Home » » Unsur Militer Di Kulon Progo Ikuti Upacara Hari Pendidikan Nasional 2018.

Unsur Militer Di Kulon Progo Ikuti Upacara Hari Pendidikan Nasional 2018.

Written By portal komando on 2 Mei 2018 | 7:34 PM





Yogya Barat. Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional, peringatan pada tanggal tersebut diambil dari tanggal lahir Bapak Menteri Pengajaran (sekarang Pendidikan dan Kebudayaan) pertama, yakni Ki Hajar Dewantara sang pencetus Semboyan “ Ing Ngarso sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” yang memiliki arti Di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat dan di belakang memberi dorongan.



Rabu (02/05/18), Prajurit Kodim 0731 dan Prajurit Satradar 215 Congot, mengikuti pelaksanaan Upacara Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten Kulon Progo, bertempat di Alun-alun Wates Kabupaten Kulon Progo. Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018 ini mengambil tema "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan" pada upacara kali ini diikuti sekitar 1.000 orang.

Hadir dalam kegiatan peringatan Hardiknas ini antara lain
1. Drs.H. Sutedjo (Wakil Bupati Kulon Progo)
2. Akhid Nuryati (Ketua DPRD Kab. Kulon Progo)
3. Letkol Arm Teguh Tri Prihanto U, S.Sos., MM (Dandim 0731/ Klp)
4. Kompol Agus Supriyatno, S.Pd (Kabag Sumda Polres Kulon Progo)
5. Kapten Lek Budiyanta (Satradar 215/ Congot)
6. AKP Deni M.S (Brimob Sentolo), serta seluruh jajaran SKPD Kabupaten Kulon Progo.

Pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018 ini bertindak selaku Inspektur Upacara, Drs.H. Sutedjo (Wakil Bupati Kulon Progo) dengan Komandan Upacara Kusdiono, S.Pd (Guru SD IV Wates).

Untuk susunan Pasukan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018 di Kabupaten Kulon Progo terdiri dari:
1. 1 SSR Korsik gabungan Kodim dan Satpol PP Kulon progo.
2. 1 SST Kodim 0731/Klp
3. 1 SST Satradar 215 Congot
4. 1 SST Brimob Sentolo
5. 1 SST Polres Kulon Progo
6. 1 SST Polwan Polres Kulon Progo
7. 2 SSK PNS Kulon Progo
8. 2 SSK Kepala Sekolah
9. 2 SSK PGRI Kulon Progo
10. 1 SST Mahasiswa UAD
11. 1 SSK Siswa SMA/SMK, Kabupaten Kulon Progo.
12. 1 SSK SMP/MTS Kulon Progo
13. 1 SSK SD Kabupaten Kulon Progo

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang memberikan sambutan dan dibacakan oleh Inspektur Upacara antara lain: Sebagaimana kita ketahui, tanggal 2 Mei telah ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, seorang tokoh pendidikan Indonesia, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara.

Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 ini kita mengambil tema ”Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” Sesuai dengan tema tersebut, marilah kita jadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tecermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan. Pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini kita perlu merenung sejenak untuk menengok ke belakang, melihat apa yang telah kita kerjakan di bidang pendidikan, untuk kemudian bergegas melangkah ke depan guna menggapai cita-cita masa depan pendidikan nasional yang didambakan.

Di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, BAB l, Pasal 1 ayat 2, disebutkan bahwa pendidikan nasional kita adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional

Di samping itu, disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan akan mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai ruh, pemberi hidup, dan penyangga bangunan pendidikan nasional kita. Oleh sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh, dan menjulang.

Atas dasar pikiran di ataş, pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini kita berkomitmen untuk terus berikhtiar membangun pendidikan. Pendidikan yang dihidupi dan disinari oleh kebudayaan nasional. Kita yakin bahwa kebudayaan yang majü akan membuat pendidikan kita kuat. Begitu pula sebaliknya, jika pendidikan kita subur dan rindang, akar kebudayaan akan lebih menghunjam kian dalam di tanah tumpah darah Indonesia. 
Oleh karena itulah, pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini mari kita satukan tekad untuk "Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan” dengan disertai niat yang ikhlas serta usaha yang keras tak kenal lelah dalam mengabdi di dunia pendidikan.

Kita terus berusaha keras memperluas akses pendidikan yang berkualitas, terus-menerus mengalibrasi praktik pendidikan agar memiliki presisi atau ketelitian yang tinggi, sesuai dengan tuntutan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan pembangunan.

Di sisi yang lain kita berusaha menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya dalam hal budaya. Sebagaimana diakui oleh salah satu Asisten Direktur Jenderal UNESCO, yaitu Fransesco Bandarin, yang mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara adidaya (super power) kebudayaan. Kita terus menggali kekayaan budaya Indonesia, melestarikan, dan mengembangkannya demi terwujudnya Indonesia yang benar-benar adikuasa di bidang kebudayaan. Itulah sebabnya, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan Kebudayaan mengamanatkan bahwa pemajuan kebudayaan memerlukan langkah strategis berupa upaya-upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Cita-cita pendidikan dan kebudayaan nasional hanya bisa terwujud jika kita bekerja keras dan berdaya jelajah luas. Hanya dengan cara itu, kerja pendidikan dan kebudayaan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Apresiasi publik terhadap keberhasilan pemerintah yang gencar membangun infrastruktur harus disertai dengan pembangunan sumber daya manusia secara lebih sungguh-sungguh dan terencana. Sebagaimana kita ketahui, dalam tiga tahun terakhir pemerintah telah membangun dan memperkuat infrastruktur di hampir semua penjuru tanah air. Walaupun belum sepenuhnya selesai, manfaatnya sudah dapat dinikmati, di antaranya semakin mempermudah kerja pendidikan dalam memperluas akses, walaupun pada saat yang sama memaksa kerja pendidikan harus sigap merespons secara positif terhadap perubahan tata nilai, sebagai dampak dari perkembangan infrastruktur tersebut. Pendidikan juga harus menyiapkan tenaga technocraft, tenaga terampil dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat dan memiliki kemampuan berpresisi tinggi untuk mengisi teknostruktur sesuai dengan kebutuhan.

Pada Saat yang bersamaan, tantangan eksternal muncul dari perubahan dunia yang sangat cepat dan kompetitif. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 yang bertumpu pada cyberphysical system telah mengubah peri kehidupan kita. Artificial intelligence, internet of things, 3D printing, robot, dan mesinmesin cerdas secara besar•besaran menggantikan tenaga kerja manu%ia. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dalam menghadapi gelombang perubahan tersebut, juga kemampuan Eita dajam beradaptasi dan bertindak gesit.

Oleh karena itu, mau tidak mau dunia pendidikan dan kebudayaan pun harus menyesuaikan dengan dinamika tersebut. Cara jaman tak mungkin jagi diterapkan untuk menanggapi tantangan. Reformasi sekolah. peningkatan kapasitas, dan profesionalisme guru. kutikulum yang hidup dan dinamis, sarana don ptosorona yang andal, serta teknologi pembelajaran yang mutakhir. menjadi keniscayaan pendidikan kita. Untuk itu benar bahwa tidak bisa tidak, pendidikan harus menjadi urusan semua pihak. Semua pihak harus bergandeng tangan, bahu-membahu, bersinergi memikul tanggung jasvab bersama dalam menguatkan pendidikan. Kita optimistis bahwa Indonesia memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi bangsa besar dan maju, asal kita bersatu padu mewujudkannya.

Upacara ditutup dengan penyerahan, piagam dan penghargaan oleh Wakil Bupati atas prestasi yang di raih para siswa baik dari tingkat SD sampai denga SMA/K, maupun prestasi yang telah di torehkan oleh para pendidik baik tingkat Regional maupun Nasional. (NSR/bang natsir).
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 - All Rights Reserved
Created by Portal-Komando