Home » » Unsur TNI dan Forkompimda, Hadiri Malam Tirakatan HUT Kabupaten Kulon Progo Ke 66 Tahun 2017.

Unsur TNI dan Forkompimda, Hadiri Malam Tirakatan HUT Kabupaten Kulon Progo Ke 66 Tahun 2017.

Written By portal komando on 14 Okt 2017 | 3:49 PM

PK.Yogya Barat. Bertempat di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Jum'at (13/10/17 ) telah diadakan kegiatan malam tirakatan dan tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke 66 tahun 2017.

Hadir dalam kesempatan tesebut Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo. Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo. Kapten Inf Wiyono (Pasiter/mewakili Dandim 0731). Kapten Lek Budiyanta (mewakili Dan Satradar 215 Congot). Kapolres Kulon Progo AKBP Irfan Rifai serta unsur Forkopinda Kabupaten Kulon Progo lainya. Ketua DPRD Tk II, Kepala dinas Instasi, Camat, Lurah dan Kepala Desa seluruhnya 86 dari 12 Kecamatan yang ada. Undangan sendiri yang menghadiri acara ini kurang lebih 800 orang. Acara ini di mulai pukul 20.00wib dan berahir 22.00wib.

“Maksud dan tujuan sebagai  ajang silaturahmi dan ucapakan puji syukur kehadirat Alloh SWT serta mengenang para pendiri dan pemimipin Kabupaten Kulon Progo yang telah mendahului kita. Selain itu Mengenang kembali berdirinya Kabupaten Kulon Progo, perpaduan dan meleburnya 2 Kadipaten, yaitu Kadipaten Adikarta dan Kadipaten Kulon Progo, sekaligus sebagai malam tirakatan dan syukuran dengan Tema :66 Tahun Kulon Progo BANGKIT (Bangga, Kreatif, Inovatif, Kompetitif)" jelas Bupati Hasto Wardoyo.

Bupati mengulas kembali, Tanggal 15 Oktober 2017 ini memperingati hari ulang tahun Kabupaten ke 66, dan menjabarkan kembali bagaimana sejarah Proses Penggabungan 2 Kadipaten Kulon Progo dengan Kadipaten Adikarta.

Seperti yang dituliskan, Pada 5 September 1945 Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII mengeluarkan amanat yang menyatakan bahwa daerah beliau yaitu Kasultanan dan Pakualaman adalah daerah yang bersifat Kerajaan dan Daerah Istimewa dari Negara Republik Indonesia. Pada tahun 1951, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII memikirkan perlunya penggabungan antara wilayah Kasultanan yaitu Kabupaten (Kadipaten) Kulon Progo dengan wilayah Pakualaman yaitu Kabupaten (Kadipaten) Adikarto.
 
Atas dasar kesepakatan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII, maka oleh pemerintah pusat dikeluarkan UU No. 18 tahun 1951 yang ditetapkan tanggal 12 Oktober 1951 dan diundangkan tanggal 15 Oktober 1951. Undang-undang ini mengatur tentang perubahan UU No. 15 tahun 1950 untuk penggabungan Daerah Kabupaten (Kadipaten) Kulon Progo dan Kabupaten (Kadipaten) Adikarto dalam lingkungan DIY menjadi satu Kabupaten dengan nama Kabupaten Kulon Progo dengan pusat pemerintahan di Wates.

Kegiatan malam tirakatan dan tasyakuran ini juga menjadi momentum yang tepat,Dimana saat ini Kulon Progo sedang mempunyai Mega proyek yaitu pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang direncanakan tahun 2019, maka dari itu hal yang perlu kita siapkan adalah Sumber Daya Manusia (SDM), dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan untuk warga terdampak bandara, dan pengiriman calon taruna program beasiswa yang diadakan oleh dinas tenaga kerja dan transmigrasi bekerjasama dengan STTKD Yogyakarta,serta dari PT AP I juga sudah mengadakan pelatihan satpam, sebagai persiapan dalam mendukung operasional Bandara ke depan.

Selain itu juga bagaimana, upaya mengenai produk Lokal Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, seperti produk lokal air minum dalam kemasan “AIR ku”, Batik Gebleg Renteng, Gula Semut, Batu Andesit, Kopi, Teh dan Coklat Lokal dari Suroloyo, Kecamatan Samigaluh yang beberapa waktu lalu diresmikan Sri Sultan Hamengku Buwono X, dapat masuk Bandara, dan bersaing dengan merk dan produk lainya. Semua ini perlu dan di sepakati sebagai nafas dan irama perjuangan untuk meraih kesejahteraan masyarakat lokal di Kulon Progo. Untuk itu dari rasa memiliki dan dengan jiwa 'Bela Beli Kulon Progo' dapat terus ada dan mengakar dalam menghadapi perkembangan dan perubahan zaman. 

Harapan pada umur yang menginjak ke 66 ini, Kabupaten Kulon Progo sebagai Kabupaten yang menuju perubahan dapat tumbuh dan berkembang yang dapat mengakomodasi berbagai kepentingan dan pelayanan kepada masyarakat namun tetap Teguh mempertahankan budaya bangsa Indonesia atau kearifan lokal.

"Untuk itu evaluasi kembali kinerja kita, apa yang sudah dipersembahkan kepada masyarakat selama ini, kita jangan berpuas diri dan tampil seperti sebagai yang paling ampuh, kerja sama dan dukungan semua pihak kunci untuk membangun dan memperbaiki kinerja untuk meraih kesejahteraan masyarakat" papar Bupati. (NSR/bang natsir).
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando