Home » » Kodam XVII/Cenderawasih Berjanji Akan Sembuhkan Adik Dari Ovnia

Kodam XVII/Cenderawasih Berjanji Akan Sembuhkan Adik Dari Ovnia

Written By portal komando on 19 Jan 2018 | 12:15 PM


PK,PAPUA,.Ovnia Syuru, siswa kelas 3 SD Inpres Syuru, Agats, Kabupaten Asmat menjaga dua adiknya, Mario Syuru, 2 tahun dan Barnabas Syuru, 3 tahun yang sedang terlelap di aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats yang disulap menjadi ruang bangsal anak pasien gizi buruk.

Ovnia dengan sabar membalut tubuh adiknya, Mario berbobot 5,7 kilogram dengan kain lusuh yang warna birunya hampir pudar.

Secara bergantian, Ovnia sibuk melihat kedua adiknya yang sengaja ditempatkan bersebelahan, agar memudahkan penjagaan oleh dirinya dan sang mama. Ovnia terus berjaga. Ia takut, tiba-tiba sang adik terbangun dan menangis.

"Keduanya adik saya. Kata mama, adik kena gizi buruk dan harus dirawat di rumah sakit," kata Ovnia yang mengaku sudah tidak bersekolah 3 minggu karena harus berada di rumah sakit bersama sang mama.

Yohana, 35 tahun, ibu kedua anak pasien gizi buruk tersebut mengaku makanan yang diasupnya setiap hari tak menentu. Meskipun, ada ikan dan protein lain yang dimakan oleh anak-anaknya.

Yohana yang memiliki delapan anak menambahkan, anak lelakinya, Mario dan Barnabas tak mendapatkan imunisasi lengkap. "Kami tak mengetahui imunisasi atau vaksin dan sejenisnya harus dilakukan seperti apa," kata Yohana polos.

Tak hanya Barnabas dan Mario, pasien gizi buruk lainnya adalah Yohanis 4 tahun dan Fabinus 3 tahun. Keduanya adalah adik dan kakak dari Distrik Atsj, Asmat, yang ditempuh dengan jarak 2 jam perjalanan lewat sungai.

"Keduanya telah dirawat sejak 4 hari lalu. Tak hanya kedua anaknya, tetapi sang ibu juga dirawat bersamaan karena menderita TB Paru," kata Dokter Lidwina Elisabeth, salah satu dokter spesialis anak di RSUD Agats, Rabu, 17 Januari 2018.

Menurut Lidwina, pasien yang dibawa dari distrik-distrik hingga ke RSUD Agats, rata-rata mengalami muntah, demam, dan buang air selama berminggu-minggu. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, kebanyakan pasien anak terserang gizi buruk.

Saat ini, RSUD Agats, Asmat, merawat 13 pasien campak dan 9 orang pasien gizi buruk yang mengakibatkan daya tahan tubuh menurun, sehingga mudah terserang virus. "Saat ini, kita lebih fokus pada pemenuhan gizi," kata Dokter Ludwina. Maria Octovina Daujen Bir, balita berumur 1,6 tahun yang telah enam hari dirawat di rumah sakit tersebut, berat badannya akhirnya naik menjadi 7,6 kilogram, dari sebelumnya 6 kilogram. Maria terpaksa dirujuk dari Kampung Warse, Distrik Jeci yang ditempuh selama 2 jam menggunakan perahu cepat.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando