Home » » Taruna AAL Kunjungi Kodam Pattimura

Taruna AAL Kunjungi Kodam Pattimura

Written By portal komando on 21 Nov 2017 | 5:32 PM



Ambon, (21/11)- Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Suko Pranoto menerima kunjungan Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut dalam rangka Praktek Jala Yudha Taruna AAL tingkat 4 angkatan ke-63, bertempat di Ruang Kerja Pangdam.

Rombongan yang diketuai oleh Letkol (Laut) Tunggul serta didamping Mayor (Laut) Joko Purwanto, 8 Taruna dan 3 Taruni, dijadwalkan berkunjung selama tiga hari, mulai tanggal 21 sampai dengan tanggal 24 November 2017. Mereka melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya Courtesy call/kunjungan kehormatan ke pejabat daerah, promosi ke beberapa SMU di Kota Ambon, olah raga persahabatan dengan masyarakat, Cocktail Party, bersih pantai di Pintu Kota Ambon dan Open Ships di kapal perang untuk masyarakat yang diadakan setiap hari.

Selain itu juga, Taruna/Taruni Tingkat IV angkatan ke-63 AAL Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL akan unjuk kebolehan dengan atraksi drum band kirab keliling Kota Ambon pada tanggal 22 November 2017 pukul 15.00 WIT dengan start di gong perdamaian dunia dan finish di lapangan Merdeka Kota Ambon.

Latihan Jalayudha merupakan latihan pelayaran bagi Taruna/Taruni AAL Tingkat IV yang bertujuan untuk memberikan pengalaman dalam mengoperasikan kapal combatan sebagai media latihan dengan harapan dapat membangkitkan jiwa patriotisme dan militansi para Taruna sebagai modal dasar prajurit-prajurit bahari yang tangguh dan pantang menyerah.

Dalam kesempatan itu pangdam di dampingi Aspers, LO AL dan Kapendam, menjelaskan bahwa wilayah Maluku dan Maluku Utara merupakan tanggung jawab Kodam XVI/Pattimura yang merupakan kawasan kepulauan dan memiliki kurang lebih 2.000 pulau. Kita bersyukur, terlahir oleh nenek moyang yang berjiwa ksatria. Indonesia ada karena ada Maluku, penjajah datang karena memburu rempah di Maluku.

Maluku pernah mengalami konflik sosial tahun 1999 yang mengakibatkan banyak korban, penyebab awalnya hanya permasalahan kecil. Sehingga Maluku dinyatakan sebagai daerah rawan konflik, karena masyarakatnya mudah tersulut.

Lebih lanjut dikatakan wilayah laut Maluku lebih luas dari wilayah darat, untuk itu oleh pangdam terdahulu dicetuskan program Emas Biru dan Emas Hijau, yang apabila dikembangkan, dikelola dan dimanfaatkan dengan baik bisa membantu kesejahteraan masyarakat Maluku. Pasalnya kesejahteraan dapat mendatangkan keamanan dan keadamaian, yang disebut sebagai Emas Putih.

“Maluku ini bisa menjadi sorga apabila dapat dikelola dan dimanfaatkan semua potensi alam yang ada”, tutup Pangdam. (Pendam16)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando