KAMI TENTARA REPUBLIK INDONESIA AKAN TIMBUL & TENGGELAM BERSAMA NEGARA

KAMI TENTARA REPUBLIK INDONESIA AKAN TIMBUL & TENGGELAM BERSAMA NEGARA
Home » » Survey Paralayang tentang Sumber Daya Alam dan Potensi Wisata Pulau Moa

Survey Paralayang tentang Sumber Daya Alam dan Potensi Wisata Pulau Moa

Written By portal komando on 1 Nov 2017 | 6:11 PM



Ambon (1/11) - Pulau Moa adalah salah satu pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya yang merupakan daerah Sabana, dimana banyak terdapat padang rumput yang diselingi beberapa pohon. Pulau Moa terdiri dari 7 Desa diantaranya Desa Moain, Tonwawan, Werwaru, Klis, Paty, Wakarlely dan Kaiwatu. Banyak potensi yang terdapat di Pulau Moa, namun belum maksimal digunakan sehingga butuh pengelola untuk bisa mengembangkan desa melalui badan Usaha Milik Desa (Bumdes) agar pengembangan potensi wisata dan sumberdaya alam bisa menjadi gerakan untuk masyarakat.

Potensi wisata dan sumberdaya alam yang menarik dari Pulau Moa adalah Gunung Kerbau, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Moa yang tingginya sekitar 1000 meter dari Permukaan Laut dan juga melambangkan kekayaan peternakan kerbau sebagai ciri khas Pulau Moa.

Berdasarkan Survey yang di lakukan oleh Pak Teguh Maryanto, Potensi tersembunyi di selatan Indonesia Gunung Kerbau di Pulau Moa adalah sebuah permukaan dengan Elevasi yang sangat ideal untuk sebuah penerbangan Paralayang di tinjau dari Countur, Cuaca, dan Vegetasi. Harapan dan Visi kedepan, adanya akses jalan menuju tempat take off sehingga memudahkan pilot dan pengunjung dengan mudah mencapai loksi take off/terbang. Gunung kerbau dapat melakukan penerbangan dari 4 mata angin yg berbeda dengan Landing zone di semua arah yang aman dan tidak ada obstacle yang membahayakan. Tempat take Off sepanjang punggung bukit dan tidak perlu melakukan pembenahan yang berarti. Gunung Kerbau sangat aman dan menjanjikan sebagai tempat wisata Dirgantara dan Peluang untuk menjadi tempat Kompentensi Internasional.

Selain itu, di Gunung Kerbau juga bisa digunakan untuk beberapa kegiatan yg dapat menarik Wisatwan diantaranya Gang Tole, disekitar Landing bisa di buat landasan Para Trike maupun Para motor. Downhill Mountain bike, dan Wisata Laut dive.

“Langkah awal Pengembangan Paralayang Moa harus direalisasikan melalui peningkatan sumberdaya manusia yang dapat ditempuh melalui sekolah atau persiapan anak daerah untuk mejadi penerbang/pilot. Bila ini dilakukan dari sekarang, maka 3-4 tahun kedepan akan menghasilkan pilot Paralayang yang kemudian menjadi asset desa dan daerah untuk Atlit maupun Pariwasata yg memberikan pendapatan bagi pilot maupun desa dan daerah. Tahun depan direncanakan sudah bisa dilakukan Event Paralayang bertaraf international sebagai magnet untuk menarik wisatawan dan memperkenalkan Pulau Moa”, kata Teguh.

Pak Teguh yang saat itu didampingi Elsye Syauta Latuheru melihat berbagai potensi yang bisa menjadi peluang untuk mengembangkan desa mandiri melalui pengembangan Bumdes. Dari diskusi dengan masyarakat dan kepala desa di beberapa desa yang berdekatan dengan landing area, diperoleh informasi, untuk membangun desa mandiri perlu kerjasama dengan Babinsa sebagai motor pengerak guna mendukung program Emas Biru dan Emas Hijau yg telah dibangun oleh Bapak Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo yang dapat diimplementasi melalui penyiapan SDM bagi masyarakat dan pejabat Desa untuk mendukungnya dalam mengembangakan Paralayang.

“Kami berterimaksih kepada Bapak Pangdam yang telah memfasilitasi kami selama melakukan survey yang didampingi oleh Babinsa Moa Serda Andre Batmomolin pada hari sabtu 28 Oktober lalu,” Pungkasnya. (Pendam16)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando