Home » , » Danpusterad : "Komsos Wujud Sarana Penghubung TNI Dan Rakyat"

Danpusterad : "Komsos Wujud Sarana Penghubung TNI Dan Rakyat"

Written By portal komando on 17 Apr 2018 | 3:09 PM


Jakarta, PK-Peran Komunikasi dalam hubungan sosial antara TNI AD dengan rakyat (Militer-Sipil) merupakan hal biasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara Komunikasi Sosial (Komsos) merupakan salah satu wujud sarana penghubung antara TNI kepada masyarakat atau komponen bangsa lainnya dalam rangka memberi informasi dan saling mengkomunikasikan kebuntuan atau mencari solusi permasalahan yang ada. 
 
Hal itu disampaikan Komandan Pusterad (Danpusterad), Mayjen TNI Hartomo dalam sambutannya pada kegiatan Komunikasi Sosial Pusterad dengan komponen masyarakat nasional bertajuk "Melalui Kegiatan Komunikasi Sosial Dengan Komponen Masyarakat Kita Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Dalam Rangka Memperkokoh Persatuan Kesatuan" di Aula Gajah Mada, Kantor Puaterad, Cipayung, Jakarta Timur (17/4). 
 
"Demgan komsos TNI ini dilakukan untuk memperoleh hubungan yang harmonis mewujudkan kebersamaan terhadap komponen masyarakat dan komponen bangsa dalam menjalankan kewajiban dengan baik yang saling keterikatan dan mendukung aatu sama lain" kata Danpusterad. 
 
Dengan dinamika tuntutan dan tantangan tugas saat ini, lanjutnya, menuntut TNI untuk menstransformasikan diri menjadi organisasi yang profesional. "TNI dituntut tampil humanis luar dan dalam dimana komunikasi keluar haris bisa diterima oleh rakyat secara baik. "TNI diharapkan dapat hadir ditengah-tengah rakyat sebagai penyejuk dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa melalui komsos dengan komponen masyarakat" paparnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Danpusterad mengingatkan di tahun politik ini dengan ditandai banyaknya statement dari tokoh naaional, politik, budayawan maupun tokoh agama yang menimbulkan kontroversi/kegaduhan di masyarakat. 
 
"Fakta yang rerkadi dalam kehidupan masyarakat nasional Indonesia akhir-akhir ini telah memudarnya persatuan dan kesatuan bangsa, seperti meningkatnya individualisme menurunnya stabilitas keamanan. Berbagai kasus seperti sparatis bersenjata (KKB) di papua, terorisme, narkoba, penistaan agama hingga penyerangan tokoh agama mengisyaratkan merosotnya persatuan dan kesatuan" tukasnya. Untuk itu, dirinya berharap melalui kegiatan Komsos seperti ini masyarakat dan komponen lainnya dapat memberikan masukan terhadap situasi saat ini. "Kepada narasumber dapat memberikan informasi dan formulasi mengurai permasalahan yang kita hadapi untuk dapat memberikan solusi dengan kondisi saat ini" tutupnya. 

Kegiatan yang diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan dua nara sumber yakni DR. Andi Wijayanto, MA dan DR. Jeane Noveline Tedja, M.Si. Dihadiri Ketua MUI, Ketua NU, Dirjen Politik dan Umum Kemendagri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ketua PPAD, KNPI, FKPPI, PPM dan Mahasiswa. (AD)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando