Laksanakan Tugas Anglamil KRI Tanjung Kambani 971 Debarkasi Yonif 115/Macan Leuser

TNI AL

PK,.Jakarta, 24 Februari 2019 ——  Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tanjung Kambani (KBI)-971 yang dikomandani Letkol Laut (P) Masrurun, M.Tr (Hanla) melaksanakan debarkasi (penjemputan) Batalyon Infanteri 115/Macan Leuser, di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (23/2).

Debarkasi pasukan dalam rangka mendukung Batalyon yang bermarkas di Pasi Raja, Kabupaten Aceh Selatan ini melaksanakan tugas latihan pembentukan Raider Batalyon Macan Leuser.

Dalam operasi angkutan laut militer tersebut, kapal perang berjenis angkut personel ini mengangkut tidak kurang dari 700 orang prajurit, berikut senjata perorangan jenis SS1 dan SS2 serta perlengkapan lainnya.

Selama pelayaran lintas laut, menurut Komandan KRI Tanjung Kambani, kapalnya tidak menemui kendala, cuacapun mendukung dan selama pelayaran dilaksanakan latihan-latihan berupa peran-peran untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan standar dan kemampuan khusus prajurit KRI sesuai bidangnya masing-masing.

Ditempat terpisah Panglima Kolinlamil Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E.,M.M. Mengatakan bahwa kegiatan debarkasi, embarkasi dan serpas adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan tugas pokok Kolinlamil dalam melaksanakan dukungan angkutan laut militer baik dalam

rangka operasi militer selain perang (OMSP) maupun operasi militer untuk perang (OMP). “Selama melaksanakan tugas operasi untuk tetap memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit melalui latihan mandiri setingkat L2, serta tidak meninggalkan fungsi “universal” Angkatan Laut yaitu fungsi polisionil dengan melaksanakan “Jarkaplid” bila menemukan pelanggaran dan tindak pidana di laut”. Lanjut Pangkolinlamil, yang pernah menjabat sebagai Kas Koarmada I ini.

Usai mendebarkasi Pasukan TNI AD, selanjutnya KRI Tanjung Kambani-971 bergeser ke Dermaga JICT 2 untuk melaksanakan embarkasi material Batalyon Zeni Tempur TNI AD yang bermarkas di Bandung dalam rangka melaksanakan tugas rehabilitasi pembangunan hunian tetap pasca gempa di Lombok.