PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Home » » Tatap Muka Siswa Lemhanas Dengan Jajaran TNI di Maluku

Tatap Muka Siswa Lemhanas Dengan Jajaran TNI di Maluku

Written By portal komando on 11 Okt 2017 | 8:41 AM

Ambon, (10/10)- Jajaran TNI yang ada di Maluku, Kodam XVI/Pattimura, Lantamal IX Ambon dan Lanud Pattimura menggelar acara Tatap Muka bersama para Peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Tahun 2017 Lemhannas RI yang berlangsung di Ruang Lobby Kodam XVI/Pattimura.

Kegiatan diawali dengan paparan Danlantamal IX Laksma TNI Nur Singgih yang menjelaskan tentang Perairan Yurisdiksi Nasional : sejarah dengan gagasan Srategis Indonesia sebagai poros Maritim Pertahanan Maritim, guna meningkatkan Keamanan dan Penegakan Kedaulatan Wil Laut NKRI.

Danlantamal menambahkan, Sentra Pengembangan Kawasan Timur Indonesia, Maluku sebagai salah satu provinsi di Indonesia Timur, yang memiliki lokasi strategis karena berlokasi antara pemerintahan pusat dan barat, Provinsi Papua di bagian Timur Indonesia. Dimana Maluku sebagai lumbung ikan Nasional dari tahun 2015-2025. Sebagai lumbung ikan nasional peningkatan produksi perikanan di Maluku tidak terbatas pada penangkapan ikan, melainkan juga dari kegiatan perikanan budidaya atau komoditas utama perikanan budidaya yang akan dikembangkan di Maluku.

Danlanud Pattimura, Kolonel Pnb Aldrin P. Mongan juga berkesempatan untuk memberi paparan. Dalam paparannya Danlanud menyampaikan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di udara.

Dalam kesempatan tersebut Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Doni Monardo juga berkesempatan untuk memberi paparan kepada Peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Tahun 2017 Lemhannas RI. Dalam paparannya Pangdam menyampaikan tentang kondisi umum Provinsi Maluku dan Maluku Utara, baik dari sisi geografi, demografi, sumber daya alam maupun kondisi sosial.

Selanjutnya Pangdam menyampaikan bahwa salah satu ancaman pertahanan dan keamanan di wilayah Maluku yaitu residu konflik Sara/Sosial, separatis RMS dan radikalisme walaupun saat ini sudah sangat lemah. Sepanjang sejarah sejak berdirinya RMS, baru tahun ini tidak selembar bendera RMS pun yang berkibar pada tanggal 25 April 2017. Hal ini terjadi bukan karena adanya paksaan dari aparat, melainkan karena kesadaran dari masyarakat. Bahkan himbauan dari petinggi FKM RMS yang di berada di luar negeri untuk tetap mengibarkan bendera di saat even internasional di Maluku ditolak simpatisan yang ada di Ambon. “Selain itu mereka sudah masuk dalam program Kodam,” terang Pangdam.

Menurut data yang diperoleh bahwa korban konflik sara di Maluku mencapai 8000 sampai 9000 orang dan saat ini diperkirakan masih banyak senjata yang beredar di masyarakat, sehingga memperbesar potensi konflik yang ada. Banyak Desa-desa di Maluku yang berkonflik antara satu dan yang lainnya, namun saat ini telah di damaikan oleh Kodam XVI/Pattimura seperti daerah Mamala dan Morela contohnya

Lanjut Pangdam, operasi teritorial merupakan salah satu cara yang sangat efektif dalam menyadarkan masyarakat untuk menyerahkan senjata secara sukarela. Tahun ini, puncak penyerahan senjata paling besar dari masyarakat yang tidak terlepas dari program kodam dalam memberikan bantuan bibit ikan, bibit pohon dan keramba kepada masyarakat.

Sebelum Kodam melakukan program emas biru dan hijau, Kodam bersama-sama komponen masyarakat Maluku telah melakukan perubahan budaya (Chulture Change) dengan slogan “Jangan 4M (mabuk,melotot,marah,memukul), harus 4S (senyum,sapa,salaman,silatutahmi), Kodam berupaya Merawat Perdamaian. “Mengubah lawan menjadi kawan, kawan menjadi saudara”, ujar Pangdam. Dalam menyelesaikan konflik, Kodam menggunakan istilah Smart Power, yaitu menjaga kesimbangan pendekatan keamanan (security approach) dan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach), karena hungry man become angry man ( orang lapar bisa menjadi pemarah).

Menurut Pangdam salah satu manfaat program emas hijau adalah udara menjadi bersih, cadangan air bersih cukup, mencegah kebakaran hutan, ekositem terpelihara baik dan terjaganya habita satwa langka. Sehingga muncul statemen “lindungi mata air di seluruh tanah air agar kelak tidak menjadi air mata”.

Tak lupa Pangdam menyinggung Program ungulan kodam XVI/PTM emas biru dan emas hijau yang merupakan sarana Kodam dalam menjaga perdamaian, mendamaikan daerah-daerah yang berkonflik dan suatu cara dalam mengoptimalkan potensi kekayaaan yang ada di Maluku. Selain melakukan pendekatan dari segi keamanan, Kodam Pattimura juga melakukan upaya pendekatan dari segi kesejahteraan. Karena setiap penyelesaian konflik di Maluku tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan hukum semata, namun perlu pendekatan antropologi dan budaya.

Pemerintah pusat telah merespon program emas hijau Kodam XVI/Pattimura dengan datangnya Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P., mencanangkan program “Mengembalikan Kejayaan Rempah-Rempah Indonesia”, dan memberikan bantuan bibit pohon kepada petani di daerah Maluku.

Sementara itu Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjoyo mengatakan, pendidikan kepemimpinan pada tingkat Nasional terdiri dua bentuk, diantaranya adalah satu, Program pendidikan reguler selama 7 bulan bagi mereka yang menduduki Eselon 2 pada umumnya dan diproyeksikan untuk menduduki jabatan Eselon 1, umumnya pangkat Kolonel ADM dapat Promosi K3 dalam Pendidikan menjadi Bintang 1 kemudian sekarang ini adalah PPSA (program pendidikan singkat angkatan).

Dua, Lemhanas itu adalah untuk para pejabat yang sudah menduduki jabatan Eselon 1 Bintang 1 atau Valency tetapi juga ada yang bukan tidak mungkin yang mendapat Promosi ketika masih ada dalam pendidikan jadi yang Reguler 7 bulan itu adalah untuk para Kolonel eselon 2.

Kegiatan ini dihadiri oleh WakaPolda Maluku Brigjen Pol Daniel Pasaribu, WadanLantamal IX Ambon, Kolonel Marinir Imam Sopingi, Para Asisten Danlantamal IX, Para Asisten Kodam XVI/ Pattimura dan Kabalak/Dansat Jajaran Kodam XVI/Pattimura.(Pendam16)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando