Home » » Deklarasi Kampung Damai, Warga Panggulan Siap Jadi Pelopor Perdamaian

Deklarasi Kampung Damai, Warga Panggulan Siap Jadi Pelopor Perdamaian

Written By portal komando on 24 Des 2017 | 1:22 PM


DEPOK - Kampung Damai adalah salah satu program sosial yang sedang diupayakan oleh Wahid Foundation (WF) dapat terealisasikan.

Sebagai wujud kecintaan terhadap perdamaian, Kampung Panggulan Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat adalah satu dari Kampung Damai yang ada di beberapa titik di Indonesia yang dijalankan oleh lembaga yang dipimpin oleh Yenny Wahid itu.

Adviser Wahid Foundation, Moqsith Ghazali mengatakan jika ada 30 kampung damai akan didirikan oleh Wahid Foundation di Indonesia, dan salah satu dari 30 kampung tersebut ada di Kamping Panggulan.

"Acara ini satu dari 30 kampung damai yang tersebar di daerah lain. Tujuannya membuat kampung damai ini untuk membangun kerukunan tingkat desa," kata Moqsith dalam acara deklarasi Kampung Damai, Depok, Jawa Barat, Minggu (24/12/2017).

Upaya keras mendirikan Kampung Damai tersebut juga didorong oleh rasa prihatin terhadap tingginya intoleransi di kalangan masyarakat yang dapat membahayakan perkembangan bangsa Indonesia di masa depan.

"Karena Indonesia dalam kondisi bahaya, intoleransi tinggi, teroris sudah masuk desa-desa," terangnya.

Dengan didirikannya Kampung Damai seperti di Kampung Panggulan tersebut ia berharap besar nantinya Kampung Damai tersebut dapat menjadi pilat penyebaran narasi damai kepada masyarakat, sehingga perdamaian, persatuan dan kesatuan antar golongan masyatakat dapat terwujud dengan baik.

"Ke depan mudah-mudahan menjadi ribuan kampung damai. Jika Indonesia tidak damai kita semua akan terganggu. Indonesia secara umum masih baik, dibanding daerah Timur Tengah yang terjadi peperangan di mana-mana," tegasnya.

"Toleransi dan kerukunan harus masuk desa. Jangan sampai perbedaan politik membuat permusuhan satu sama lain," imbuhnya.

Moqsith juga mencontohkan perdamaian yang dapat dicapai masyarakat adalah tidak menjadikan pilihan politik sebagai penyebab perpecahan.

"Perbedaan politik tidak boleh membuat umat Islam bertengkar satu sama lain. Ini tugas dari pak RT dan ibu-ibu. Kita harus membangun kesadaran umat islam. Perbedaan politik tidak boleh membuat kita berselisih," ujar Moqsith.

"Yang memilih pks silahkan, tp jangan mengkafirkan yg milih pkb. Ini contoh saja. Jangan persoalan kecil membuat kita berselisih," tambahnya.

Acara yang diawali dengan kegiatan jalan santai tersebut juga diisi dengan deklarasi kampung damai berjudul "Ikrar Panggilan Damai". Berikut adalah isi deklarasi yang dibacakan oleh warga.

*Ikrar panggulan damai*

*_1. Kami perempuan kampung panggulan bersama dengan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah kelurahan bertekad untuk bersama-sama meningkatkan kualitas hidup keluarga dan mewujdukan masyarakat yang sejahtera.

2. Kami perempuan Panggulan bersama lapisan masyarakat dan pemerintah kelurahan bertekad untuk hidup dalam cinta dan damai dengan segenap lapisan masyarakat apapun suku agama dan keyakinannya.

3. Kami perempuan kampung Panggulan bersama semua lapisan masyarakat dan pemerintah kelurahan berkomitmen mendorong terciptanya kerukunan hidup antar sesama warga negara dalam rangka ukhuwatul minal iman menjaga NKRI dan Bhineka serta selalu setia pada Pancasila.

4. Kami bersama semua lapisan masyarakat dan pemerintah kelurahan bertekad untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai ukhuwah wathoniah demi perdamaian dan kesejahteraan di buIndonesia. (Andi Digul)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando