Home » » Pasca Pembakaran Rumah Sakit Dan Gedung Sekolah di Banti,Masyarakat Berharap Perhatian Pemerintah Daerah

Pasca Pembakaran Rumah Sakit Dan Gedung Sekolah di Banti,Masyarakat Berharap Perhatian Pemerintah Daerah

Written By portal komando on 27 Apr 2018 | 9:39 AM

 
PK,.Timika – Pasca terjadinya penyanderaan, penyiksaan, pelecehan seksual, pembakaran fasilitas umum yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua yang ada di Kampung Waa Banti dan Aroanop, masyarakat menyampaikan beberapa kendala dan keluhan yang dialami, Kamis (26/04).

 
Disebutkan dalam rilis Pendam XVII/Cenderawasih,Bapak Kolinus Beanal selaku kepala suku mengucapkan terimakasih kepada TNI-Polri yang membantu masyarakat dari penindasan yang dilakukan kelompok KKSB yang sempat menyerang dan meluluh lantakan Kampung Waaa Banti. Beliau juga mengeluhkan beberapa kendala yang dialami di kampung tersebut.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada aparat keamanan karena sudah membantu masyarakat dari kekerasan KKSB serta mengusir mereka dari kampung kami, saya juga berterimakasih kepada TNI yang selalu hadir ditengah masyarakat agar masyarakat selalu merasa aman. Saya juga menekankan kepada Pemerintah Daerah untuk lebih aktif lagi dan lebih dekat dengan masyarakat, karena Pemerintah Daerah memiliki peran penting untuk masyatakat, untuk itu saya berharap, Pemerintah Daerah memperhatikan kami yang ada disini, pungkasnya.

Seperti yang diketahui, bahwa setelah Fasilitas umum yaitu Rumah sakit, gedung sekolah dan perumahan warga yang dibakar oleh KKSB, kehidupan sehari-hati masyarakat tidak berjalan normal. Proses belajar mengajar anak-anak juga lumpuh total serta mereka merasa kebingungan apabila terdapat masyarakat yang sakit karena Rumah Sakit ludes terbakar.

Ditempat yang sama, Kapendam juga menjelaskan kembali kronologis mengenai penyanderaan yang dilakukan KKSB kepada masyarakat.

“Jadi, pada bulan November 2017 kemarin, KKSB menyandera 1.300 warga dan dikumpulkan di kampung ini, warga di sandera, disiksa, sampai kemarin ada guru yang juga menjadi korban kekerasan, penganiayaan sampai pemerkosaan di Kampung Aroanop. Kami dari TNI berhasil memukul mundur KKSB itu dari kampung Waa, Banti sampai ke Aroanop. 
 
Kita hanya mengerahkan 50 orang anggota TNI saja yang dipimpin oleh Danbrigif 20/IJK selaku Dansatgas. Pada tanggal 19 kemarin para guru-guru ini dapat di evakuasi dari kampung Aroanop ke Timika,” singkat Kapendam.

Danbrigif juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa TNI akan selalu menjaga keamanan masyarakat. Danbrigif juga menyampaikan keluhan masyarakat kepada bapak Camat yang ditujukan kepada Bapak Bupati Timika bahwa masyatakat disini butuh perhatian dari Pemerintah daerah. Danbrigif menyampaikan pesan dari Mendikbud bahwa fasilitas disini akan segera dibangun kembali dan meminta kerjasama dari masyarakat.

“Kami TNI berasal dari rakyat, dan kami TNI juga untuk rakyat, dimana ada kesusahan dan keluhan masyarakat pasti disana ada TNI. Seperti sekarang, setelah sekolah dibakar, guru tidak ada karena harus menjalani perawatan akibat ulah KKBSB kepada mereka, maka kami TNI yang mengajar anak-anak disini agar proses belajar mengajar anak-anak tidak putus. Fasilitas lain yang dibakar oleh KKSB ini adalah Rumah Sakit Waa ini, dimana nantinya akan dibangun lagi. 
 
Pesan dari bapak Presiden dan Bapak Menteri, masyarakat harus ikut serta dalam proses pembangunan fasilitas sekolah maupun rumah sakit. Karena dengan tujuan apa, supaya masyarakat juga memiliki bangunan dan fasilitas tersebut karena masyarakat ikut membangun. Jadi apabila ada kelompok yang ingin membakar atau menghancurkan fasilitas ini, masyarakat bisa melawan karena proses pembangunan itu juga dari keringat masyarakat,” jelas Danbrigif.

Danbrigif juga menekankan bahwa TNI, Pemerintah, masyarakat harus saling bekerjasama untuk kemajuan masyarakat serta kemajuan pendidikan anak-anak.

“Sekali lagi kami TNI mohon kerjasama kepada masyarakat untuk saling membantu dalam kemajuan masyarakat dan anak-anak disini. Kami TNI berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keamanan masyarakat serta kami membantu anak-anak untuk belajar. Jiwa raga kami untuk Indonesia dan masyarakat. Kami rela mengorbankan nyawa kami demi melindungi masyarakat,” tutup Danbrigif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Danramil 1710-04/Tembagapura Kapten Inf Mulia Adi, Kapolsek Tembagapura Akp Hermanto, Kadistrik Tembagapura Bpk. Martinus Nuboba, Dept Corpcom PT.FI Bpk. Stevanus Brangko,e Manajer SRM Highland Bpk. Norman Sunusi, Group Leader Community Ekonomi Bpk. Verdy Abdullah.


Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando