Home » » Citarum Harum, 360 Kepala Keluarga Direlokasi

Citarum Harum, 360 Kepala Keluarga Direlokasi

Written By portal komando on 30 Jan 2018 | 9:03 AM



Bandung,PK-Satgas Citarum Harum akan merelokasi seluruh rumah warga yang berada di bantaran sungai mulai dari hulu hingga hilir Citarum se­bagai upaya normalisasi. Re­lokasi tersebut, rencananya akan dilakukan secara bertahap dengan tahap awal dimulai dari kawasan hulu, tepatnya Desa Tarumajaya, Kabupaten Bandung sebanyak 360 rumah.

Pangdam III/ Siliwangi May­jen TNI Doni Monardo men­gatakan 360 Kepala Keluarga (KK) terdampak sudah ber­sedia untuk dipindahkan. Nantinya warga yang direlokasi akan diberi rumah baru dengan dana pembangunan dari Ang­garan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). ”Tak pakai biaya, semuanya ditanggung pemerintah pusat melalui Kemen PUPera (Kementerian Pekerjaan Umum dan Peru­mahan Rakyat),” kata Doni di Desa Tarumajaya, Kabupaten Bandung kemarin, Sabtu (28/1) seperti dilansur dalam sitys resmi Kodam III/Siliwangi.

Doni memaparkan, rumah-rumah yang dibangun untuk warga tersebut diklaim memiliki daya tahan serta kekuatan dalam menampung beban. Untuk itu, dirinya menarget­kan dalam tiga bulan ke depan tahapan relokasi tersebut mampu menyelesaikan pembangunan 360 unit rumah.

”Setiap bulan direncanakan mendirikan 120 unit rumah. Rumah ini juga terbuat dari beton dan fiber, sehingga cukup ringan namun cukup kuat.” kata Doni.

Sementara itu, Kazidam III /Siliwangi Kolonel Hari Darmika memaparkan, relokasi tersebut dikarenakan area bantaran sungai harus steril dari bangunan dengan jarak 10 sampai 15 me­ter dari bibir sungai.

Menurut Hari ke depan, bukan hanya warga Desa Ta­rumajaya saja yang direlo­kasi, melainkan semua warga yang mendirikan rumah di area bantaran sungai mulai dari hulu hingga ke hilir juga akan disterilkan.

”Warga menyambut baik program relokasi rumah ini, karena tempat tinggal baru mereka nanti dijamin lebih bersih dan sehat secara ling­kungan dibanding yang se­karang,” kata Hari.

Dituturkan Hari, rumah ter­sebut terbuat dari material beton dan fiber, sehingga cukup ringan namun juga kuat karena memiliki ketaha­nan tekanan mencapai 1,3 ton untuk horizontal dan 4 ton untuk vertikal.

Dirinya berharap, relokasi tersebut menjadi contoh bagi daerah lain yang akan disterilkan. Sebab, di komplek yang baru nanti juga akan dibangun sanitasi air kotor dan bersih, MCK yang repre­sentatif, serta IPAL Komunal. ”Ini juga sebagai daya tarik masyarakat agar mau berpin­dah dari posisinya yang se­karang,” kata dia.

Selain itu juga Tim Citarum Harum telah menyiapkan lahan seluas 25 hektar milik Persero Terbatas Perkebu­nan Nusantara (PTPN) VIII. Lahan itu nantinya akan ditanami bibit pohon sebagai upaya menghijaukan kem­bali hulu sungai Citarum.

Doni menyebutkan pihaknya meminta masyarakat untuk merubah pola tanam dari tanaman jenis sayuran dan beralih ke tanaman pohon. Hal tersebut dilakukan ka­rena tanaman pohon dinilai mampu menjadi resapan air ketika hujan. ”Berbagai jenis pohon yang akan ditanam diantaranya bibit pohon Kopi, Rasamala, pohon rem­pah, Suren merah dan pohon buahan jenis Alpukat dan lainnya,” sebutnya.

Dikatakan Pangdam, pi­haknya telah menyiapkan berbagai bibit pohon yang nantinya akan ditanam di lahan PTPN VIII. Dirinya me­nargetkan setiap harinya pa­sukan Kodam III/ Siliwangi yang dibantu masyarakat bisa menanam 1.300 pohon.

”Langkah ini sudah kita lakukan sejak beberapa bulan lalu dan mudah-mudahan ke depannya tetap lancar untuk mengemba­likan fungsi pohon bagi kelangs­ungan air Citarum,” kata dia.

Doni menuturkan, alih fungsi lahan dari tanaman sayuran ke tanaman pohon adalah langkah yang dilaku­kan pihaknya untuk kelangs­ungan kehidupan. Selain itu, pihaknya juga akan membe­rikan solusi untuk ekonomi masyarakat.

Menurut Doni, pihaknya akan memberikan pekerjaan kepada masyarakat sebagai penanam bibit pohon serta diberi pemahaman pertanian maupun peternakan yang dinilai tidak akan merusak ekosistem Citarum. “Sebagai gantinya, masyarakat akan dipekerjakan sebagai pegawai pembantu penanaman bibit pohon dan diberi gaji Rp 1.900.000 per bulan,” kata dia.

Sementara itu, Komisaris Independen PTPN VIII, Ipong Wartanto mengakui pihaknya telah menanam sebanyak 185 ribu bibit pohon di lahan kon­servasi. Menurutnya, PTPN VIII memiliki 6 kebun dengan total luas 12 ribu hektare yang termasuk kawasan hutan kon­servasi dan hutang lindung.

Dengan lahan yang ada ter­sebut, dirinya mengharapkan mampu menanami kembali lahan yang saat ini digunakan untuk sayuran dengan tanaman yang sesuai dengan kultur tanah, namun tetap bernilai ekonomis bagi masyarakat. ”Tentunya harus tetap menguntungkan bagi masyarakat, seperti pohon Kopi, Alpukat dan pohon lainnya. Sehingga tidak menanam sayuran dila­han yang akan dialihkan fungsi­nya,” kata dia.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando