Home » » Kodim 0731 Kulon Progo Aktif Ikuti Simulasi Penanganan Bencana Alam Tsunami Dan Persemian Sekolah Siaga Bencana.

Kodim 0731 Kulon Progo Aktif Ikuti Simulasi Penanganan Bencana Alam Tsunami Dan Persemian Sekolah Siaga Bencana.

Written By portal komando on 15 Feb 2018 | 1:14 PM


PK,.Yogya Barat. Sekolah Dasar (SD) Negeri Darat yang berada di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, diresmikan sebagai Sekolah Siaga Bencana, pada Rabu (14/02/18). Letak dan Lokasi Sekolah Dasar ini berada 1 km dari laut Selatan, dengan demikian potensi bencana bila terjadi Tsunami sangat tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.45-11.30 WIB, dihadiri dan diikuti sekitar 200 orang termasuk warga masyarakat sekitar. 

Kegiatan diawali dengan penampilan Drum Band dari siswa SD Negeri Darat, dilanjutkan dengan prosesi gladi lapang/simulasi tanggap darurat bencana gempa tsunami yang diperagakan oleh murid SD Negeri Darat Karangwuni dan anggota BPBD, PMI, Puskesmas Wates.

Acara peresmian dihadiri oleh para pejabat antara lain : dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) (Bupati Kulon Progo), Drs. Biwara Yuswantana, M.Si (Kepala Pelaksana BPBD DIY), Akhit Nuryati (Ketua DPRD Kab. Kulon Progo), Kapten Inf M Berhen Sukoco (Pasi Ops Kodim 0731/Kulon Progo), Kompol Kuswanto (Kabag Ren Polres Kulon Progo), Drs. Sumarsana, M.Si (Kadispora Kulon Progo), Gusdi Hartono (BPBD Kulon Progo), Santoso, S.IP (Camat Wates), Kapten Czi Sugiarta (Danramil 01/ Wates), Ipda Dalija (Polsek Wates), Asrini, S.Pd (Kepala SD N Darat) dan segenap Tamu Undangan. 

Asrini, S.Pd (Kepala SD Negeri Darat) selaku penyelenggara, pada sambutannya mengatakan bahwa latar belakang SD Darat dijadikan Sekolah Siaga Bencana adalah karena lokasi sekolah yang berada lebih kurang 1 km dari laut dan mempunyai potensi tsunami. Sekolah diharapkan mampu mengurangi resiko bila terjadi bencana tersebut dan diharapkan siswa dapat bertindak tepat apabila terjadi bencana.
Tujuan dengan ditunjuknya Sekolah ini menjadi Sekolah Siaga Bencana (SSB) adalah, agar siswa tanggap dan terampil dalam bertindak bila bencana terjadi. 

Langkah yang telah ditempuh yaitu dengan membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah, membangun komunikasi dengan BPBD, BMKG, TRC, Komite Sekolah, Instansi Terkait serta masyarakat sekitar dan melaksanakan simulasi penanggulangan bencana secara rutin. 

Drs. Biwara Yuswantana, M.Si (Kepala Pelaksana BPBD DIY) mengatakan bahwa melihat gladi yang sudah dilaksanakan, menjadi ingat kejadian di Aceh, Tsunami yang terjadi lebih tinggi dari tingginya sekolah ini. Untuk itu perlu membangun kesiap siagaan dan ketangguhan untuk meminimalisir jatuhnya korban dan kerugian yang terjadi.
"Membentuk Sekolah Siaga Bencana adalah salah satu bentuk langkah nyata dalam membangun dan memperkuat kesiap siagaan dalam mengantisipasi timbulnya korban dan mengurangi kerugian apabila terjadi bencana. Kedepan akan tetap kita kembangkan dan kita perluas lagi." Jelas Biwara Yuswantana.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pengukuhan Tim Siaga Bencana dengan pemasangan rompi TSB, pemasangan pada perwakilan siswa serta penyerahan bantuan secara simbolis berupa peralatan P3K oleh Bupati Kulon Progo, BPBD DIY, Forkopimda Kulon Progo, Kadispora Kulon Progo, BPBD Kulon Progo dan Kepala SD N Darat.

Semwntara itu Bupati Kulon Progo, dr.H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam kesempatan tersebut menyampaikan Apresiasi kepada BPBD DIY, yang telah memprakarsai dan bekerja keras untuk menyelenggarakan acara ini. Bencana adalah tidak bisa di duga, Kulon progo tidak pernah sepi dari bencana baik tanah longsor maupun banjir. Kemungkinan terjadinya bencana tsunami di wilayah pantai selatan dengan kontur dasar pantai yang merupakan lempengan-lempengan, adalah tidak bisa dipungkiri. 

"Mengurangi resiko akibat bencana tidak bisa terjadi tanpa adanya latihan praktek peragaan. Anak-anak sekolah di tingkat SD daya ingatnya masih sangat tinggi. SD di Karangwuni harus bisa menjadi contoh sekolah lainnya yang ada di Kulon Progo. Menyikapi rencana keberadaan Bandara di Temon, kami berharap di Karangwuni akan muncul harapan dan ide untuk lokasi membangun terminal Haji" kata Bupati.

Simulasi Bencana di tutup dengan Peresmian Sekolah Siaga Bencana (SSB) SD Negeri Darat Karangwuni, Wates, Kulon Progo, dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kulon Progo dan Pembentangan Kaos SSB.(NSR/bang natsir).
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando