru lebih sering berselisih paham, mudah sekali menvonis orang, mudah sekali berpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian. Padahal, dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang kita miliki hari ini, seharusnya lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahim dan berinteraksi sosial. Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik.

Dalam sebuah kesempatan, Presiden Indonesia yang pertama, Bung Karno pernah menyampaikan : “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda, Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang masih satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,”. Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi generasi muda Indonesia. Api Sumpah Pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Mari kita cukupkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Kita seharusnya meneladani sikap para pemuda 1928 dan juga semangat Bung Karno. Sudah saat kita melangkah ke tujuan lain yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kita jadikan Hari Sumpah Pemuda 1928 menjadi momentum peta kebangkitan pemuda Indonesia yang terus digelorakan. Bersama pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta, semua bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928. Saat ini pemuda Maluku dan Maluku Utara mulai bangkit, pemerintah daerah juga tengah mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia yang ada di Maluku dan Maluku Utara.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan dihadapan awak media, TNI khususnya Kodam XVI/Pattimura sangat bangga dengan pemuda-pemudi Maluku dan Maluku Utara karena berkat sumbangsih merekalah kepada Bangsa dan Negara, Indonesia khususnya Maluku bisa seperti ini. Hari ini Kodam XVI/Pattimura menggelar nonton bersama film “merah Putih Memanggil” secara Gratis di Bioskop XXI Ambon City Center. Hal ini dilakukan selain wujud rasa bangga TNI kepada pemuda, juga sebagai cara menumbuhkan motivasi pemuda-pemudi yang ada di Maluku dan Maluku Utara untuk mengabdi kepada Bangsa dan Negara melalui jalur Militer. (Pendam16)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando