Home » » Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2017 Di Wilayah Kodim 0731 Kulon Progo.

Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2017 Di Wilayah Kodim 0731 Kulon Progo.

Written By portal komando on 28 Okt 2017 | 8:32 AM

PK,.Yogya Barat. Kamis (26/10/17) bertempat di Lapangan Semirah, Desa Pendoworejo Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo telah di laksanakan Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0731/Kulon Progo Tahun 2017 dengan Tema " Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat".
Bertindak selaku Inspektur Upacara Dandim 0731/Klp, Letkol Arm Teguh Tri Prihanto Usman, S.Sos.MM. Dengan Komandan Upacara, Kapten Inf Nurhadi Wijaya Danramil 06/Nanggulan Kodim 0731 / Kulon Progo. Sedangkan Perwira Upacara di pegang oleh, Kapten Inf Nurudin Pasipers Kodim 0731 / Kulon Progo.

Tampak hadir dalam Kegiatan tersebut. Jumanto Staf ahli hukum, pemerintahan dan politik mewakili Bupati Kulon Progo.Letkol Cpm Yudi Wahyudi Danden Pom IV/2 Yka. Mayor Inf Ary Susetyo Kasdim 0731/Kp.. AKBP Irfan Rifai.SH .S. IK Kapolres Kulon Progo.. Kapten Lek Supratman Kadishar Sat Radar 215 / Congot . AKBP Junedi Hidayat Waka Den Brimob Sentolo . Lajiyok Mulyono Wakil ketua II DPRD Kulon Progo. Mayor Caj Ahermanto Kaminved Kulon Progo. Seluruh Forkopimda Kab Kulon Progo. Seluruh Danramil Kab Kulonprogo. Purwono. S. Sos Camat Girimulyo. Kompol Fahrudin. SH Kapolsek Girimulyo. Seluruh Muspika Kecamatan Girimulyo serta Kepala Desa Pendoworejo.

Dalam laporan singkat hasil TMMD oleh Kapten Inf Wiyono, Pasiter Kodim 0731 / Kulon Progo, selaku penanggung jawab TMMD mejelaskan, Sasaran TMMD TNI Manunggal membangun desa Sengkuyung Tahun Anggaran 2017 Kabupaten antara lain,
1. Sasaran fisik
a. Corblok jalan : 514 x 2,5 x 0,10 m
b. Talud :72,5 x 3 x 0,14

2. Sasaran non fisik memberikan bimbingan , penerangan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam bimbingan:
a. Pembinaan mental dan agama.
b. Penyuluhan radikalisme dan Kamtibmas
c. Penyuluhan tentang bela negara dan wawasan kebangsaan
d. Penyuluhan narkoba kenakalan remaja dan penyakit masyarakat
e. Penyuluhan kesehatan dan bakso KB
f Penyuluhan peternakan
Lama pelaksanaan kegiatan selama 30 hari efektif mulai tanggal 27 September sd 26 Oktober 2017
3. Pelaksanaan terdiri dari
a. Kodim 0731 Kulonprogo : 30 orang
b. Sat Radar 215 congot : 5 orang
c. Pos TNI AL : 2 orang
d. Polres Kulon Progo : 15 orang
e. Den B Satbrimob DIY sentolo : 5 orang
f. Tagana : 5 orang
g. Satpol pp : 5 orang
h. Masyarajat di babtu KBT aparat penerintah : 50 orang setiap hari. 

Amanat Kasad Pada Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa Ke-100 TA. 2017, yang dibacakan Dandim 0731 Kulon Progo selaku Inspektur Upacara antara lain ;
 
1. TNI baru saja memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-72, dan bila kita melihat momentum perayaan HUT tersebut, tergambar dengan cukup jelas kedekatan antara TNI dan rakyat Indonesia. Terkait dengan hal itu, atas nama semua prajurit TNI, perkenankan saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggitingginya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas doa restu sehingga peringatan ke-72 HUT TNI berjalan lancar. 
 
Selanjutnya, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada bulan Oktober 2017 ini, Litbang Kompas juga merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa TNI menempati posisi tertinggi sebagai institusi dengan citra paling balk Pada hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan publik kepada T NI mencapai 94%. atau mengalami peningkatan sebanyak 3% dari survei sebejumnya pada Januari 2015 sebesar 91.2% .
 
Tingginya kepercayaan rakyat terhadap TNI mengindikasikan bahwa kedekatan dan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin baik. Bagi TNI khususnya TNI AD. Hal ini adalah modal utama dalam pembangunan inti kekuatan pertahanan negara. Slogan Bersama Rakyat TNI Kuat, yang ditetapkan sebagai tema HUT TNI yang baru lalu. Bukanlah semata-mata kalimat yang dibuat supaya manis didengar, tetapi karena TNI sangat menyadari dahsyatnya kekuatan kebersamaan, dalam kedaulatan 
dan mengawal eksistensi NKRI. 

