Home » » Tahun 2018, Pangdam III/Siliwangi Perintahkan Fokus "Berperang" Lawan Pencemaran Limbah Citarum

Tahun 2018, Pangdam III/Siliwangi Perintahkan Fokus "Berperang" Lawan Pencemaran Limbah Citarum

Written By portal komando on 5 Jan 2018 | 7:59 PM


Bandung,- Pencemaran di Sungai Citarum, Jawa Barat terus mendapat perhatian lebih oleh Kodam III Siliwangi. Berbagai upaya mulai dijalankan guna mengembalikan harum Citarum, langkah strategis pun disiapkan tahap demi tahap.

Melalui Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, ia memerintahkan bawahannya untuk fokus "berperang" melawan pencemaran limbah di Citarum yang dicap salah satu sungai terkotor di dunia tersebut.

Dalam Seminar Nasional Melestarikan Ekosistem Citarum dengan Prespektif Hukum, yang bertempat di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Doni menyampaikan sejumlah targetnya di tahun 2018.

Doni mengatakan, beberapa upaya tahap awal yang akan dilakukan mulai Januari hingga Juni 2018 diantaranya adalah, dimulai dari kegiatan sosialisasi untuk merubah mindset dan perilaku masyarakat yang kerap buang sampah ke sungai. Hal ini diterapkan pada Januari-Februari.

"Kemudian juga ada pelatihan masyarakat sekitar Citarum untuk alih profesi ke ternak hewan kambing, kelinci, bebek dan ayam, budidaya ikan nila, lele, mas, dan menjadi petani tanaman murbai, kopi, tarum atau indogofera," ujar Doni, Kamis (4/1/2018).

Menurutnya, langkah tersebut bisa mengurangi kerusakan alam yang saat ini terjadi di DAS Citarum dari hulu hingga hilir.

"Jabar itu terkenal dengan kopi. Dari tanaman kopi tanpa merusak hutan warga bisa sejahtera jika DAS Citarum sudah pulih lagi," tambahnya.

Sedangkan dari Februari hingga Juni mendatang, pihaknya bakal melakukan pembersihan sampah baik itu rumah tangga atau di permukaan sungai secara tuntas. Kemudian dilanjut mengawasi penggunaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) terpadu untuk mengurangi limbah industri yang banyak mencemari sungai.

Lebih jauh ia menuturkan, Kodam III/Siliwangi juga akan mencari solusi agar bisa mengurangi sampah rumah tangga, salah satunya dengan alat penghancur sampah. Sementara itu, terkait limbah kotoran manusia, Doni menyiapkan pembuatan MCK, WC gendong, IPAL komunal untuk manusia dan hewan.

"Dari Januari hingga Juni juga kita siapkan pemasangan CCTV sepanjang aliran sungai agar bisa terpantau. Penegakkan hukum juga dilakukan kepada pelaku pencemaran sungai dan perambah hutan," paparnya.

Selain itu, dengan jarak 5-10 tahun mendatang, akan ada pembibitan, penanaman tanaman ekologis menggunakan bibit pohon dengan tinggi minimal 1,2 meter dan 2 centimeter diameter batang. Penetapan standar penanaman ini dilakukan agar kualitas pohon yang tumbuh juga kuat dan kokoh.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando