Home » » Dua Sekbang Wanita Dan Satu Tentara Malaysia Ikuti Survival Dasar Di Lanud Adisutjipto

Dua Sekbang Wanita Dan Satu Tentara Malaysia Ikuti Survival Dasar Di Lanud Adisutjipto

Written By portal komando on 20 Nov 2017 | 3:11 PM

Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI  Ir. Novyan Samyoga, MM saat pengecekan perlengkapan pada pembukaan latihan survival dasar, Senin, 20/11.
.Tentara Malaysia didampingi dua Siswa Sekbang Wanita alumni Taruni AAU, saat gelar perlengkapan, pada acara survival dasar

Yogyakarta,PK-Sebanyak 45  calon penerbang dari siswa Sekolah Penerbangan (Sekbang) Angkatan '95 Lanud Adisutjipto akan melaksanakan latihan  Survival Dasar atau bertahan hidup di alam yang bertempat di Waduk Sempor Gombong dan sekitar Lanud Jendral Besar Sudirman, Purbalingga.

Adapun para calon penerbang militer tersebut  2 diantaranya adalah wanita mantan Taruni lulusan AAU dan 1 Tentara dari Akademi Negara tetangga yakni Malaysia.  2 Siswa tersebut merupakan wanita lulusan AAU yang pertama kalinya mengikuti Sekolah Penerbang Militer. Keduanya telah mengikuti test seleksi dan saat ini sedang mengikuti pendidikan Sekolah Penerbang, sebagaimana dengan Siswa pria lainnya.  1 Tentara titipan Tentara dari Malaysia pun demikian akan melakukan pendidikan dan mengikuti prosedur yang sama dengan para siswa lainnya.

Pelepasan kontingen Survival dilaksanakan dengan upacara militer dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Adi Sutjipto, Marsekal Pertama TNI Ir Novyan Samyoga, MM,  di Lapangan Jupiter. Senin ( 20/11)

Latihan survival sendiri akan dilaksanakan mulai 27 November hingga  30 Nopember 2017 di Waduk Sempor Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen dan sekita Lanud Jendral Besar Sudirman Kab Purbalingga, Jawa Tengah.   Beberapa hari menjelang pemberangkatan ke lokasi latihan, pihak Lanud akan melaksanakan Pra survival diJAZ Aero Wisata, Skadik 104 dan sekitar jalan Wonosari.

Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI  Ir Novyan Samyoga, MM saat upacara pelepasan kontingan di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto menyampaikan bahwa latihan semacam ini merupakan kegiatan wajib dan sesuai dengan program pendidikan yang telah ditetapkan melalui kurikulum yang sudah baku.  Oleh karena itu, kegiatan ini wajib diikuti oleh setiap siswa Sekolah Penerbang.

Danlanud berharap agar setiap awak pesawat terbang dapat memahami situasi dan kondisi ketika pesawat mereka mengalami kecelakaan dan harus jatuh di daerah musuh saat operasi militer.  "Dengan latihan survival ini para calon penerbang diajarkan bagaimana cara agar mereka dapat selamat dan keluar dari daerah musuh untuk mencari bantuan," ujarnya.

 
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando