Home » , » HUT PERIP Ke 54 Yogyakarta Dilaksanakan Di Kulon Progo.

HUT PERIP Ke 54 Yogyakarta Dilaksanakan Di Kulon Progo.

Written By portal komando on 1 Mei 2018 | 6:09 PM


Yogya Barat. Sabtu Pagi (28/04/18) di Aula Adikarto Gedung Kaca Kompleks Pemkab Kabupaten Kulon Progo telah berlangsung HUT PERIP (Persatuan Istri Purnawirawan) Ke 54 tahun 2018. Tema yang di usung,"Mengembangkan Kreatifvitas Sebagai Penggerak Perekonomian Keluarga" Dalam kegiatan ini di ikuti oleh Lima (5) Kabupaten (Kulon Progo, Sleman, Gunung Kidul, Bantul, Kota Yogyakarta) yang di hadiri lk 300 orang. 



Hadir dalam acara tersebut:
1. Kolonel Inf Andiek Prasetyo Awibowo, SP.,M.Si, Kasi Ren Korem 072 /Pmk.
2. Kapten Inf Triyono Pasiter Kodim 0731 Kulon Progo.
4. Brigjen (P) Harsono S. SOS. sesepuh PPAD DIY.
5. Letkol Inf (P) R.Sukardi ketua PPAD Kabupaten Kulon Progo.
6. Juwarto mewakili Veteran cabang Kab Kulon Progo.
7. Ny. Khabib Al Amin, Pasandi Kodim 0731 /Kp mewakili Persit Kodim 0731.
8. drh Endang Estaningrum mewakili Bupati Kulon Progo.

Sejarah singkat PERIP yang di bacakan oleh Eko Mulyo panitia PERIP antara lain:
1. Sebagai istri purnawirawan yang sudah sekian lama mendampingi suami selaku pejuang dan prajurit dalam keadaan suka maupun duka maka pada tanggal 17 April 1964 didirikan sebuah organisasi dengan nama Persatuan Ibu Purnawirawan yang disingkat “PERIP”.

2. Organisasi PERIP kemudian mendapat pengesahan sebagai Badan Hukum oleh Depertemen Kehakiman dengan surat Keputusan No.Skep/4J.A.5/103/10/1964 tanggal 26 September 1964 dan tercantum dalam Lembaran Negara no. 27 tahun 1964.

3. Sejak berdirinya PERIP tumbuh seirama dan sejalan dengan perkembangan Pepabri. Berdasarkan SK Ketua Umum Pepabri nomor KPTS-04/PB/VII/1967 tanggal 15 Juli 1967 memutuskan bahwa Organisasi Kemasyarakatan Wanita dan Organisasi Pendamping Pepabri yang bernaung dibawah dan mendapat lindungan dan bimbingan Pepabri. Musyarah ke I, diadakan pada bulan Agustus 1967 diSurakarta, mengesahkan AD/ART PERIP dengan Ketua Umum Ny. S.G. Wagiman. 

Pada Munas ke III PERIP diselenggarakan pada tanggal 15-17 April 1974 di Pandaan Jawa Timur yang menetapkan nama Persatuan “Ibu” Purnawirawan ABRI disempurnakan menjadi Persatuan“Istri” Purnawirawan ABRI dan mengesahkan Juklak Kartu Tanda Anggota.

4.Pada Munas ke VI PERIP Tahun 1987 di Jakarta, memutuskan perubahan antara lain PERIP menjadi PERIP Purna Garini. Sedang pada Raker yang diselenggarakan tahun 1995 menghasilkan perubahan nama organisasi dari PERIP Purna Garini menjai Persatuan Istri Purnawirawan ABRI yang disingkat PERIPABRI.

5.Dengan memperhatikan kebijakan pimpinan TNI dan adanya Paradigma Baru TNI, maka tanggal 8-9 Februari 2000 di Jakarta dilaksanakan Rapat Kerja Pusat bersamaan dengan Rakor DPP. PEPABRI, PERIPABRI, FKPPI dan GM. FKPPI dan telah menghasilkan beberapa keputusan. Likuidasi PERIPABRI Pengurus daerah Timor Timur, sehingga jumlah Pengurus daerah berkurang satu menjadi 26. Perubahan nama PERIPABRI menjadi PERIP TNI dan Polri. Perubahan Bidang Sosial Politik menjadi Bidang Hubungan Masyarakat.

6. Munas ke IX PERIP TNI dan Polri diselenggarakan pada tanggal 21-22 Oktober 2002 diJakarta, menghasilkan : Menetapkan nama organisasi PERIP TNI dan Polri menjadi Persatuan Istri Purnawirawan disingkat PERIP. Musyawarah Nasional X PERIP diselenggarakan pada tanggal 7-9 Nopember 2007 di Jakarta antara lain menyempurnakan kalimat dan tata bahasa sebutan pada Persatuan Istri Purnawirawan ditambah Warakawuri.

Ketua PERIP DIY, Ning Maryono saat memberikan sambutan,

1. Atas nama panitia mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya yang telah membantu atas kerja samanya atas suksesnya HUT PERIP berjalan dengan sukses dan lancar.
2. Seiring perjalanan waktu, PERIP telah mengalami beberapa kali perubahan, mulai dari PERIP PURNA GARINI, PERIPABRI, PERIP TNI dan POLRI dan akhirnya kembali lagi menjadi PERIP sampai dengan sekarang.

“Tidak terasa organisasi PERIP telah memasuki usia 54 tahun, sejak didirikan pada 17 April 1964 bersama dengan Kongres Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

3. PERIP kemudian hadir di tengah tengah bangsa ini sebagai wadah komunikasi dan pemersatu bagi Istri Purnawirawan serta menjadi pendamping perjuangan PEPABRI. Dengan banyaknya permasalahan bangsa dari tingkat lokal, nasional hingga internasional, dimana PERIP dengan kapasitas dan kemampuan yang dimilikinya dapat menjadi bagian dari pemecahan masalah tersebut.

Sementara itu Bupati Kulon Progo yang di wakili Drh Endang Estaningrum, menjelaskan,
Atas nama Pemda kami mengapresiasi yang sebesarnya atas pelaksanaan HUT PERIP ke 54 karena kegiatan ini sangat penting tidak hanya sebagai ajang silaturahmi namun forum diskusi utk industri rumah tangga yang merupakan produk lokal dan akan merambah ke tingkat Nasional. Industri rumahan di Kulon Progo seiring dengan program Pemerintah, semakin meningkat yang dapat meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat yang sebagian besar di kerjakan oleh kaum perempuan sehingga di harapkan dapat menggali potensi lokal untuk memiliki nilai tambah bagi keluarga.

Harapan kita produk olahan rumah tangga bisa mendapat sertifikat produksi olahan sehingga mampu menembus Pasar Internasional. Dalam upaya pemberdayaan tidak hanya pemikiran dan kreatifitas laki laki namun kaum perempuan juga mempunyai gagasan yang dapat dikembangkan.

Di tempat yang sama, Danrem 072/Pmk yang diwakili Kolonel Inf Andiek Prasetyo Awibowo,Kasi Ren Korem 072 /Pmk memaparkan.

Dalam waktu dekat Wilayah DIY dan Indonesia secara umum, memasuki Tahun Politik, suhu politik akan memanas oleh karena itu agar anggota PERIP bersama TNI/Polri turut menjaga situasi yang aman. Diharapkan anggota PERIP mampu memberikan gambaran akan tugas TNI kepada masyarakat dan jangan terpancing isu yang akan memecah belah TNI.

PERIP sebagai wadah pemersatu istri purnawirawan TNI dan menjadi lilin penerangan yang dapat menunjukan jalan yang benar khususnya bagi generasi muda, PERIP mampu mengubah budaya organisasi, seiring tuntutan jaman terbukti para anggota di beri keleluasaan untuk berkiprah di bidang politik. Namun tetap berpedoman pada 4 pilar yang ada yang penting tetap menjaga kekompakan.

Kegiatan acara HUT PERIP ini di tutup dengan pemotongan tumpeng oleh sesepuh PERIP.(NSR/bang natsir).
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando