Home » » Warga Keluhkan Kekurangan Air Bersih, Pangdam III/Siliwangi Berikan Mesin Penjernih Air

Warga Keluhkan Kekurangan Air Bersih, Pangdam III/Siliwangi Berikan Mesin Penjernih Air

Written By portal komando on 15 Feb 2018 | 1:51 PM



Majalaya,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo memberi bantuan 2 unit mesin pompa penjernih air kepada masyrakat Ciwalengke Desa Sukamaju dan masyarakat Cimaranggi Desa Padamulya di Balai Desa Sukamaju Majalaya, Rabu (14/2). Alat tersebut diberikan guna membantu masyarakat sekitar yang selama ini kesulitan dan kekurangan air bersih.

Penyerahan Bantuan Mesin pompa penjernih air diserahkan Pangdam III/Siliwangi yang diwakili oleh Dandim 0609/Cimahi Letkol Arh Andre Wira Kurniawan kepada Kepala Desa Sukamaju Bpk. H. Djujun Rahayu sebagai perwakilan dari Masyarakat.

Kepala Desa Sukamaju menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo atas bantuan mesin penjernih air sehingga beban masyarakat tentang kekurangan air bersih selam ini dapat teratasi, dan menyarankan juga agar bantuan mesin ini dapat juga diberikan kepa desa – desa lainnya yang berada disekitar DAS Citarum.

Bantuan tersebut berawal dari adanya keluhan dari Warga Desa Sukamaju yang selama ini kekurangan air bersih. Adapun air yang tersedia di DAS Citarum yang ada diwilayahnya sudah kotor dan tercemar limbah pabrik yang disampaikan oleh perwakilan Masyarakat di Makodam III/Siliwangi. Untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat tersebut, Pangdam III/Siliwangi langsung menindak lanjuti hal tersebut dan memberikan bantuan mesin penjernih air beserta sarana dan prasaranannya.

“ Bagi masyarakat agar menggunakan alat tersebut sebagaimana mestinya dan merawatnya dengan baik agar usia alat akan lebih panjang lagi”, pesan Pangdam.

Ditempat yang sama Ir. Sopian Nataprawira MP mewakili Bupati Kabupaten Bandung menyampaikan ucapan terima kasih juga kepad Pangdam III/Siliwangi yang telah memberikan bantuan mesin penjernih air dan usulan dari Kades akan ditindak lanjuti dan akan dimasukan dalam agenda Musrenbang

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU penyerahan alat dan peninjauan proses penggunaan alat tersebut.

Proses yang dilakukan adalah air dari Sungai disedot oleh mesin penyedot air dan ditampung dibak penampungan air yang telah disediakan. Kemudian air tersebut dialirkan kebak yang telah diberi penyaring air alami berupa lapisan bawah ijuk kemudian pasir dan kerikil, lalu dialirkan kemesin Penjernih air. Untuk mengeluarkan air dari mesin tersebut dipompa secara manual dan ditampung diember. Air sungai yang tadinya kotor dan berbau berubah menjadi jernih siap untuk dikonsumsi dan air tersebut sudah memenuhi standar WHO

Kemampuan pompa penjernih air (village pump) biasa digunakan pada daerah yang tidak memiliki sumber air bersih sehingga dengan bantuan alat pompa penjernih air tersebut dapat menghasilkan air bersih yang layak untuk dikonsumsi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Alat pompa penjernih air dapat menghasilkan debit air bersih sebanyak 500 liter air/jam dengan kualitas yang memenuhi standar WHO. Alat tersebut buatan Belanda dengan harga sekitar Rp 250 Juta perunit. Saat ini pompa sudah terpasang dan siap dioperasionalka
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando