Jelajah Kapal Kepahlawanan Dengan KRI Makassar-590 Diharapkan Jadi Perekat NKRI

TNI AL

Makassar, Kegiatan ini sangat strategis dalam rangka penanaman dan perwarisan nilai kepahlawanan antar generasi untuk menjaga bangsa di tengah persaingan global demikian dikatakan Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita di pembukan jelajah kapal kepahlawanan tahun 2018 dengan KRI Makassar -590 di pelabuhan Peti Kemas Hatta Makassar, Senin (29/10/2018).

Lebih lanjut dikatakan melalui kegiatan jelajah kapal kepahlawanan dapat dijadikan sebagai sarana untuk menumbuh rasa kebersamaan, melatih kedisiplinan, menambah pengalaman dan wawasan, menempa diri menjadi pribadi yang tangguh .

Mensos RI berharap para peserta nantinya dapat terus menjalin kebersamaan dengan senantiasa meneladani semangat dan nilai – nilai kepahlawanan sesuai dengan tema hari pahlawan 2018 “ Semangat Pahlawan di Dadaku”.

Dengan melakukan kegiatan di atas kapal, peserta nantinya dapat memiliki pemahaman bahwa bangsa kita adalah bangsa yang tangguh terkenal sejak zaman dahulu sebagai pelaut yang ulung seperti suku Bugis yang terkenal dengan perahu phinisi yang telah berhasil mengarungi samudera luas, ujar Mensos RI.

Selamat menjalankan kegiatan jelajah kapal kepahlawanan, jadikanlah kegiatan ini sebagai perekat NKRI dan pergunakan kesempatan berharga ini dengan sebaik-baiknya karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berlayar bersama kapal perang TNI AL yang begitu hebat ini seperti KRI Makassar-590 yang telah banyak difungsikan untuk operasi kemanusiaan,ucap Agus Gumiwang Kartasasmita di sambutanya.

Pelepasan jelajah kapal kepahlawanan diawali dengan upacara dan dihadiri oleh Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M, Kadispotmar Mabesal Brigadir Jenderal TNI (Mar) Bambang Sutrisno, S.H., M.Tr. (Han), Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono, S.H., M. Tr (Han) beserta sejumlah pejabat Forkopimda Sulsel diantaranya Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kasdam XIV Hasanuddin, Wakapolda Sulsel dan sejumlah pejabat TNI/POLRI serta pemerintahan Daerah Sulsel dan Kota Makassar.