Oleh karenanya, sebagai bagian dari sistim nasional, TNI AD terus berusaha mengambil bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan rakyat,dan mewujudkan kemanunggalan TNl Rakyat sebagai kekuatan pertahanan. Secara universal, tugas tentara memang untuk berperang, tetapi pada masa damai, tentara akan turun kelapangan untuk membantu kesulitan rakyatnya dan membantu program pembangunan pemerintahnya, karena pada masa damai sesungguhnya merupakan suatu masa dimana negara sedang menyiapkan diri untuk berperang. TNI AD mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pelaksanaan TMMD di seluruh Indonesia melalui program TMMD. 
 
Selain itu juga membangun dan membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong guna membantu percepatan program pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan.
 
Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat yaitu "Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat". 

2. Kegiatan TMMD ke-100 pada tahun 2017 ini diselenggarakan selama satu bulan mulai tanggal 27 September sed. 26 Oktober 2017, secara serentak di 52 titik di 52 Kabupaten/Kota. Tujuan kegiatan TMMD adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menyiapkan Ruang Juang, Alat Juang dan Kondisi Juang yang tangguh, dengan sasaran melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik. 
 
Secara fisik, pada TMMD ke-100 ini, TNI menyelesaikan berbagai sasaran infrastruktur seperti pembangunan, rehabilitasi, pengerasan, pengaspalan dan peningkatan badan jalan, pembuatan dan rehab jembatan, pembangunan dan renovasi rumah ibadah, pembangunan dan renovasi sekolah, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni serta pembangunan sarana sanitasi yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu, TNI juga bekerjasama dengan Kementan RI melaksanakan berbagai pembangunan dalam rangka meningkatkan Kemandirian Pangan Nasional di 52 titik pelaksanaan TMMD berupa pembangunan jaringan irigasi tersier dan pemberian bibit sesuai kebutuhan Satgas. 
 
Secara non fisik, TMMD merupakan momentum yang sangat baik untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong yang sudah mulai pudar di dalam masyarakat kita karena tergerus dengan budaya hedonisme dan individualisme. TMMD juga memperkuat Kemanunggalan antara TNI dan Rakyat yang merupakan wujud dari salah satu jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat. TNI meyakini bahwa kebersamaannya dengan rakyat adalah inti kekuatan TNI. 
 
Pada akhirnya, diharapkan bahwa seluruh kondisi tersebut semakin memantapkan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

3. Untuk lebih merekatkan kemanunggalan TNI dan Rakyat serta mempererat hubungan silaturahmi dan kekeluargaan antara TNI dan Rakyat, maka Satgas TMMD ke-100 wajib tidur dirumah masyarakat dan makan bersama masyarakat dengan memanfaatkan ULP Prajurit yang diberikan oleh Komando Atas. 
 
Hal tersebut membuktikan bahwa TNI dan Rakyat memang tidak terpisahkan. Roh TNI adalah rakyat karena sejarah menunjukkan bahwa TNI lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat dalam merebut kemerdekaan. Sebaliknya, sebagai wujud penghargaan TNl kepada masyarakat yang telah menyiapkan makanan dan menyediakan rumahnya untuk ditempati oleh para prajurit TNl serta bergotong-royong selama pelaksanaan TMMD, maka TNI mengundang putra putri mereka untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Wisata Nusantara Bersatu sebagai rangkaian kegiatan HUT TNI ke-72 Tahun 2017 yang lalu. 

4. Kita tentu telah sama-sama menyadari bahwa Bangsa Indonesia pada saat ini sedang menghadapi gelombang ancaman yang sangat deras terhadap berbagai sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai persoalan yang sedang terjadi baik maraknya paham radikalisme, sikap intoleran, ancaman terorisme, penyalahgunaan narkoba, berkembangnya sikap hedonisme dan konsumerisme, adu domba, mernecah belah, memperuncing perbedaan dan upaya memunculkan ideologi selain Pancasila, seolah-olah merupakan virus penyakit yang sedang menggerogoti kekebalan tubuh atau imunitas Bangsa Indonesia. 
 
Nilai-nilai luhur bangsa seperti menghargai perbedaan, persatuan dan kesatuan, rela berkorban dan pantang menyerah, kebersamaan dan gotong royong serta nasionalisme yang menjadi kekuatan perjuangan dalam merebut kemerdekaan. (NSR/bang natsir).
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando