Peduli Dengan Warga Tapal Batas TNI Bantu Evakuasi Pasien yang Terkena Malaria

TNI AD

PK.PAPUA – Satgas Yonif 725/Woroagi membantu seorang warga Kampung Yuruf Dusun 2, distrik Yaafi, Kab. Keerom, Herri Nimbus Mandaweri untuk mengevakuasi salah seorang anaknya Alvincius Mandaweri (18 Thn) yang terkena malaria ke Puskesmas Ubrub Distrik Web, Kab. Keerom. Senin, (18/2).

Herri Nimbus mengaku bahwa anaknya tersebut mengidap penyakit malaria kurang lebih sudah satu minggu yang lalu, sebelumnya juga Alvincius sempat dibawa periksa ke Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Kampung Yuruf Dusun 1, namun kondisi Alvincius tidak mengalami perubahan disamping itu juga obat-obatan yang dimiliki Pustu sangat terbatas.

Khawatir dengan kondisi anaknya, Herri Nimbus Mandaweri kemudian langsung mendatangi Pos Yuruf Satgas Yonif 725/Woroagi dan meminta bantuan untuk segera mengevakuasi anaknya yang terkena malaria ke Puskesmas Ubrub Distrik Web.

Menanggapi hal tersebut Danpos Yuruf Letnan Satu Inf Herman dengan sigap langsung memerintahkan Bintara Pelatih (Batih) Serka Hartono bersama dengan anggota Kesehatannya segera menuju kediaman Herri Nimbus untuk mengevakuasi dan membawa Alvincius ke Puskesmas.

Setibanya di rumah yang bersangkutan anggota Satgas Yonif 725/Woroagi kemudian mengangkat Alvincius (Pasien) karena kondisinya yang sangat lemah, tidak bisa bangun dan juga tidak bisa jalan sehingga dipapah atau digendong oleh anggota naik ke kendaraan Satgas Yonif 725/Woroagi. Setelah tiba di Puskesmas pasienpun langsung ditangani oleh pihak puskesmas.

Atas tindakan yang dilakukan tersebut, Herri Nimbus sangat berterima kasih kepada anggota TNI khususnya Satgas Yonif 725/Woroagi yang berada di Pos Yuruf yang telah bersedia membantu mengevakuasi anaknya ke Puskesmas, disamping itu juga Herri sangat bersyukur tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak.

“Mewakili keluarga, saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah bersedia membantu dan membawa anak kami ke Puskesmas, sebelumnya kami kebingungan karena tidak ada kendaraan, mau sewa mobilpun harganya sangat mahal”. Ujar Herri Nimbus.