Home » » Walikota Pekalongan Buka TMMD Sengkuyung I di Kelurahan Degayu

Walikota Pekalongan Buka TMMD Sengkuyung I di Kelurahan Degayu

Written By portal komando on 4 Apr 2018 | 7:52 PM



PEKALONGAN - Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahap I dibuka langsung oleh Wali kota Pekalongan M Saelany Mahfudz. Adapun pelaksanaan TMMD di kelurahan Degayu kecamatan Pekalongan Utara kota Pekalongan.

"Melalui TNI TMMD Reguler 101 dan Sengkuyung Tahap I Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 merupakan bagian dari cara kita merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotong rovongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan," katanya.

Berdasarkan sambutan Gubernur Jawa Tengah, kata Walkot, saat ini jumlah Penduduk miskin di Jawa Tengah per-bulan September 2017 sebanyak 4,197 juta jiwa atau 12,23%. Sedangkan jumlan pengangguran Terbuka Jawa Tengah per-bulan Agustus 2017 sebesar 4,57%. Untuk Indeks Pembangunan Manusia, Jawa Tengah Tahun 2016 berada pada angka 69,98.

"Melalui TMMD sebagai program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah, serta segenap lapisan masyarakat merupakan salah satu langkah nyata guna mengatasi berbagai permasalahan yang kita hadapi tersebut, " jelasnya.

Dikatakan Saelany dengan Sinergitas dankemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan Daerah melalui TMMD seperti inilah yang menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/persoalan terkini dengan solusi.

"Manfaat TMMD sangat luar biasa di kota Pekalongan karena mampu membangun diluar ekspektasi kita," bebernya.

Sementara Mayor. inf. M. Hufron menjelaskan pelaksanaan program TMMD Tahap I Tahun 2018 yang berlangsung dari tanggal 4 April sampai dengan 3 Mei 2018. Sasaran program berupa pembangunan infrastruktur, sarana prasarana fasilitas umum dan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat di daerah,ketrampilan dan pendidikan kesetaraan yang semuanya berbasis desa.

"TMMD di kelurahan Degayu sasaran fisik berupa peninggian dan beton jalan. Sedangkan sasaran Non fisik ada penyuluhan Wasbang (Kodim),pencegahan KDRT dan pelecehan sexsual(LP-PAR),Penyuluhan KB (Dinsos P2KB)

,Penyuluhan Kesehatan tentang HIV/AIDS (Dinkes) dan berbagai kegiatan sosialisasi lainnya," tuturnya.

Hufron mengatakan sumber dana berasal dari Apbd Provinsi sebesar Rp 167,2 juta, dan Apbd kota Rp 82 juta, jumlah total Rp 249,2 juta.

"Harapannya mampu memperlancar arus lalu lintas darat sehingga meningkatkan perekonimian masyarakat setempat, memperlancar pengairan persawahan, membangun semangat gotong royong masyarakat, dan meningkatkan kemanggunalan TNI-Rakyat serta pemerintah," tandasnya.** Red (rusg99)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando