Home » , » Menghapus Mitos Perairan Angker Pulau Salahnamo Batu Bara

Menghapus Mitos Perairan Angker Pulau Salahnamo Batu Bara

Written By portal komando on 22 Apr 2018 | 3:35 PM




ASAHAN,.Minggu,(22/4),.Beberapa tahun lalu terjadi sebuah kecelakaan dimana jaring kapal pukat apung terbelit karang di perairan Pulau Salahnamo Kabupaten Batu Bara, Sumut. Kecelakaan ini menewaskan salah satu nelayan yang mencoba menarik lagi jaring yang sudah tersangkut. Semenjak kejadian itu di perairan tersebut tidak ada ikannya lagi. Dan masyarakat menganggap hal tersebutlah penyebabnya.

Dijelaskan dalam rilis,Danlanal Tanjung Balai Asahan, Letkol laut (P) Yudo Ponco sangat tertarik dengan salah satu pulau yang masuk di wilayah kerjanya . Danlanal yang memiliki spesialisasi Komando Pasukan Katak ini sudah menyelami semua perairan sekeliling Pulau Salahnamo disela sela waktu kerjanya.

Pada saat kegiatan Forum Strategi ke 2 dimana Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut melakukan kegiatan penelitian di Lanal TBA, Danlanal menggagas kegiatan pengangkatan sampah jaring raksasa yang menyelimuti terumbu karang perairan pulau Salahnamo tersebut. Apalagi, tanggal 22 april juga diperingati sebagai hari Bumi, sehingga kegiatan ini turut membantu pelestarian laut.

"Saya ingin para Perwira Siswa Seskoal memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat diwilayah Lanal TBA yang menjadi daerah tujuan penelitian. Kalau tidak diangkat, sepuluh tahun kedepan sampah itu tidak akan berubah dan tetap berada ditempatnya. Ikan akan terperangkap dan terjebak sampai mati. Dan satu ikan saja mati ikan lain akan pergi menjauh, sampai kondisi air kembali normal lalu ikan datang. Selanjutnya ikan baru akan terjebak lagi. Begitu seterusnya hingga perairan tersebut dikenal tidak ada ikan karena keangkerannya," Ungkap Danlanal.

Diantara ke 27 Pasis ini beberapa ada yang berkualifikasi Kopaska dan Intai Amphibi Marinir. Dipimpin Danlanal langsung tim gabungan Lanal TBA dan Pasis Seskoal ini mengangkat dari kedalaman 16 meter sampah jaring pukat apung yang menyelimuti terumbu karang.

"Sampah jaring kami angkat ke permukaan dengan menggunakan beberapa jerigen 30 liter yang kami turunkan lalu dihembus udara dari alat selam kami, baru kami potong secara manual dari terumbu karang. Proses ini hampir berjalan selama 2 jam mengingat jaring yg kami angkat lebarnya hampir seluas lapangan Badminton," Ungkap salah satu Perwira Siswa Mayor laut (P) Wido Dwi Nugraha.

Harapannya setelah pengangkatan sampah jaring ini perairan Pulau Salahnamo, Kabupaten Batubara kembali banyak ikannya, dan masyarakat nelayan dapat memetik hasilnya.
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando