Home » » Dandim 0731 Hadiri Panen Raya Di Nanggulan Kulon Progo.

Dandim 0731 Hadiri Panen Raya Di Nanggulan Kulon Progo.

Written By portal komando on 14 Jan 2018 | 1:58 PM


PK,. Yogya Barat. Komandan Kodim 0731 Kulon Progo, Letkol Arm Teguh Tri Prihanto Usman,S.Sos.MM, Jum'at (12/01/18) pukul 09. 30 s.d 11.00 di Bulak Sawah Kelompok Tani Sri Jati Bejaten, Jatisarono, Nangulan, Kulon Progo, menghadiri pelaksanaan Gerakan Panen Raya padi Masa Tanam (MT) I. 
 

Kegiatan ini di selengarakan ole Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.Acara ini di hadiri para pejabat antara lain ini, Letkol Inf Jaelan (Kasiter 072/Pamungkas). Letkol Arm Teguh Tri Prihanto U, S.Sos,. M.M (Dandim 0731/Klp). Ir.Sasongko (Kadistan DIY). dr. Amron Rusmono MS Kepala BPPSDMP ( Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian) Pusat. Sutedjo (Wakil Bupati) Kulon Progo. Ani (Kepala Pusdiktan). Kepala BPTP Yogyakarta. Bambang Tri (Kadistan Kulon Progo). AKP Sujari ( mewakili Kapolsek Nanggulan) dan Jazil Ambar (Camat Nanggulan).

Rangkaian kegiatan Panen Raya ini, dipimpin langsung Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo. Dalam sambutanya, mengucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI, danStaf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur beserta rombongan yang telah menyempatkan diri dan berkenan hadir di Kabupaten Kulon Progo,untuk melakukan Panen Raya Padi secara bersama-sama Kegiatan ini tentunya dalam rangka melaksanakan program Swasembada Padi, Jagung,
dan Kedelai di Kabupaten Kulon Progo.

Selain itu menurut Wabup Sutedjo,Pertanian tanaman pangan memegang peranan penting dalam mendukung kelangsungan hidup manusia. Seiring perkembangan zaman yang mengarah pada modernisasi, ilmu pertanian pun mulai berkembang demi terpenuhinya kebutuhan manusia. Walaupun saat ini pertanian mulai terdesak. Lahan pun semakin sempit, ditambah lagi laju pertumbuhan penduduk yang semakin cepat. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi baru demi tercapainya swasembada pangan.

Peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan menjadi penting mengingat semakin tingginya permintaan akan komoditas Padi, Jagung dan Kedelai, karena pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.
 
"Oleh sebab itu, ketersediaan pangan dipandang sangat penting kiranya untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat secara berkelanjutan" jelas Wabup Sutedjo.

Namun pencapaian swasembada Padi, Jagung, dan Kedelai di Kabupaten Kulon Progo masih terdapat berbagai kendala. Permasalahan atau kendala pencapaian swasembada tersebut diantaranya adalah Adanya alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian, rusaknya infrastruktur jaringan irigasi. Serta semakin berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian. 

Belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai dengan rekomendasi spesifik lokasi, Lemahnya permodalan pertanian, serta fluktuasi harga pada saat panen raya.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan pencapaian swasembada pangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah melakukan berbagai strategi, yaitu diantaranya dengan:
 
- Meningkatkan produktivitas dan indeks Pertanian melalui peningkatan ketersediaan air irigasi, benih, pupuk, dan alsintan,Melakukan kegiatan pengembangan jaringan irigasi, dan optimalisasi lahan.

Berdasarkan Data, luas lahan pertanian di Kabupaten Kulon Progo. Untuk lahan sawah sebesar 10.366 hektar dengan rincian sawah irigasi seluas 9.360 hektar dan sawah tadah hujan seluas 1.009 hektar.

- Sedangkan angka sementara produksi Padi pada tahun 2017 di Kabupaten Kulon Progo dengan luas tambah tanam sebesar 18.938 hektar,dan luas panen 19.425 hektar, dapat mencapai
produksi 121.210 Ton, dengan nilai produktivitas sebesar 6, 24 Ton Hektar
 
Langkah-langkah yang kami lakukan untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut dan dalam upaya agar mencapai swasembada pangan khususnya Padi, Jagung, dan Kedelai, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2018 akan melaksanakan program dan kegiatan khusus
melalui APBD tahun 2018, diantaranya yaitu :
 
- Fasilitasi dan pendampingan untuk Gapoktan dalam Pengelolaan Pasca Panen dan Pengolahan untuk memproduksi beras.
 
- Hasil Panen Raya Padi Bersama th 2018 premium, dan produknya sudah tersedia di Toko Modern (TOMIRA).
 
- Fasilitasi dan pendampingan untuk merintis pembentukan dan pengembangan Kawasan Budidaya seluas 200 Hektar di Desa Tanjungharjo, Nanggulan untuk pengembangan padi premium menuju organik.

Sementara itu dr. Amron Rusmono MS, selaku Kepala BPPSDMP Pusat,Sangat apresiasi dengan, Slogan 'Bela Beli Kulon Progo'"Semangat Slogan ini merupakan orentasi pada kedaulatan pangan, apabila kita gelorakan secara nasional akan luar biasa dan kita dapat mencapai swasembada pangan. Terlebih di Propinsi Yogyakarta ini, ada 4 kabupaten sebagai pensuplai beras yaitu Kulon Progo, Bantul ,Sleman dan Gunungkidul" jelas Kepala BPPSDMP Pusat. (NSR/bang natsir).
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando