Halim Perdanakusuma – Dispenau (3/4). Kepala Staf TNI AU mengatakan, TNI AU sangat mendukung program pembangunan stasiun dan trase kereta api cepat Jakarta – Bandung yang sedang dilakukan pemerintah. Menurut Kasau, pembangunan stasiun kereta api cepat yang melewati kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, tidak sekadar meningkatkan pelayanan transportasi, tetapi sekaligus untuk mempercepat peningkatan perekonomian di wilayah Jakarta-Bandung.
“Pembangunan stasiun dan trase kereta api cepat merupakan program pemerintah yang harus didukung, sehingga layanan transportasi dan pertumbuhan perekonomian masyarakat, dapat ditingkatkan” demikian dikatakan Kasau saat melakukan penyerahan kunci rumah dinas secara simbolis kepada prajurit yang rumahnya terdampak pembangunan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), di Komplek Dwikora Lanud Halim Perdanakusuma yang sebelumnya diserahkan Direktur Utama PT. KCIC Chandra Dwiputra, Selasa (3/7/2018).
Hadir pada kesempatan tersebut Menteri BUMN Rini Soemarno, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., Wakasau Marsdya TNI Wieko Syofyan, pejabat Kemhan RI, Mabes TNI, TNI AU, pejabat Pemda DKI Jakarta, PT. KCIC dan PT. Wika.
Lebih lanjut Kasau menjelaskan, ada ratusan Kepala Keluarga (KK) prajurit TNI AU yang tinggal di kompleks Trikora Lanud Halim Perdanakusuma yang terdampak proyek pembangunan KCIC. Untuk itu, pihak KCIC dan TNI AU telah membangun perumahan dinas baru untuk prajurit TNI AU pada sejumlah lokasi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Rampungnya pembangunan rumah dinas pengganti untuk prajurit TNI AU merupakan komitmen pihak pengembang dalam merealisasikan kesepakatan yang telah dibuat.
“Terdapat 408 unit rumah dinas baru untuk prajurit yang siap dihuni, terdiri dari tipe 60 (208 unit), tipe 72 (150 unit) dan tipe 120 (50 unit)”, jelas Kasau.
Sementara Dirut PT. KCIC Chandra Dwiputra mengatakan, area yang akan digunakan sebagai lokasi stasiun dan trase kereta api cepat Jakarta Bandung, saat ini tengah memasuki tahap konstruksi.
“KCIC juga terus mendorong pengerjaan konstruksi kereta api cepat agar dapat dilaksanakan dengan masif dan simultan di berbagai titik”, kata Chandra Dwiputra.