Home » » Ini Amanat Panglima TNI Pada Upacara Serah Terima Jabatan Kasau

Ini Amanat Panglima TNI Pada Upacara Serah Terima Jabatan Kasau

Written By portal komando on 19 Jan 2018 | 9:35 AM


Jakarta, PK-Ketaatan kepada hukum dan konsistensi terhadap kebijakan TNI akan tetap berjalan pada koridor kebijakan umum pembangunan kekuatan pokok minimum sesuai rencana strategis TNI dengan sasaran TNI AU lebih maju, handal, profesional, solid dan dicintai oleh rakyat. Saat ini TNI salah satu institusi yang paling dipercaya publik, bersama rakyat TNI kuat.

Hal ini telah membumi dan telah melekat di hati sanubari rakyat, prajurit TNI yang didalamnya juga TNI AU. Demikian dikatakan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam amanatnya pada upacara Serah Terima Jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau),  Marsekal TNI Yusyu Sutisna  S.E.,S.Sos., M.M di Base Off Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (18/1/18).

"Terhadap setiap potensi ancaman, TNI secara cerdas harus dapat menterjemahkan setiap bentuk konflik yang sulit diprediksi, di mana diameter konflik tidak lagi menjadi simetris melainkan bersifat asimetris, proxy, dan hibrida. Setidaknya potensi ancaman yang perlu dicermati ke depan antara lain dampak tantangan dunia baru, terorisme, perang cyber, serta kerawanan keamanan di laut perbatasan, tentu juga kejahatan lain yang dianggap merugikan Indonesia seperti illegal fishing, penyelundupan barang, manusia, senjata dan narkoba yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI yang kita cintai bersama" tutur Marsekal Hadi. 

Diamanatkan Panglima TNI lebih lanjut, dihadapkan dengan tugas TNI Angkatan Udara sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yaitu : melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan; menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi; melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara; dan melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara. TNI Angkatan Udara dituntut untuk harus terus bertransformasi menuju TNI Angkatan Udara yang semakin profesional.

"Kita semua menyadari bahwa kondisi alutsista TNI Angkatan Udara saat ini masih belum sesuai dengan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya operasi TNI berdasarkan eksistensi ancaman nyata, ancaman potensial, maupun ancaman hibrida, dengan memperhatikan kemajuan dan perkembangan teknologi pertahanan, serta memperhatikan kondisi geografis sebagai negara kepulauan. Namun dengan perencanaan pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara yang baik tentunya secara bertahap akan dapat memenuhi target Minimum Essential Force" imbuhnya.

Menurutnya, proyeksi pembangunan TNI Angkatan Udara diarahkan untuk dapat mencapai air supremacy atau air superiority. Sasaran yang ingin dicapai adalah kekuatan pemukul udara strategis untuk menghadapi dua trouble spots dalam bentuk komposit yang berisi pesawat-pesawat tempur multi-role dari generasi empat setengah.

Selain itu pembangunan TNI Angkatan Udara juga diarahkan pada kemampuan mobilitas serta proyeksi kekuatan pada lingkup nasional, regional dan global. "Lebih jauh sistem pertahanan udara akan juga diintegrasikan dengan matra lainnya dalam suatu jaringan bertempur atau Network Centric Warfare. Pada pembangunan kekuatan selanjutnya juga akan mengaplikasikan konsep berperang dengan Unmanmed Combat Aerial Vehicle (UCAV) yang berbasis satelit" kata Panglima.

Untuk dapat menjawab tuntutan tugas tersebut, dikatakan Marsekal TNI Hadi  bahwa  di sinilah peran strategis Kepala Staf Angkatan Udara dibutuhkan. "Dengan kredibilitas dan kinerja serta berbagai pengalaman yang telah Marsekal dapatkan selama penugasan, saya yakin Marsekal dapat berperan lebih optimal untuk membawa organisasi TNI Angkatan Udara menjadi semakin baik" katanya.

Memasuki tahun politik, Hadi mengatakan, pesta demokrasi memberikan warna yang beragam yang bernuansa akan terjadinya konflik, TNI AU harus memegang teguh netralitasnya dari tingkat atas sampai satuan paling bawah. Demikian juga, komitmen TNI memberikan perbantuan kepada vendor dan Polri dalam pengamanan Pilkada serentak pada tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019, senantiasa harus mengutamakan asas hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Tantangan tugas TNI AU ke depan tidaklah semakin ringan, namun kita harus memiliki keyakinan bahwa kebersamaan seluruh prajurit, serta dengan dorongan dan doa restu seluruh rakyat Indonesia, TNI AU akan mampu melaksanakan tugas dengan baik dalam menegakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa serta tumpah darah Indonesia" tandasnya. 

Dikesempatan itu Panglima TNI mengajak untuk  bertekad membangun tentara yang profesional, disiplin, militan dan rendah hati, melalui profesionalisme, disiplin dan militan, menjadikan TNI hebat dalam segala medan tugas. Sedangkan dengan rendah hati akan menghasilkan kemanunggalan yang kuat. Sinergisitas dari keempatnya itu Insya Allah TNI akan tampil dengan tangguh dan percaya diri. "Kesungguhan ini bukanlah retorika, tetapi sebuah cita-cita harus kita raih dengan kerja keras dan kita harus yakin cita-cita itu bisa kita capai" imbuhnya.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Pnglima TNI  berpesan  kepada keluarga besar TNI AU untuk fokus pada pekerjaan yang dihadapi, adapun masalah hukum yang sempat menimpa kita, jangan mempengaruhi kinerja karena hukum akan selalu memihak yang benar dan adil. "Kepada Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., S.Sos., M.M., saya mengucapkan selamat atas pelantikannya sebagai Kasau. Semoga amanah yang diberikan ini dapat memberikan manfaat bagi TNI AU,  bangsa dan negara. Juga kepada Ibu Ayuning Dewanti, semoga dapat mendampingi Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., S.Sos., M.M. dalam membina organisasi PIA Ardhya Garini menjadi lebih baik" imbuhnya.

Atas nama seluruh Prajurit TNI, Marsekal Hadi menyambut bangga, serta ucapan selamat untuk mengemban tugas sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara. TNI Angkatan Udara tidak boleh berhenti untuk terus berpikir dan berbuat. Berbekal kemauan, tekad, dan komitmen yang kuat, serta sinergisitas dan soliditas, saya yakin Marsekal dan segenap Prajurit TNI Angkatan Udara dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembankan negara dengan sebaik-baiknya.

"Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, senantiasa memberikan petunjuk, kesehatan dan kekuatan kepada kita sekalian, dalam melanjutkan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara yang sangat-sangat kita cintai bersama" pungkasnya.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando