TNI AL Jadikan Kapal Perang Sebagai Gudang Transit Untuk Mempercepat Bantuan Terhadap 8 Desa yang Masih Terisolir

TNI AL
Palu-Selasa (09/10/2018), Percepat pemenuhan kebutuhan terhadap 8 desa yang disinyalir masih terisolir, TNI AL menggunakan  Kapal Perang untuk dijadikan sebagai gudang transit  penyaluran bantuan  korban bencana alam gempa dan tsunami  di provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
8 desa yang masih terisolir di Kabupaten Donggala dan Sigi yaitu di kecamatan Balaesang Tanjung terdapat 3 desa, kecamatan Sirenja terdapat 2 desa dan Balaesang terdapat 3 desa. Untuk pendistribusian logistik Pengungsi di wilayah tersebut, TNI AL akan menggunakan kapal sebagai gudang transit di laut dan di pelabuhan terdekat.
TNI AL juga akan menempatkan sejumlah personel Marinir dari Pasmar 2 untuk menempati wilayah sektor Pantoloan sampai dengan kecamatan Balaesang Tanjung untuk membantu penyakuran bantuan serta mengamankan pendistribusian barang bantuan.
“Usaha seperti ini akan dilakukan untuk mengefektifkan pengangkutan bantuan oleh  TNI AL agar semua daerah yang terisolir bisa mendapatkan barang bantuan dengan cepat sehingga pendistribusian barang bantuan bisa maksimal dan merata serta tepat sasaran kepada yang membutuhkannya”, Ujar Danlantamal VI Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono, S.H., M.Tr (Han) yang sekaligus sebagai Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla).