Menjaga Perdamaian Di Jazirah Mamala Dan Morela

Nasional Polhukam
PK,.Leihitu Maluku tengah-Perdamaian abadi menjadi harapan masyarakat Maluku, khususnya Desa Mamala dan Morela. Dua desa yang bertahun-tahun terlibat konflik itu akhirnya sepakat berdamai.
Mamala dan Morela adalah dua negeri (desa) bertetangga di Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Maluku. Konflik di Mamala-Morela terjadi sejak lama. Pada 2008, upaya rekonsiliasi dilakukan dengan membangun prasasti di perbatasan dua desa.
Sayangnya perdamaian itu tidak bertahan lama. Tidak terhitung berapa kali kedua warga desa ini terlibat perang. Sejumlah warga tewas dan puluhan luka-luka karena mereka menggunakan senjata api dan bom rakitan.
Pemicu konflik biasanya bermula dari persoalan sepele, seperti saling senggol, atau dari pesta miras yang berujung perang antar pemuda.
Jumat (14/10/2016), perdamaian itu ditandai dengan penyerahan sejumlah senjata api dan bom rakitan. Kedua desa sepakat mengakhiri pertikaian.
Satgas Yonif Raider 515 Kostrad yang Bertugas Di Wilayah Maluku mulai Bertugas diawal Bulan September 2017, dan 2 (dua) Posnya bertugas Di daerah Mamala dan Morela.
Selama Melaksanakan tugas dalam Kurun Waktu 11 Bulan, Pos Mamala dan Morela Satgas Yonif Raider 515 Kostrad Berusaha Menjaga Situasi 2 Negeri yang selama ini Bertikai Dengan Berbagai Kegiatan Di Masyarakat, Diantaranya Kegiatan Olahraga bersama antara Masyarakat Negeri Mamala dan Morela, Karya Bhakti yang Melibatkan Dua Negeri, Pelayanan Kesehatan bagi masyarakat, Menjadi Tenaga Pengajar Di Sekolah Sekolah Dari SD sampai SMA, aktif Dalam Kegiatan Keagamaan, Patroli Bersama Polri dan Kegiatan kebersamaan Antara Pos TNI, Brimob Polri dan Masyarakat, semua kegiatan tersebut dilakukan Demi Mewujudkan 2 negeri antara Mamala dan Morela Selalu dalam Keadaan Damai.
Pendekatan pendekatan secara humanis dan kekeluargaan yang Dilakukan oleh anggota Satgas Yonif Raider 515 Kostrad yang bertugas di Negeri Mamala dan Morela membuahkan hasil dengan adanya penyerahan Senjata dari kedua negeri Kepada Pos Satgas Yonif Raider 515 Kostrad.
Ismail, perwakilan Desa Mamala mengatakan penyerahan senjata tersebut merupakan peristiwa bersejarah bagi kedua desa. Penyerahan senjata juga merupakan sukarela warga tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
“Ini awal untuk contoh negeri (desa) lain di Maluku. Mudah-mudahan Maluku jadi aman,” ungkap Ismail.
Ismail berharap penyerahan ini diikuti juga oleh warga lainnya yang masih menyembunyikan senjata. Ismail juga berharap para warga yang secara sukarela menyerahkan senjata kepada kepala desa atau aparat tidak diproses hukum.
“Kita akan sampaikan ke aparat, tidak ada sanksi apapun,” imbuhnya.
Warga, lanjut Ismail, juga berharap pemerintah daerah menyediakan lapangan kerja bagi para pemuda dua desa tersebut. Sebab, banyaknya pengangguran membuat pemuda tidak produktif dan mudah tersulut emosinya.
Sementara itu Kepala Desa Mamala, Ramli Malawat dan Kepala Desa Morela, Sialana Yunan, mengatakan proses penyerahan senjata merupakan upaya kerja keras berbagai pihak, termasuk Satgas Yonif Raider 515 Kostrad.
“Kesadaran masyarakat itu akibat kerja keras para anggota Satgas yonif Raider 515 Kostrad yang selalu Bersinergi dengan Pos Brimob dalam Melaksanakan Kegiatannya.
Menurut Yunan, pihaknya selalu mengantisipasi sedini mungkin setiap konflik yang timbul. Koordinasi dan komunikasi segera dilakukan untuk meredam agar konflik tidak membesar dan berkelanjutan.
Danpos Mamala Satgas Yonif Raider 515 Kostrad Lettu Inf Rahmat Hidayat mengatakan pengumpulan senjata tersebut berlangsung sekitar 7 bulan. Aparat TNI/Polri berjanji tidak akan menindak secara hukum kepada warga yang sukarela menyerahkan senjatanya.
“Ke depan masyarakat sebaiknya menyerahkan senjata api atau bahan peledak kepada raja-raja atau aparat. Bagi yang masih menyimpan diserahkan, jika diserahkan sukarela dijamin tidak akan disanksi hukum,” imbaunya.
Hari ini, jumlah senjata yang diserahkan warga adalah 19 pucuk senpi baik Standard maupun Rakitan, 30 butir peluru (5,6 mm)  dari Desa Mamala 9 Pucuk Senpi  rakitan ( 6 Laras pendek, 3 Laras  panjang) Dari Desa Morela 10 Pucuk 3 Standard dan 7 Senjata rakitan ( 9 Laras panjang, 1 Laras  pendek)
Dalam kesempatan tersebut (Kamis, 19/04/2018) Polda Maluku Melalui Kasat Brimob Polda Maluku AKBP M. Guntur S.I.K, M.H Memberikan Penghargaan dan Apresiasi Kepada Satgas Yonif Raider 515 Kostrad Beserta Pos Brimob Polda Maluku Yang bertugas Di Desa Mamala dan Morela Sebagai Pos Percontohan Di Wilayah Hukum Polda Maluku dan menjadikannya sebagai Laboratorium Perdamaian diwilayah Maluku.