Home » , » Prajurit TNI Tidak Mengenal Lelah, Panas dan Hujan Demi Menyelamatkan Guru di Kampung Aroanop

Prajurit TNI Tidak Mengenal Lelah, Panas dan Hujan Demi Menyelamatkan Guru di Kampung Aroanop

Written By portal komando on 19 Apr 2018 | 7:23 PM

PK,.Timika (19/04/2018) – Komandan Brigade Infanteri 20/Ima Jaya Keramo Kolonel Inf Frits yang juga selaku Komandan Satuan Penugasan membeberkan kronologis pada saat penyelamatan 18 guru yang menjadi korban kekerasan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua di kampung Aroanop.
 
Dijelaskan dalam rilis Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih kepada Portal Komando,Saat dikonfirmasi di hanggar Penerbad di Timika, Dansatgas membeberkan proses penyelamatan 18 guru yang menjadi korban kekerasan oleh KKSB. Beliau menjelaskan bahwa situasi di Kampung Aroanop sudah aman dan saat ini sudah diduduki oleh TNI.

Pergerakan pasukan TNI untuk mengamankan kampung Aroanop sudah dikerahkan dari tanggal 17 April 2018 dini hari sampai tanggal 19 April 2018. Dalam pergerakan pasukan TNI ini terdapat banyak rintangan yang dilalui dari kondisi medan sampai kondisi cuaca. 

Pada saat pergeseran pasukan, hujan deras turun membuat sungai banjir dan menghambat pergerakan pasukan TNI. Tetapi itu semua tidak menyurutkan tekad TNI untuk menyelamatkan masyarakat di Aroanop.

“Kami sudah mengerahkan pasukan dan saya perintahkan kepada prajurit saya untuk berjalan kaki melintasi gunung, hutan, sungai dengan senyap. Sempat terjadi hujan deras yang mengakibatkan sungai banjir dan menghambat pergerakan pasukan saya. Tetapi itu tidak meyurutkan semangat kami untuk menyelamatkan warga. Hujan adalah teman bagi kami, rasa lelah tidak kami rasakan demi keselamatan masyarakat dan guru di kampung Aroanop, dan akhirnya pada pukul 05.30 WIT tanggal 19 April 2018, pasukan saya bisa masuk ke kampung Aroanop, memukul mundur kelompok KKSB dan berhasil mengevakuasi guru dan masyarakat disana,” tegas Kolonel Frits.

Saat itu juga masyarakat sudah aman saat prajurit TNI berhasil memukul mundur kelompok KKSB tersebut. Masyarakat dikumpulkan di bandara Aroanop dan Dansatgas memberikan arahan kepada masyarakat.

“Saya mengumpulkan masyarakat dan memberi arahan kepada mereka bahwa situasi dan kondisi di Aroanop kompleks yang terdiri dari enam kampung sudah kami duduki dan masyarakat dapat melanjutkan kembali aktifitas seperti biasa,”ucap Dansatgas.

Prajurit TNI saat ini masih melakukan pengejaran terhadap kelompok KKSB yang berjumlah kurang lebih 20 orang dimana mereka lari ke kmapung Jagamin yang mana kampung tersebut adalah jalan untuk kelompok KKSB melarikan diri.

“Kita sudah mengejar dan mengevakuasi guru yang ada di kampung Jagamin serta mengamankan wilayah yang sempat menjadi tempat persembunyian KKSB,”jelasnya kembali.
Kelompok KKSB itu sendiri terdiri dari kelompok-kelompok separatis di Papua salah satunya adalah Jhoni Botak dan Nawaker.

Pada saat KKSB menyerang kampung Aroanop, mereka menyiksa guru-guru pengajar di kampung tersebut. Kelompok KKSB ini tidak segan-segan untuk menyiksa masyarakat.

“Ada guru-guru dan masyarakat yang mengalami luka memar di wajah karena mendapat penyiksaan kekerasan yang dilakukan oleh KKSB ini, 18 guru ini juga mengalami trauma dan stress yang tinggi,” ujarnya.

Kelompok KKSB ini merupakan kelompok gabungan separatis Papua dari Ilaga, Puncak Jaya dan tempat rawan lain dan seperti diketahui bahwa pada saat penyerangan di Banti Kompleks itu kekuatan sangat besar dari KKSB dan masing-masing orang dari mereka memegang senjata api.

Saat proses evakuasi di kampung Aroanop ini, antusias masyarakat sangat baik dan mau mengikuti arahan dari prajurit TNI untuk berkumpul di satu titikk yaitu di bandara Aroanop.

“Masyarakat sangat mematuhi arahan dari kami untuk berkumpul di suatu tempat untuk dievakuasi oleh TNI, karena mereka sudah merasa terancam oleh keberadaan KKSB,” ucap Dansatgas.

Ketika para guru dan masyarakat sudah berkumpul, TNI langsung melakukan pengamanan dan memastikan bahwa masyarakat aman dari gangguan KKSB.

“Syukur, prajurit kami sudah berhasil mengevakuasi 18 guru yang mengalami penyiksaan oleh kelompok KKSB, sekarang ada 13 guru yang sudah berada di Timika terdiri dari 7 perempuan dan 6 laki-laki, sedangkan 5 orang sisanya masih berada di Aroanop untuk menunggu proses evakuasi selanjutnya,” jelasnya lagi.

Kemungkinan proses evakuasi 5 orang tersebut akan dilakukan besok, Jumat karena pada hari ini helikopter dari Penerbad tidak bisa terbang dikarenakan faktor cuaca.


Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando