Home » » Diduga Dendam, Kepala Desa Pelem Mempidanakan Warganya Dengan Tuduhan Pencabulan

Diduga Dendam, Kepala Desa Pelem Mempidanakan Warganya Dengan Tuduhan Pencabulan

Written By portal komando on 13 Jan 2018 | 4:06 PM

 
JAWATIMUR,.Tragis benar nasib Sukiman, warga desa Pelem, Bojonegoro, Jawa Timur ini. Karena sempat menjadi tim sukses pesaing Sudawam kepala Desa Pelem kecamatan Purwosari yang terpilih sebagai pemenang pada pemilihan Kepala Desa baru-baru ini, harus menerima nasib dituduh melakukan pencabulan yang sebenarnya tidak ia lakukan.
 

Sukiman melalui kuasa hukumnya Agus Hadi Suwarno, SH yang juga menjadi sekretaris jenderal sebuah LSM menjelaskan, kronologis pada waktu kejadian perkara yang membuat ia dituduh melakukan tindakan pencabulan.

Siang hari itu, Tiara anak Ibu Muryati yang menjadi tetangganya usai dari pulang sekolah bersama anak-anak yang lain meminta jambu yang berada di depan rumah Sukiman, lalu Sukiman pun memberinya. Namun, setelah Tiara sampai ke rumahnya, tiba-tiba Muryati ibu dari Tiara berteriak-teriak kepada warga bahwa anaknya dicabuli oleh Sukiman.

Padahal pada waktu sukiman memberi jambu kepada Tiara, banyak orang di lokasi tempat kejadian perkara yang tidak mungkin ia mau melakukan perbuatan itu. Tak lama berselang kepala desa yang baru terpilih bersama polisi datang menangkap Sukiman.

Bahkan ketika Sukiman mau dibawa ke kantor polisi, ia sempat ditodongkan pistol untuk mengakui tuduhan pencabulan, karena takut dan merasa dirinya dalam bahaya ia pun terpaksa menuruti permintaan polisi walaupun tuduhan itu sebenarnya tidak ia lakukan.

Agus Hadi Suwarno, SH menuturkan ada dugaan kepala desa Pelem turut membantu dalam proses penangkapan Sukiman dikarenakan motif dendam dan juga benci kepada mertua sukiman yang menjadi komandan koramil Purwosari Bojonegoro. Sebab seperti diketahui sebelumnya pada waktu pemilihan kepala desa, sukiman merupakan tim sukses dari kepala desa yang kalah. 

Akhirnya sejak tanggal 22 November 2017 sampai sekarang sukiman terpaksa harus berada di jeruji besi, karena terus mendapat perpanjangan penahanan sampai menunggu proses rekayasa keadilan dijalankan, tutur Agus (P. Siregar)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando