Prajurit Marinir Karangpilang Peringati Hari Lahir Pancasila

TNI AL

PK,.(Surabaya).- Perwira Staf LogistikDanmenbanpur-1 Mar Letkol Mar Pujiono S.E,. M.Tr. Hanla memimpin prajurit Bhumi Marinir Karangpilang peringati hari Lahir Pancasilayang jatuh pada 1 Juni dilapangan Apel Ksatrian Marinir Sutedi Senaputra Karangpilang Surabaya, Jumat (01/06/18).

Ikut hadir dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila ini antara lain Perwira staf dijajaran Resimen Bantuan Tempur 1 Mar (Menbanpur-1 Mar), Perwira Staf dijajaran Resimen Artileri-1 Mar, Komandan Satuan Pelaksana (Dansatlak) dijajaran Menbanpur-1 Mar, Dansatlak dijajaran Menart-1 Mar, Perwira Menengah, Perwira Perta dan seluruh parajurit dan PNS Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra Karangpilang Surabaya.

Upacara yang dipimpin Komandan Upacara Kapten Mar Rahmad W dari Yonpom-1 Mar diawali dengan penaikan bendera Sang Saka Merah Putih dengan diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara dilanjutkan pembacaan Pancasila oleh Inspektur Upacara diikuti seluruh peserta upacara, pembacaan Pembukan  Undang Рundang Dasar 1945 oleh Serda Mar M. Yusup dari Yonpom-1 Mar denganPerwira Upacara Letda Laut (PM) Ahmad Mayuda dari Yonpomal-1 Mar dan sebagai penangung jawab pelaksanaan upacara hari Kelahiran Pancasila adalah Danyonpomal-1 Mar Mayor Mar Afin Dudun Abisanta M.Tr. Hanla.

Pada kesempatan ini Inspektur Upacara membacakan amanat Sambutan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada tahun 2018. Sebentar lagi kita akan merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73. Selama 73 tahun, Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. Selama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Insya Allah sampai akhir zaman, Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia.

Sungguh Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia. Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945.

Baca Juga :  Kadiskum Lantamal VI Berikan Materi Revolusi Mental Kepada 150 Calon Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jaffray.

Para pendiri bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama untuk menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan. Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar Negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Rangkaian proses besar tersebut harus selalu kita ingat, kita dalami semangatnya dan kita pahami rohnya. Adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita. Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi dan berprestasi.

Sebagai bangsa yang majemuk yang terdiri atas 714 suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17.000 pulau, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhineka Tunggal Ika. Kita harus bersatu dalam upaya kita untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin.

Semangat berbagi antar anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama juga merupakan sebuah keharusan. Kita harus berbagi dengan memperkuat etos kepedulian, welas asih, dan saling menghargai dengan penuh empati. Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat etos peduli dan berbagi. Semangat gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa harus terus kita pupuk sebagai sumber energi besar Indonesia untuk menggapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita akan mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif. Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghambur-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan. Kita harus melakukan lompatan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan tangguh.

Baca Juga :  Tim Fasharkan Makassar Berhasil Menarik KAL Andau I.6-18 Ke Laut

Saya yakin semangat berprestasi itu tertanam kuat di dada para atlet kita untuk mengibarkan bendera merah putih di Asian Games dan Asian Para-games yang diselenggarakan tahun ini. Saya yakin semangat berprestasi ini juga membara di seluruh lapisan masyarakat dan di seluruh jenis profesi untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara maju, negeri yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Marilah kita terus amalkan warisan mulia pada founding fathers ini untuk kemajuan bangsa, dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia.

Negara manapun di dunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bhineka dan majemuk. Seringkali kemajemukan ini juga dibayang-bayangi oleh risiko intoleransi, ketidak-bersatuan dan ketidak-gotongroyongan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhineka tunggal ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para founding father atas warisan luhur Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila yang kita nikmati saat ini. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada generasi-generasi berikutnya yang telah menanamkan pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan yang mulia ini, saya ingin mengajak para ulama dan tokoh agama, para guru dan ustad, para politisi dan jajaran aparat pemerintahan, para anggota TNI dan Polri, para pekerja dan pelaku ekonomi, serta seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian kita. Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju Negara maju dan jaya.

Baca Juga :  Isi Liburan Idul Fitri dan Jalin Kebersamaan Sisun Mentor, Taruna AAL Ikuti Lomba Mancing

Upacara diakhiri dengan menyanyikan lagu Mars Garuda Pancasila oleh seluruh peserta upacara.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments